Young Dad!

Young Dad!
G2 Chapter 54 : Empat belas tahun kemudian


__ADS_3

BRUM.. BRUM.. Suara memanaskan motor. Pemuda memakai seragam putih abu duduk di moge sambil mengisap rokok di mulutnya.


"Udah mulai ngerokok ya kamu" Mengambil rokok di tangan pemuda itu dan membuangnya ke tong sampah.


"Abang!!!" Pemuda itu langsung menutup mulut cewek itu dengan tangannya.


"Comel banget tuh mulut"


"Asin banget" Cewek itu langsung melepas tangan pemuda itu sambil menciduh.


"Ayo cepet jalan" ucap cewek itu lagi, menaiki motor pemuda itu.


"Apaan! Berangkat aja sendiri, kenapa pake naik motor Nino"



...Nino Qanjanio...


Panggilan : Nino


Umur : 17 tahun


Hobby : Baca kelanjutannya biar tau hobby Nino


Skill : Mudah buat cewek-cewek meloyot


Status : Jomblo akut


"Mba Anya kan guru kamu, jadi kita searah. Masa jahat sih ke mba sendiri" peluk tubuh Nino merayu.



...Anya...


Panggilan : Mba ( Bagi Nino )


Umur : 21 tahun


Hobby : Stalking guru di sekolah


Skill : Buat murid cowok-cowok satu sekolah mengbaper


Status : Sedang otw mendapatkan cinta pak guru


Tak bisa menolak dengan rayuan mbanya sendiri, Nino langsung mengendarai motornya itu pergi ke sekolah. Turun-temurun Sore memasukkan anaknya itu dari Tk, Sd, Smp, sampai Sma percis dengannya.


"Cepet-cepet itu gerbang mau ditutup" Nino langsung mengegas motornya itu dan terus menekan klakson.


BRUK! Kaki Nino menahan gerbang yang akan ditutup oleh pak satpam. Anya turun dan langsung masuk kedalam meninggalkan Nino sendirian.


"Mba!! Woiiii!!! Mbaa!!!" Teriak Nino karena tak percaya dengan kelakuan Mbanya itu.


"Minus 10 poin. Buka aja pak, sudah saya kurangi poinnya" ucap gadis sambil memegang buku dan pulpen.



...Violet Valentin...


Panggilan : Violet


Umur : 18 tahun

__ADS_1


Hobby : Desain, menulis novel, dan mengurangi poin para murid


Skill : Walau judes tapi masih jadi inceran para kaum adam


Status : Jom to the blo


"Eh. Kenapa minus poinnya kena 10? Padahal gue cuma telat, ya harusnya 5 poin dong" Nino sambil mengejar gadis itu.


"Gesper" Ucap gadis itu sambil menaikkan baju Nino.


"Ya Allah, gak pake gesper doang masa kena minus 5 poin" Nino terus berusaha agar poinnya tidak berkurang.


"Terserah gue lah, gue yang osis napa lo yang ribet. Dah sana masuk kelas" Gadis itu pergi. Nino masuk ke kelasnya sambil terus kesal karena poinnya berkurang.


"Kenapa lo?"



...Debo Nathanio...


Panggilan : Debo


Umur : 18 tahun


Hobby : menggoda kaum hawa


Skill : Bikin cewek-cewek mengbaper dengan usaha extra


Status : Jomblo


"Biasa pasti poinnya kena potong Deb"



Panggilan : Gilang


Umur : 17 tahun


Hobby : Di goda kaum hawa


Skill : Bikin orang baper tanpa usaha


Status : Jomblo


"Tau aja lo Lang"


"Tau lah wajah lo saksinya, ckckckck"


Mengeluarkan buku di dalam loker kelas di belakang dan duduk dengan tak ada semangat-semangatnya.


TOK.. TOK..


"Permisi bu"


"Silahkan masuk Violet"


"Makasih bu" Duduk di bangkunya yang berada di depan Nino.


"Poin gue jangan di potong banyak-banyak dong. 5 aja napa, perkara kaga pake gesper doang kena potong 5 poin" Ngeluhnya terus memohon pada Violet.


"Nino!"

__ADS_1


"Iya mb.. bu"


"Fokus"


"Iya.."


KRINGGG!!! Bel berbunyi tanda sudah waktunya jam istirahat.


"Vi" Masih berusaha mendapatkan kembali poinnya.


"Apalagi?"


"Poin gue kembaliin 5 dong"


"Gak!"


"Vi.. Hidup gue dipertaruhkan dengan poin itu"


"Idup lo cuma seukur 5 poin doang?" Pergi meninggalkan Nino.


"Udah lah No, cuma kena 5 poin doang" Gilang dan Debo menenangkan.


"SEPULUH bukan cuma lima" Bentesnya.


"Gede banget, kesalahan lo apa aja emang?" Tanya Njan.


"Kaga pake gesper" Nino melihat kearah Njan dan gilang yang tiba-tiba menjadi panik dan menganggkatkan baju yang dikeluarkannya itu dan sama mereka tidak memakai gesper juga.


"Bagus! gue ada temennya, ikut gue sekarang. Biar poin lo pada ikut kena minus"


"Eh apaan kaga ah" Tolak Njan dan Gilang langsung berlari menjauh dari Nino.


Nino pergi ke kantin mencari Violet untuk mengadu padanya jika Debo dan Gilang tak memakai gesper juga.


"Debo sama Gilang" Ucap tiba-tiba membuat kaget Violet yang sedang menyantap bakso di kantin.


"Apalagi!? Hidup gue gak tenang banget sih di gangguin lo mulu"


"Njan sama Gilang, Vi.."


"Iya kenapa Nino...?" Nino salah tingkah mendengar Violet menyebut namanya.


"Indah banget ya kalo lo yang ngomong nama gue" Violet tersadar karena dirinya tidak pernah memanggil nama Nino sekali pun dari awal masuk sekolah.


"Gue khilaf"


"Coba lagi, sekali lagi aja" mohon Nino merayu.


"Apaan sih, jangan pegang tangan gue! Diliatin orang"


"Nino!" Suara Njan dan Gilang terdengar membuat Nino tersadar kembali dengan kedatangannya menghampiri Violet.


"Nah, ni anak berdua gak pake gesper juga. Jadi harus di potong poinnya" menunjuk kearah mereka berdua.


"Angkat" Reflek Njan dan Gilang mengangkat bajunya.


PLETAK!


"Jangan bohongin gue!" Pukul kepala Nino.


"Tadi beneran mereka kaga pake gesper, gue gak bohong Vi"

__ADS_1


"Aduh kesian banget sih lo, gegara dikurangin poin sama si Violet jadi gila gini" ucap Debo merangkul Nino.


Lima belas menit yang lalu.. "Heh! gue pinjem gesper lo bentar"


__ADS_2