
"Vi, lo gak nonton turnamen Nino?"
"Engga ah, lagian juga kan gue lagi proses menjauh dari dia"
"Oh iya, gue lupa. Tapi jadi aman banget yah sekarang, hati kita gak jedag-jedug kalo gak ada mereka"
"Emmm.."
"Violet, Mawar ikut saya" Panggil bu Anya sembari melewati kelas mereka.
"Ada apa bu?" Tanya Violet.
"Kalian ikut saya nonton turnamen basket ya"
"Eh engga ah bu, saya mending belajar aja"
"Iya bu, saya juga mau belajar aja"
"Perwakilan kelas"
"Kan udah ada Rere" Jelas Violet.
"Kalian yah!" Jalan nya terhenti karena kesal, mereka berdua terus menjawab omongannya.
__ADS_1
"Udah ikut saya aja"
Mereka ikut meramaikan turnamen, dengan sorakan menyemangati tim sekolahnya. Membuat tak hanya Nino dan Gilang yang semangat, melainkan anak-anak sekolahnya juga ikut bersemangat. Nino tersenyum kepada bu Anya sambil berlari ikut berkumpul dengan timnya. Seperti sudah direncanakan sebelumnya, bu Anya pun membalas senyuman itu.
Disisi lain Violet dan Mawar sedang tidak baik-baik saja, terus menatap ke arah yang berlawanan. Niat hati ingin menjauhkan pandangan dari Nino dan Gilang, tapi kedua laki-laki itu malah terus ada di pandangannya. Jantung terus berdetak tak karuan.
"Aduh.. War. Hati gue udah gak bisa di ganggu gugat ini"
"Sama Vi, gimana dong?" Perasaannya terus tidak tenang hingga, tidak sadar jika turnamen itu selesai.
"Minum" Pinta Nino pada Violet. Violet memberikan minum nya pada Nino, tanpa sadar.
"Bengong mulu,lagi mikirin apaan sih?" Tanya Nino sambil meminum air pemberian Violet.
Tersadar, Violet langsung mengambil air botol punya dirinya di tangan Nino. Dan terus menatap, botol itu sudah mengenai bibirnya Nino. Perasaan bercampur aduk, suasana menjadi aneh dengan senyuman yang diberikan Nino padanya. Senyuman itu sangat manis, ditambah halis yang terangkat satu membuat dirinya tambah terpesona pada Nino. Menggeleng-gelengkan kepala, dan berusaha fokus.
"Ya, lo yang ngasih. Gimana sih"
"Ya tapikan bisa nolak"
"Ya gak bisa lah, kalo yang kasih lo mah. Ngapain juga di tolak" Jantung Violet berdetak, setelah di gombali Nino hingga terbang kelangit.
"Lagian kenapa, dari tadi bengong?" Tanyanya pada Violet serius.
__ADS_1
"Hah?! Siapa yang bengong, orang engga kan War?" Memalingkan wajah ke Mawar, namun keberadaan Mawar hilang.
"Tuh kan.. Bengong. Si Mawar yang disamping lo aja gak tau kemana"
"Kemana emang?"
"Tuh.. dibawa si Gilang" Katanya menunjuk ke arah mereka yang sedang di bawah.
Terlihat jelas Mawar seperti meminta tolong, matanya terus menatap kearah Violet yang baru tersadar dari melamunnya. Terus memberi kode dengan mimik wajahnya agar mencari ide untuk membuatnya menjauh dari Gilang. Lo suruh gue biar lo jauh sama si Gilang? Berbicara lewat telepati pada Mawar. Gue juga terjebak disini, kagak liat lo? Tambahnya. Wajah Mawar tambah mellow, dan mempasrahkan dirinya pada Tuhan.
"Kenapa kok lo jauhin gue mulu?" Tanya Gilang yang langsung to the point.
"Si-siapa yang ngejauh, perasaan lo aja kali. Lagian juga kan kita emang gak deket, ya pastilah jauh"
"Kasih alasan ke gue"
"Alasan apaan sih?"
"Ya lo ngejauh dari gue"
"Orang gue gak ngejauh dari lo" Cuma lo aja yang gak nganggep adanya gue.
"Lo suka sama gue?"
__ADS_1
Kenapa sih nih anak suka banget buat gue tambah degdegan.
......................