
Sore mencoba menelponnya kembali, nomornya aktif. Terus menunggu berharap akan telfonnya diangkat.
CREK~
Hallo Sore! Apa kabar?
Ia terdiam masih tak percaya bisa mendengar suaranya lagi, sudah 1 tahun berlalu tanpa ada dirinya. Membuat Sore menjadi bahagia walau hanya mendengar suaranya.
Hallo!
Hmmm.. yaudah aku tutup aja kali yah.
"Jangan! kemana aja kamu? Kenapa ngilang gitu aja? Hargain dong perasaan aku!!" Saking bahagiannya membuat dirinya menjadi kesal.
Kok jadi marah-marah sih! Yaudah aku tutup aja.
"Embun..." Nada lemas.
Hahaha.. iya-iya engga. Kamu tanya apa tadi?
"Telinga lo budeg lagi hah!?"
Oho... oke sekarang bilang gue lo yah.
"Embun... jawab dulu pertanyaan aku"
Aku baik-baik aja, kamu gak perlu khawatir.
"Kamu suruh aku jangan khawatir? Aku bener-bener khawatir, aku telfon atau kirim pesan gak pernah tuh kamu angkat ataupun bales"
Yakan itu aku lagi fokus-fokusnya menjaga kandungan aku.
__ADS_1
"Masih kamu jaga anak itu?"
Iya.
"Sekarang?"
Udah lahir, hehehe. Mau liat? Aku kirim fotonya yah.
Embun mengirim foto anaknya itu bersamanya. Tampak sekali wajah Embun yang amat bahagia dengan senyumannya di bibirnya. Anaknya pun sangat tampan.
Tapi kok aneh ya, kenapa anak aku mirip kamu.
"Ya kan aku ayahnya"
Apa sih~ ucapnya sambil tertawa.
"Kapan kamu balik? Aku bakal langsung nikahin kamu"
Sore..
"Hmm?"
"Embun!" kesal mendengar perkataan Embun.
"Aku mau jadi Ayah anak itu, lagi pula si Bio kan gak mau bertanggung jawab" Tambahnya.
Dia bilang dia udah siap.
Perasaannya menjadi hancur seketika, mendengarnya membuat hatinya menjadi amat sangat menyakitkan, dunianya pun menjadi hancur.
Sore...
__ADS_1
Sore...
"Hmm?"
Kamu marah?
"Hmm?"
Maaf ya sekalinya telfon buat hati kamu jadi sakit gini. Nanti aku telfon lagi yah.
"Jangan di tutup!"
Kenapa? ada yang mau diomongin lagi?
"Embun.. bisakan kamu nikah sama aku aja"
ahaha, maunya gitu. Tapi untuk sekarang aku lebih mementingkan anak aku.
"Pokoknya kamu harus nikah sama aku"
Sore.. Gimana kamu mulai buka hati ke cewek lain? Stop yah berharap sama aku, gak baik. Kamu terus suka sama aku, kamu bakal terus sakit. Aku gak mau liat kamu sakit terus karena aku.
"Embun! Pokoknya aku tetep suka sama kamu, kamu kenapa sih suruh aku nyari cewek lain. Gak ada yang sama kaya kamu"
Ada. Kamu nya aja yang belum siap membuka hati ke cewek lain.
SAYANG! Sini dong lama banget ke kamar mandinya. — terdengar sangat jelas itu suara Bio memanggilnya.
Aku tutup dulu yah telfonnya.
TUTTTT... TUTTTTTT.. TUTTTTTT — dimatikan.
__ADS_1
Jadi sampe disini aja perjuangan gue selama ini nunggu lo tanpa membuka hati ke cewek lain. Tapi lo dengan mudah suruh gue buat lupain lo. Mudah banget buat lo, tapi gak mudah buat gue. Susah! Walaupun mencoba buat melupakan, gimana suatu saat nanti gue bakal liat wajah lo lagi dan gue tetep gak bisa lupain lo? kalau memang tau kedepannya bakal gini, gue mending dari awal berharap gak mau ketemu lo Bun..