Young Dad!

Young Dad!
Chapter 49


__ADS_3

Sore menuruni anak tangga, melihat Embun, Nino, dan Bi Iyem tengah duduk di ruang tamu. Asik mengobrol layaknya keluarga, tawa mereka pun terpancar sangat ceria membuat Sore menjadi tambah merasa berdosa sekali.


Ingin rasa untuk berbalik badan dan kembali ke kamar, tak ingin menghancurkan keceriaan mereka. Bagaimana jika mereka mengetahui kebusukkan yang telah Sore lakukan? Mungkin keceriaan itu akan hilang.


Embun sedang mengandung dan Sore malah asik bermalam dengan Lea di Club. Sekaligus membuatnya mengandung yang nantinya akan menjadi darah dagingnya sendiri. Memikirkannya saja sudah sangat muak, tapi itu terus terbayang terus-menerus di kepala.


Nino memanggilnya, berlari menghampiri Sore sambil bergelantung di kakinya. Memangkunya dan memeluk tubuh kecil Nino lalu menciumnya dengan lembut. Sembari mengibaskan rambut Nino itu lalu tersenyum padanya.


"Kamu mau makan?"


"Boleh"


Embun berandak dari duduknya dan mulai memasak untuk Sore. Terlihat sangat cantik dengan rambut terkuncir, memakai celemek, dan fokus memasak di dapur. Sore tersenyum melihatnya dengan tatapan merasa bersalah.


Selesai memasak dan menyajikannya di meja makan, Sore berterimakasih kepada Embun karena sudah dimasakan makanan kesukaannya. Sore menyantapnya dengan sangat lahap. Sesekali ia menyuapi Embun sambil menarik tubuh Embun untuk tetap dekat dengannya. Dan perlahan menduduki tubuhnya di pahanya seperti memangku.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Embun yang penuh kebingungan.


"Emangnya gak boleh yah ke istri sendiri kaya gini"


"Ya gak apa-apa, tapi tumben aja gitu kamu kaya gini"


"Udah-udah nih makan lagi"


"Kan kamu yang mau makan, masa nyuapin aku terus sih" Ucapnya sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Nino ayo kita main keluar dulu, mereka lagi mengbucin. Gak baik buat dilihat anak kecil dan lansia" Kata Bi Inem sambil membawa Nino bermain keluar membuat Sore dan Embun tertawa senyum.


Esoknya terbangun dari tidurnya dan kembali beraktifitas ke kampus, dengan memboncengi Embun di jok belakangnya yang terus memeluk tubuh Sore dengan erat. Wajah Embun yang sangat dekat dengan wajah Sore membuat ingin menggigitnya.


"Fokus dong, liatnya ke depan" Ucap Embun yang sadar jika Sore terus menatapnya.


"Gak bisa fokus kalo nempel gini"


"Ah kamu" Sore tersenyum sembari mengusap-usap kepala Embun.


Sampai di kampus membukakan helm yang dipakai Embun dengan sangat hati-hati. Seketika membuat Sore membeku saat Embun mengecup bibirnya di parkiran. Karena jarang sekali dia melakukan itu di depan umum.


Turun dari motor tatapan Sore terarah ke Lea yang sedang berdiri menonton kemesraannya dengan Embun. Wajahnya sangat cemburu dan kesal.


Saat Embun pergi dahulu, Sore menarik tangan Lea dan membawanya ke tempat sepi dekat kampus.


"Kenapa sih lo tiap gue lagi sama Embun ada mulu"


"Ya kan aku juga ngampus disini, emangnya kampus ini milik kalian berdua" dengan wajah cemberut kesal.


"Serba salah gue kalo ada ..." Terhenti dengan kecupan yang diberikan Lea pada Sore.


Sore terdiam dan terus terdiam, diam, diam lagi, jadi diam, jadi membeku. Lea memegang wajah Sore dan menariknya mendekat, semakin dekat, mempererat. Tubuh Sore terpentok tembok dengan tingkah Lea yang terus menjadi ganas dan Sore membalikkan posisi dengan terus beraksi bersama Lea di gang sempit. Membuatnya lupa bahwa dirinya sudah memiliki Embun.


Sadar dengan kelakuannya sendiri, Sore melepas ciuman itu dan menjauhkan tubuh Lea yang sangat melekat itu dengan tubuhnya. Meninggalkannya dan menghampiri kamar mandi terlebih dahulu menatap wajahnya agar terlihat tidak terjadi apa-apa. Sampainya ia tidak melihat Embun sama sekali disana.

__ADS_1


"Embun mana?"


"Ketemuan dulu katanya sama orang" jawab Yuna


"Kemana?"


"Gak tau, càri aja paling gak jauh dari kampus"


Sore memutuskan untuk menunggu di kelas dan tak mau merusak pertemuan Embun dengan temannya. Kedatangannya mungkin akan membuat Embun dengan temannya menjadi canggung.


"Gimana kabar Nino"


"Baik kok"


"Syukur deh"


"Udah gitu aja? ngajak ketemuan cuma nanya itu aja? Di chat juga bisa kali" Kata Embun dengan sinis.


"Ya masa nanya kabar kamu, gak baik nanya kabar istri orang kan"


"Ya, ogah juga gue minta di tanyain kabar sama lo"


"Jaga diri lo! Jaga juga Nino" Ucap Bio sambil mengusap kepala Embun dengan halus lalu berjalan pergi.


Embun menatap dan menarik tangan Bio, lalu memeluk tubuh Bio dari belakang dengan sangat erat. Tak habis fikir Bio membalikkan badannya lalu membalas pelukkan Embun.

__ADS_1


__ADS_2