
Sore yang sibuk fokus dengan bayi dikandungan Lea, sementara Embun yang merasa kehilangan kasih sayang dari Sore. Mulai saat itu Sore menjadi asik dengan Lea, begitupun Embun yang diam-diam juga saling memberi kabar dengan Bio. Entah apa yang dipikiran mereka, jelas-jelas mereka sudah mempunyai pasangan. Namun, malah memilih berselingkuh dibelakang secara bersamaan.
Mereka terus membuat alasan untuk bertemu selingkuhannya dengan apapun caranya. Rela membuat kebohongan-kebohongan yang terus- menerus dibuatnya. Karena, sama-sama berselingkuh mereka berhasil keluar dari rumah itu dengan mudah. Dan melupakan sosok Nino disana.
Kadang Sore tidak pulang kerumah dan menginap di rumah Lea, begitupun Embun. Mereka terus saling bergantian terus menerus seperti itu. Bi Inem yang merasa kejanggalan itu sangat tidak nyaman, karena keduanya seperti tidak merasakan memiliki Nino. Nino terus di urus oleh bi Inem, dari pagi hingga malam dan terus seperti itu tiap harinya.
Kadang juga Sore ataupun Embun berangkat malam-malam bilangnya ada urusan ini itulah. Padahal mereka asik bermesraan dengan selingkuhannya. Memesan hotel dan bermain disana. Teman-temannya tak menyadari karena di kampus kelakuan mereka amat sangat tidak berubah sedikit pun.
__ADS_1
Tapi ada satu temannya yang sudah mengetahui kelakuan yang mereka lakukan, itu Yuna. Ya, Yuna sempat mempergoki mereka. Saat Sore memesan hotel bersama Lea dan bermalam disana. Dan saat Embun bersama Bio masuk ke kamar mandi kampus perempuan lalu menutup erat pintu itu dan tak menyadari keberadaan Yuna disana.
Disaat itulah Yuna mengetahuinya, dan memilih diam, membungkam semuanya yang telah dia ketahui. Tak menceritakan pada siapapun, termasuk pacarnya juga.
Bagi yang belum mengetahui tingkah mereka berdua pasti menganggapnya biasa saja, namun untuk Yuna dengan terus mendengar alasan-alasan yang dilontarkan mereka berdua seperti izin pergi ke kamar mandi atau apalah untuk menemui selingkuhannya itu sangat menjijikan.
Sebenarnya Yuna benar-benar sudah tidak kuat dengan tingkah mereka berdua yang benar-benar buruk itu. Namun, dia juga tidak mau ikut campur dalam hubungan mereka.
__ADS_1
^^^Jadi dong.^^^
"Seneng banget lo" Ucap Yuna.
"Seneng lah" Jawabnya sambil menatap seorang laki-laki di kelasnya.
Malamnya di Club terlihat Livy di boncengi pria dengan motor moge. Dilihat dari motornya itu amat sangat mirip seseorang. Pria itu melepaskan helmnya dan ternyata itu Hiro kekasih Yuna. Mereka masuk ke Club itu dan sudah ditunggu oleh Kio juga disana. Livy duduk di tengah-tengah mereka berdua, Kio dan Hiro asik meminum minumannya hingga mabuk berat. Kepalanya terasa pusing berputar, tingkahnya sudah tak bisa dilawan. Livy yang masih sadar karena tidak ikut mabuk itu tersenyum saat Kio dan Hiro mendekat dan kedua nya mengecup leher Livy dengan cepat nan sangat lama. Livy tersenyum dengan puas sambil memegang kedua kepala mereka dengan menggoda.
__ADS_1
Esoknya di kampus Livy, Kio, dan Hiro tidak berulah mereka berakting agar tidak terlihat mencurigakan. Kadang-kadang jika tidak ada Yuna atau Elisha, Kio ataupun Hiro menggoda Livy dengan menyentuh tubuh belakangnya. Sudah enam bulan mereka seperti itu, awalnya hanya Livy dengan Hiro. Namun, terpergoki oleh Kio dan mereka malah membuat kesepakatan.
Ternyata yang terjadi selama ini bukan hanya mereka yang melakukan tapi ada beberapa lagi yang berani melakukannya.