Young Dad!

Young Dad!
Chapter 24


__ADS_3

Yang tidak diinginkan semua menjadi kenyataan, Embun di minta keterangan oleh kepala sekolah karena video pembicaraannya dengan Bio saat pertandingan Anggar waktu lalu. Tidak jelas siapa yang mengirimnya, jelas-jelas itu orang yang tidak menyukainya. Bukan hanya Embun yang dikeluarkan, Bio juga ikut dikeluarkan oleh pihak sekolahnya.


"Gila beneran si Embun hamil?" Ujar Livy celangak-celinguk menggosip dengan temannya dengan nada keras agar terdengar oleh anak lain.


"Baru rumor" Kata temannya.


Otomatis orang yang tidak mengetahuinya menjadi ikut membicarakannya, mencari tau kebenarannya.


"Eh Livy jangan buat rumor gak jelas lo" Kesal Elisha.


"Iya apaan sih lo, buat rumor gak bener. Gak mungkin lah Embun hamil" Ikut kesal Kio.


"Idih kenapa jadi pada nyalahin gue? Gue juga tau dari orang"


"Yaudah mending mulut lo diem aja!" Tambah kesal Elisha.

__ADS_1


"Terus kasih tau gue sekarang kenapa si Embun keluar tiba-tiba? secara kan dia baru pindah kesini 2 bulan lebih, aneh banget" omongan Livy membuat anak-anak kelasnya menjadi ikut bingung.


"Dia pindah ke rumah neneknya, buat ngurus neneknya yang lagi sakit disana. Jadi dia mau gak mau harus pindah sekolah juga"


"Seberapa jauh sih rumah neneknya" nada tengil Livy.


"Jogja! Lo mau tetep paksa buat dia sekolah disini? anter jemput aja sama lo dari jogja balik lagi ke jakarta" kesal Livy memuncak.


"Idih" Ucap Livy lalu pergi menghampiri Sore yang baru saja datang dengan wajah yang lesu.


"Lo aja gue gak nafsu"


"Pasti lo kepikiran cewek gak bener itu" Ucap Livy membuat Sore menjadi menatap sangar kepadanya. Melihat kekesalan di wajah Sore, Livy langsung melepas gandengannya itu.


Sore terus-menerus berusaha menelpon Embun namun tetap tidak diangkat, chat tidak dibalas, sudah berhari-hari, berminggu, berbulan tak ada balasan juga darinya. Sikap Sore perlahan kembali menjadi anaknya bandel, yang selalu menyentak siapapun orang yang mengganggunya. Sore yang sadis dan kejam kembali pada asal semula.

__ADS_1


Sore bersama Elisha, Jeo, dan Kio berjalan menyusuri tiap koridor berjajarkan kelas. Semua menatap pada mereka karena melihat mereka amat sangat cantik dan tampan. Membusungkan badan berjalan terus menuju kantin. Sampainya tiba-tiba ada adik kelas laki-laki sedang berlari-larian bersama anak cewek menabrak keras tubuh Sore.


"Punya mata gak lo!" Sentaknya dengan wajah kesal.


"Maaf kak"


"Kalo mau main lari-larian mending lo pergi ke taman bermain!" tambahnya lalu pergi.


"Lagian lo pada ngapain main india-india dikantin" Tambah Jeo sembari menatap tajam wajah kedua adik kelas itu.


"Jangan diulang" Kata Kio.


"Iya kak" jawabnya cepat-cepat pergi.


"Hai Sore!" Sapa Livy sembari memeluk mesra Sore yang sedang duduk dikantin.

__ADS_1


Sore melepas pelukkan itu, karena ia sudah amat muak dengan prilaku Livy yang semakin menjadi-jadi seperti cewek murahan yang selalu nempel sana-sini. Baru saja terbebas dari Livy, masih saja ada adik kelas yang menghampirinya membawa minuman dan memberikannya kepadanya. Tanpa rasa malu mereka berani melakukan seperti itu untuk membuat iri para kaum hawa yang juga menyukai Sore. Memberanikan dirinya, dan menghilangkan rasa malunya. Bagi cowok lain pasti mereka menyukai wanita yang seperti itu, tapi berbeda dengan Sore. Ia tetap menyukai wanita seperti Embun karena ia masih mengharapkannya.


__ADS_2