Young Dad!

Young Dad!
Chapter 11


__ADS_3

"Kenapa?" Tanya Sore kepada Embun yang baru saja keluar.


"Engga apa-apa"


"Eh Elisha kamu udah masuk sekolah?" ucap Kio.


"Menurut lo?" jawabnya sambil menatap Kio.


"Sini-sini biar saya yang bawa tas kamu" melepas tas Elisha.


"Gak-gak gue bisa sendiri" memakai tasnya kembali.


"Aelah, sakit mata gue udah ini" rengek Jeo.


"Elisha?" suara bu Anggun yang ragu-ragu saat melihat Elisha di sekolah.


"Iya bu" Jawabnya


"Bisa ikut saya sebentar?"


Bu Anggun dan Elisha berjalan di lorong kelas sambil berbicara.


"Syukurlah kamu sudah kembali sekolah"


"Iya bu, awalnya sudah berfikir untuk tidak kembali. Namun, saat ibu terus datang ketempat kerja saya perlahan merasa semakin tidak bisa melepas impian saya"

__ADS_1


"Dari awal memang bukan saya yang berusaha agar kamu kembali ke sekolah, namun di diri kamu masih ada keinginan untuk sekolah"


"(Elisha menghela nafas) Iya bu" ucapnya menunduk.


Tiba di kelas Elisha membuat anak-anak di kelasnya tersenyum kepadanya akan kehadiran dirinya. Elisha pun membalas senyuman yang diberikan mereka kepadanya. Ada rasa ingin menangis saat itu, namun dia menahannya. Matanya sudah berkaca-kaca, namun dia terus menahannya agar teman-temannya tidak melihat kesedihannya. Duduk di bangkunya yang sudah lama kosong, dan sangat dirawat baik oleh teman-temannya. Terlihat jelas bangkunya sangat bersih tidak ada debu sedikit pun seperti baru. Bangkunya bersampingan dengan Embun.


"Eh Elisha, kata pak dadang pulang sekolah langsung ke tempat latihan" ucap Sore yang baru masuk ke kelas bersama Jeo dan Kio.


"Embun, kamu ikut yah" kata Sore kepada Embun sembari jongkok, lengannya di meja Embun dan menatapnya.


"Ikut kemana?" bingungnya.


"Liat saya latihan"Jawabnya sambil menyeringai.


"Ish" kesalnya


"Selamat pagi anak-anak" Nada semangat bu Anggun bergema di kelas 12 mipa 2.


"Selamat pagi buuuu" suara murid kelas 12 mipa 2 bernada.


"Oke, sekarang 12 mipa 2 personil sudah lengkap yah. Dan ibu akan terus mengingatkan jika kalian ada masalah sebisa mungkin untuk langsung datang ke ruangan ibu, Oke!" nada semangatnya.


"Oke buuu!" teriak para murid.


"Sudah yah, ibu mau mengajar dulu di kelas sebelah" ucapnya sambil tertawa.

__ADS_1


"Iya bu"


"Pengen banget gue punya ibu kaya bu Anggun, kayanya hidup gue gak akan penat-penat banget" Ucap Kio.


"Sama gue juga" Jawab Elisha sambil tersenyum.


Epilog


Perut Embun terasa mual dan ia berlari menuju kamar mandi, Elisha yang baru tiba terdiam melihat Embun yang terus muntah, fikirannya sudah kemana-mana. Dan tersadar, dirinya lalu mengelus-elus bagian punggung Embun ditambah matanya yang perlahan berkaca-kaca. Jadi selama ini Embun yang selalu membantu, membujuk, dan bersikap baik padanya pun mempunyai masalah yang lebih dari dirinya. Rasanya sangat kesal, bercampur aduk mengapa ia baru berteman dengan Embun—fikirnya.


"Embun..."


"Ya..." suara Embun sambil membuang nafas berat.


"Yang kamu fikirkan sekarang memang benar"


Seketika membuat Elisha menjadi terkejut, wajahnya terlihat sangat tidak mempercainya.


"Siapa?" Tanya Elisha.


"Engga ada disini" Jawabnya.


"Saya tolong bantu rahasiain ini yah" memohon Embun sambil menatap Elisha.


Elisha mengangguk memegang kedua tangan Embun dan memeluknya. Menenangkan Embun yang perlahan air matanya terjatuh ke pipinya yang semakin deras.

__ADS_1


__ADS_2