Young Dad!

Young Dad!
Chapter 32


__ADS_3

Didepan gerbang sekolah Sma Angkasa, mereka sudah menunggu Embun sembari berbincang dengan pak Acong. Wajah pak Acong masih terlihat ceria padahal usianya sudah 56 tahun, masih semangat menafkahi keluarganya.


Terdengar suara bel tanda pulang sekolah sangat keras, murid-murid berhamburan sana-sini. Ada yang membuat Sore dan teman-temannya menjadi sangat kesal dengan kelakuan siswa disana. Siswa itu benar-benar memperlakukan pak Acong sangat keterlaluan, tidak sopan, ucapannya terdengar amat menyakitkan namun tetap saja pak Acong tersenyum dan sabar.


"Eh pak buka dong cepet gerbangnya lama banget, dasar kolot!" nada keras. Memang biasa saja namun bagi anak-anak yang sudah mengenal baik pak Acong itu tak seharusnya di ucapkan, bagaimana pun Pak Acong lebih tua dari nya.


"Eh lo! Bisa sopan dikit gak kalo ngomong!" Sentak Sore kesal.


"Siapa lo! Terserah gue lah, emang dia udah kolot kan. Gue gak salah"


"Gila, anak baru nih kayanya Re" kata Jeo dengan tatapan sinis kepada anak itu.


"Didikan orang tua lo yang kurang atau emang dari diri lo yang buat orang tua lo gak sanggup lagi ngedidik lo?!" Kata Sore membuat anak itu menjadi kesal.


"Eh jangan so menggurui, urus-urusan lo sendiri. Hidup lo aja ancur" ucap dengan menatap tajam mata Sore.


Mereka sangat kesal dengan ucapan anak itu, Sore langsung menonjok keras wajahnya dengan terus memperingatinya.


"Gue Sore Qanjanio Gionatan, pemimpin dari Geng Jekarious. Gimana udah kenal gue sekarang?" Menatap wajah anak itu, tangannya masih menarik kerah bajunya.


"Eh pisahin anjir!" Kata Gio dan Hiro panik.


"Ngapain dipisahin, bagus tuh si Sore kasih pelajaran" Kata Jeo sembari melipat kedua tangannya itu santai.


"Gak tanjok sekali lagi aja tuh anak, Re?" Ujar Elisha di motor Kio membuat Kio tersenyum kecil.

__ADS_1


Pak Acong terus melerai karena kasihan dan takut diketahui oleh kepala sekolah dan guru-guru lainnya jika salah satu muridnya berkelahi di area sekolah.


"Bu Astrit! Bu Astrit" kata Kio melihat bu Astrit dari kejauhan.


"Ada apa ini!?" Teriak Bu Astrit.


"Kamu pasti buat onar lagi yah!" Marahnya. Dikira akan memarahi dirinya namun ternyata sebaliknya, bu Astrit malah memarahi anak itu dengan sangat menakutkan.


Sore dan yang lain hanya terdiam tak percaya, melihat bu Astrit. Lalu anak itu di bawa kembali kedalam sekolah dengan cara di jewer keras oleh bu Astrit.


"Pak Acong itu siapa nya bu Astrit?"


"Anaknya"


"Tapi jadi kesian yah, bu Astrit punya anak model begitu" Kata Elisha.


Terlihat dari kejauhan Embun melambaikan tangan kearahnya, dengan tersenyum manis dibibir nya. Mereka membalas melambaikan tangannya dengan sangat senang melihat kembali sosok Embun.


DESIG! — Tendangan Embun menghampiri kaki Sore.


AWWW! — Teriak kesakitan Sore.


"Apa sih! Sakit tau"


"Cari masalah lagi kan tadi? Kamu kira aku gak liat apa"

__ADS_1


"Baru ketemu lagi loh kita, kamu udah ngajak ribut ke aku"


"Eh Jeo.. Kio... Livy.. Apa kabar?" Menghiraukan ucapan Sore dan merangkul mereka berdua.


"Ini siapa? Cakep banget kalian" Kata Embun mengarah pada Hiro dan Gio sambil terus menatapnya.


"Tatap terus aja tatap" Cemburu Sore.


Kak Sore!!! Sapa Yuna sembari memeluk tubuh Sore sangat erat.


"Anjir masih idup aja ni anak" Ucap Livy dengan tengilnya.


"Aku denger kak!" Katanya dengan jutek.


Embun menatap kearah mereka berdua, bertanya-tanya apa mungkin mereka ada hubungan serius atau hanya dugaannya saja. Dilihat dari wajah Yuna, dia menyukai Sore.


"Mau jemput Yuna yah" Kata Yuna dengan senyum.


"Eh bukan, mau jemput dia" menarik tubuh Embun.


Yuna menatap judes kearah Embun, sangat jelas dia tidak menyukai keberadaan Embun.


"Aduh sakit banget yah, ckckckck. Udah mending lo balik naik angkot sana" kata Livy tak menyukai Yuna.


Yuna terus menatap kearah Sore seperti menunggu meminta menghentikannya agar di antarkan, tapi Sore malah fokus berbicara asik dengan Embun.

__ADS_1


__ADS_2