Young Dad!

Young Dad!
Chapter 41 : Ada apa dengan Ibunda Sore?


__ADS_3

"Langsung dong malem ini, Re" Ucap Hiro merayu Sore.


"Bisa-bisanya ngomong kaya gitu sekarang lo ya"


"Eh si Elisha lo ngerti aja gue ngomong apa, ckckckck. Ki cepetan nikahin Elisha dia udah ngebet katanya"


"Kapan gue ngomong, cari masalah mulu lo"


"Eh berani-beraninya marahin honey bunny sweety nya Yuna. Sini lawan Yuna sekarang" Hiro mundur dan bersembunyi di punggung Yuna.


"Yaudah ayo nikah biar cepet-cepet punya anak, mau berapa?7 atau 12?" Tanya Kio.


"Banyak banget kamu gak kesian aku apa"


"Sunnah rasullulah sayang" Manja nya.


Selesai acara mereka beristirahat kembali ke rumah milik Sore. Mereka berdua tidur seranjang berdua, tanpa Nino. Karena sudah menginjak 3 tahun Nino diberi kamar khusus dirinya sendiri. Malam pertama mereka yang tak perlu Nino saksikan.

__ADS_1


Sinar matahari masuk dari celah-celah hordeng besar yang sedikit terbuka menyinari sebagian kamar mereka. Terasa kecupan manis yang diberi Embun kepadanya berusaha membangunkan. Sore berusaha terbangun dengan membuka kedua matanya yang masih terasa lelah itu.


"Hmmmm" suara yang masih ingin tidur sambil memeluk tubuh Embun yang sedang duduk di ranjang.


"Ada kelas pagi loh, ayo bangun" Sore perlahan terbangun dan mencium Embun dengan hangat dengan senyuman tampak diwajah lalu mengacak-acak rambut miliknya dengan malu.


Embun tersenyum dan kembali turun menyiapkan makanan untuk sarapan dibantu bi Inem juga.


"Bunda.." suara Nino yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Iya sayang? sini sarapan dulu" Nino perlahan turun kebawah melangkah demi melangkah untuk turun melalui tangga.


Tak lama Sore ikut bergabung dengan mereka menyantap makanan yang telah di buat Embun dan bi Inem.


"Selamat pagi sayang" cium kening Nino.


"Emmm.." jawabnya yang sedang mengunyah makanannya itu. Lalu mencium bibir Embun dengan lembut.

__ADS_1


"Oh ya bi Inem, Ibu mana? Udah sampe kan?" Tanya Sore.


"Belum den. Dari kemarin bi Inem gak liat Ibu"


Perasaan Sore tambah khawatir, tiba-tiba saat sudah setengah menyantap makanan ada berita tentang pesawat yang terjatuh membuat Sore menjadi tambah khawatir.


DERTTT — Bergetar ponsel Sore di meja, panggilan dari Ayahnya.


"Sore sudah liat berita? Ikut Ayah sekarang nak, kita cari jasad Ibu dan pastikan bahwa Ibumu masih hidup" Sore terdiam tak percaya mendengarnya, air matanya perlahan menetes tanpa ia sadari. Perasaan Embun dan Bi Inem ikut tak enak dan sudah mengarah pada berita itu.


"Embun ikut aku" Katanya yang terburu-buru keluar rumah.


"Nino diem sama Bi Inem dulu yah, Bunda sama Ayah keluar dulu. Oke!?" Memberi perkataan mencoba agar Nino mengerti.


"Bi titip Nino yah"


"Baik neng"

__ADS_1


Embun mengejar Sore dengan perasaan yang campur aduk. Menaiki motor milik Sore, tanpa berbicara sepatah katapun. Karena dirinya takut membuat tambah khawatir Sore. Benar saja Sore membawanya ke tempat kejadian pesawat itu terjatuh, dan ketujuh temannya dan Ayahnya pun sudah sampai disana menunggu Sore dan Embun. Wajah Sore menjadi tambah panik setiap kali ia lihat tim SAR membawa jasad korban. Fikirannya menjadi buyar, dan terus khawatir kepada Ibunya. Embun dan Ayahnya terus menenangkan dirinya agar tidak terlalu khawatir. Dan berpencar mencari tiap korban yang dibawa oleh tim SAR untuk memastikan apa itu Ibunya atau bukan. Sementara Ayahnya pergi mencari daftar nama-nama korban yang sudah ditemukan.


__ADS_2