Young Dad!

Young Dad!
Chapter 37


__ADS_3

Embun terus mendiamkan Sore, terus memalingkan tatapannya tapi tidak di ikut sertakan dengan wajah. Hanya mengangguk saja tiap kali Sore berbicara. Sore menyadari jika Embun yang masih tidak percaya padanya. Sore melingkarkan tangan memeluk bahu dan punggung Embun, menyandarkan kepala nya pada kepala Embun. Terus memeluk nya yang terus tak ada reaksi apa-apa. Terdengar sekali hela nafas panjang Embun, melirik sekeliling dan mengabaikan Sore. Saat dilihat lagi mata nya sudah berkaca-kaca menahan tangisnya, perasaan marah dan kecewa terlihat jelas pada mimik wajahnya. Sore yang sedari awal terus mencoba untuk membuatnya percaya tetap tidak bisa dengan mudah. Sudah setengah jam Sore memeluknya, tanpa mengobrol apapun disana. Hingga akhirnya Sore tidak tahan lagi dan membawanya pergi ke rumahnya.


Langit sudah berganti menjadi pagi. Sore terbangun dari tidurnya meraba-raba samping tempat tidur nya itu, namun tidak ada keberadaan Embun disana. Langsung membuka mata dan menatap sekeliling tetap tak melihatnya.


Sudah pukul tujuh Sore sudah siap dan rapih, menyalakan motornya itu dan menjemput Embun dengan wajah sumringah.


TIN..


TIN..


Klakson Sore terus berbunyi, dan tak lama Embun menghampiri Sore sembari membawa bayinya itu yang dinamai Nino.


"Hallo sayang aku, bayi aku, gantengnya aku" Embun yang melihat kelakuan Sore itu mendadak tersenyum bahagia. Semakin akrab Sore dengan Jiun.


Sampai-sampai Nino memanggil Sore sebagai Ayahnya sendiri. Dan Sore pun sudah menganggapnya sebagai anaknya.

__ADS_1


"Papah berangkat ngampus dulu yah"


"Sini-sini biar Ayah yang gendong Nino, lama-lama disini nanti kalian telat lagi" ucap Ayah Embun.


Setelah berpamitan, Sore dan Embun berangkat hingga tibanya di kampus. Masih pagi mereka melihat Vina yang sedang cekcok saling adu mulut ditelfon. Berbicara dengan nada kecil namun masih terdengar samar ditelinga.


"Aku kemarin udah periksa pake tespek, dan hasilnya garis dua. Gimana ini? Aku minta kamu harus tanggung jawab"


"Tanggung jawab gimana? Suruh siapa lo jadi cewek kok gampangan banget" suara anak laki-laki ditelfon.


"Terserah lo, gue tetep gak akan tanggung jawab. Siapa tau tuh anak di kandungan lo bukan darah daging gue. Melainkan benih-benih cinta lo sama cowok lain"


"Aku cuma sama kamu gak ada cowok lain"


"Jangan suka ngada-ngada gue tau akal busuk lo"

__ADS_1


"Pokoknya aku mau kamu harus tanggung jawab, kalo engga aku bakal samperin rumah kamu dan kasih tau ke orang tua kamu"


"Eh jangan so-so ngancem gue ya, kalo lo kasih tau orang tua gue. Gue bakal bunuh lo"


"Terserah aku cuma mau kamu tanggung jawab udah itu aja"


"Gue bilang engga ya engga"


KLEK..


"BIO!!" Teriak Vina membuat Sore dan Embun saling menatap dengan wajah yang sama-sama tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Vina terus-menerus mencoba kembali menelfon Bio tapi tetap tak ada jawaban. Pergi dengan wajah kesalnya, tanpa sadar sekelilingnya.


"Aku gak salah denger kan?" Tanya Embun dan Sore mengangguk.


"Gila banget tuh si Bio. So kecakepan banget tuh anak, gak jadi nikahin gue karena dia main sama cewek lain ternyata!" Lontara kesal Embun keluar begitu saja.

__ADS_1


"Tunggu-tunggu! Jadi kamu masih berharap sama si Bio?!" Tanya Sore dengan wajah yang serius.


__ADS_2