
"Mau mampir dulu gak lo?" Tanya Elisha.
"Engga deh, gue mau langsung pulang"
Sore melanjutkan perjalanannya, terasa ponselnya bergetar di saku celananya. Mengabaikan dan terus mengendarai motornya. Bukan pulang ia pergi ke markas Jekarious, disana ada Jeo dan Kio juga sedang berbincang-bincang dengan anak-anak. Namun, terlihat sekali wajah mereka sangat kesal. Baru saja menginjak markas sudah terlihat suasananya menjadi kacau. Markas terlihat diobrak-abrik oleh seseorang. Membuat anak-anak disana menjadi marah.
Sore dan yang lain memutuskan untuk menghampiri markas TM, pasti mereka yang melakukannya. Karena, cuma mereka lah yang selalu membuat onar pada anak Jekarious. Semua menghampiri motornya masing-masing dengan memasang wajah yang amat sangar dan menakutkan.
Sampai disana, menginjakkan kaki di markas TM. Awalnya mereka tidak ingin langsung memberi pelajaran pada mereka, namun mereka yang memulai dan akhirnya anak Jekarious memukulinya. Satu persatu anak TM berguguran dan bercucuran darah maupun luka akibat pukulan-pukulan mematikan anak Jekarious. Dengan tingkah anak TM yang sangat so kuat membuat anak Jekarious semakin ingin menghabisi mereka.
__ADS_1
"Maksud lo apaan main nyerang gak jelas!?" Tanya Bio teriak keras yang baru saja menampakkan dirinya dengan wajah yang kesal karena melihat anak TM sudah tergeletak dimana-mana dengan luka yang serius.
"Harusnya gue yang tanya! Maksud lo apa ngobrak-abrik gak jelas markas Jekarious!?" Tanya balik Sore yang ikut kesal.
"Dari tadi anak TM semua disini, jangan ngada-ngada lo. Lagian ngapain juga anak TM ngajak ribut kesana, gue selalu kirim pesuruh (anak ME)" Jelas Bio.
"Gue capek ya berurusan sama lo, mending pergi lo pada sebelum amarah gue menjadi-jadi"
"Kayanya emang bukan si Bio, Re" Kata Jeo.
__ADS_1
"Gue bakal awasin lo terus, cabut!" Ucapnya lagi dengan tatapan sangar lalu pergi meninggalkan markas TM.
Di markas Jekarious berkumpul, semua wajahnya terlihat sangat fokus, berfikir siapa yang akan berani melakukan perbuatan seperti itu selain anak TM. Apa mungkin ada anak motor yang juga tidak menyukai anak Jekarious selain anak TM? Entahlah.
Sore kembali pulang kerumah nya dan Ayahnya sudah menunggunya di depan rumah sambil menatap tajam, sudah sangat jelas ayahnya akan memarahinya karena masalah tadi pagi. Suasana hati Sore sudah sangat muak, memikirkannya saja sudah amat batin. Dan benar, Ayahnya terus mengoceh terus-menerus membuat telinga Sore menjadi panas seperti akan meledak. Bagaimana lagi, suasana Sore sedang hancur ditambah Ayahnya yang terus mengoceh tanpa henti, ya tambah buat hidup semakin hancur.
Ayahnya terus mengoceh, disisi lain Sore terus berjalan ke kamarnya dengan terus berusaha tidak mencerna omongan Ayahnya itu. Berjalan terus, lalu mengubrakan pintu kamarnya dengan sangat keras. Membuat Ayahnya terdiam dan menghela nafas dengan sangat dalam. Ayahnya menjadi sedih dan khawatir dengan sikap Sore yang semakin acak-kadut. Dalam hatinya dia tidak ingin melihat anaknya seperti itu.
Sore membanting tubuhnya ke kasur, fikirannya sangat buyar. Mengacak-acak rambutnya dengan sangat kesal, mengeluarkan ponsel daei saku celananya. Layar ponsel menyala, membuat dirinya tak percaya dan beranjak dari kasur itu. Matanya terus menatap layar ponsel itu dan melihat 1 panggil tak terjawab dari Embun.
__ADS_1