
Terbangun dari tidurnya, Nino menatap layar ponsel yang sudah menunjuk pukul tujuh pagi. Terus bersantai, karena jam pertama adalah pelajaran pak Mahmud. Dan pak Mahmud masih terbaring sakit, karena disengat lebah. Memakai jaket turun temurunnya, ya jaket Jekarious dengan kaus dan celana training berwarna hitam.
"Aduh.. Jadi mengsalting begini, pake training bekas Violet" Katanya sambil jingkrak-jingkrakan.
Sampai di sekolah gerbang sudah ditutup oleh pak satpam.
"Pak saya pelajaran pak Mahmud, buka dong" Pak satpam langsung membukakan gerbang itu dan membiarkan Nino masuk begitu saja.
Berjalan santai di korporasi berjajarkan kelas, dan matanya terfokus pada pak Mahmud yang sedang mengajar di lapangan sembari memegang buku di tangannya.
"Anjir! Katanya masih sakit. Parah nih si Mba!!" Kesalnya langsung berlari dan pelan-pelan ikut masuk ke barisan.
"Nino! Push Up lima puluh kali" Ucapnya, padahal matanya terfokus pada absensi kelas.
"Iya pak" Nino membuka jaketnya itu dan menaruhnya di atas tas. Dan langsung Push Up di ujung lapangan.
"Lima poin" Ucap Violet membuat sadar Nino, langsung beranjak dari Push Up nya. Menghadang Violet dengan tubuhnya.
"Nino!" Teriak Pak Mahmud.
"Iya pak" Melanjutkan Push Up nya.
__ADS_1
Selesainya Nino langsung menghampiri teman-temannya, yang sedang bermain basket ditengah lapangan. Berlari merebut bola basket yang di pegang Rama sambil tersenyum tengil, membuat para gadis kegirangan saat melihat senyumnya itu.
Mengoper bola itu ke arah Debo, yang melesat tak tertangkap olehnya. Membuat bola itu terbang mengenai wajah Rere. "Awww!!!" Teriaknya sambil memegang hidung yang kesakitan akan jebredan bola basket. Gilang langsung berlari menghampirinya memeriksa hidungnya yang terus keluar darah, dan membopongnya ke UKS.
Violet yang peka akan perasaan Mawar pada Gilang. Terus menguatkannya dengan terus memegang tangannya. Mawar terus menguatkan hatinya dan terus menghelakan nafasnya karena sudah merasa benar-benar hancur sekali hatinya. Jadi seperti ini, rasanya mengagumi dalam diam.
"Gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Nino yang tiba-tiba muncul dihadapan Violet membuat dirinya menjadi sangat terkejut. Wajahnya amat dekat dengannya.
"Kan yang kena bola bukan gue"
"Iya gue tau, tapi lo gak kenapa-kenapa kan?"
"Apa sih! Gak jelas ih" Nino tambah mendekatkan tubuhnya sembari jongkok memegang kedua kaki Violet yang duduk.
"Poin gue jangan di kurangin yah" Tatapannya menghanyutkan hati Violet. Violet salting berdiri membuat Nino dan dirinya tergeletak di lapangan. Semua orang menatapnya dengan sangat tak menyangka dan cemburu.
"Woi!!" Teriak Rere yang baru kembali bersama Gilang.
"Centil banget lo jadi cewek!" Kesalnya mendorong tubuh Violet agar menjauh dari tubuh Nino.
"Lo gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Rere sambil membantu Nino berdiri. Violet berjalan menjauh, dan diikuti Mawar mengejarnya. Nino pun mengikuti mereka yang mengarah ke kamar mandi.
__ADS_1
"Gak apa-apa kan lo Vi?"
"Gak apa-apa" Ucapnya sambil mencuci wajahnya.
"Hmmm.. Apa gue mundur aja kali yah. Dan gak usah mengharapkan Nino lagi?" Katanya yang tiba-tiba.
"Lo suka Nino?" Kaget Mawar saat mengetahui Violet menyukai Nino.
"(Mengangguk) Dari Smp"
"Serius?"
"(Mengangguk lagi)"
"Kayanya gue juga mending mundur aja deh, capek banget. Makin kesini hati gue makin sakit"
"Oke! Mulai sekarang kita harus ngelupain orang yang kita suka"
GUBRAK!
Suara pintu kamar mandi terbuka dengan sangat kencang dari luar. "Ngapain lo harus lupain gue!?" Ternyata itu Nino, mendengar semua perkataan mereka berdua dari tadi.
__ADS_1
......................