Young Dad!

Young Dad!
Chapter 18


__ADS_3

Bio melambaikan tangan kearah Embun, berlari menghampirinya sangat jelas itu membuat Embun menjadi ketakutan.


"Hey" Sapanya kepada Embun. Embun hanya terdiam ketakutan, takut akan mulut Bio membongkar semuanya.


"Ikut saya dulu" Menarik tangan Embun. Dia hanya terus mengikutin kemana Bio menariknya. Sampai di tempat kosong tidak ramai orang, Bio menatapnya dan tersenyum menakutkan.


"Gimana? lo udah gugurin anak itu kan!?" Tanyanya.


"Hah?" Gugup Embun.


"Ternyata belum. Saking cintanya lo sama gue, sampe pertahanin anak itu?" Ucapnya sambil tersenyum tak percaya.


"Terserah lo, tapi gue gak akan tanggung jawab" Jelasnya sambil menatap Embun yang terus memalingkan tatapannya.


"Gue saranin buat cepet-cepet deh lo gugurin anak itu, biar nanti kedepannya gue gak akan kena masalah" Tambahnya lalu pergi meninggalkan Embun sendirian.


Kakinya lemas, air matanya bercucuran membasahi kedua pipinya, terus menangis merasakan rasa sakitnya. Duduk dan membentur-benturkan kepalanya terus menerus ke tembok dengan harapan membuat rasa sakitnya itu akan hilang. Tapi bukannya hilang namun malah semakin bertambah.

__ADS_1


Sini lo! — Teriak Sore.


Sore langsung menojok keras wajah Bio hingga babak belur, kedua nya saling tinju-meninju. Tak henti-henti nya Sore terus memukul Bio, karena semakin kesal saat terus melihat wajahnya. Kata-kata kasar terus dilontarkan dari mulutnya.


Terdengar suara dedaunan yang terinjak, Sore menoleh kearah suara itu dan melihat Embun berdiri sambil menatapnya dengan sangat ketakutan membuat perkelahian diantara keduanya berhenti dan Sore berlari menghampirinya memeluknya dengan sangat erat, menenangkannya sambil membelai terus kepalanya.


"Ke-kenapa ada disini?" Tanya Embun dengan gagap sambil mendorong keras tubuh Sore.


Sore tak menjawabnya dan terus menenangkan Embun. Namun membuat Embun menjadi kesal dan menjadi ketakutan jika Sore mengetahui kebenarannya.


"Sejak kapan?" tanyanya dengan air mata yang terus mengalir.


"Cewek muraha.....n" Suara Bio yang masih terdengar jelas di telinga mereka, namun terhenti oleh pukulan keras Elisha yang baru saja datang karena khawatir kepada Embun yang sudah terlalu lama meninggalkannya. Membuat Bio terjatuh kembali ke tanah karena pukulan itu.


"Lo gak apa-apa kan" ucap Elisha sambil terus memeriksa tubuh Embun dari atas sampai bawah. Embun malah menangis menjadi-jadi, memeluk erat tubuh Elisha.


"Lo tau?" Tanya Sore kepada Elisha.

__ADS_1


"Maksud lo apaan"


"Embun hamil" Jelasnya.


Elisha terdiam menatap wajah Embun, kaget juga karena mengetahui jika Sore tau yang sebenarnya.


"Bisa gak lo jangan bahas itu sekarang" Kata Elisha.


Jeo dan Kio berlari menghampiri mereka, sontak kaget melihat Bio yang sudah terbaring di tanah dengan wajah yang babak belur penuh darah.


"Weh.. ada apa nih?" Tanya Jeo.


"Itu si Bio kan?" Kio memastikan.


"Udah mending lo pada bantu gue bawa si Bio, cepet!" Kata Sore dengan tegas.


Membawa Bio ke gudang terbengkalai di dekat sana. Sadarnya Bio, ia langsung menatap tajam kearahnya sambil berucap dengan sangat tegas.

__ADS_1


Kalo lo gak mau tanggung jawab, biar gue yang jadi gantinya. — ucap Sore sambil menatap tajam Bio, membuat wajah Bio menjadi sangat marah. Sore meningalkannya dengan tubuh Bio yang sudah ditali dan berjalan keluar menghampiri Jeo dan Kio yang sedang menunggu di luar.


"Woi lepasin gue!!!" Teriak Bio sangat kesal.


__ADS_2