Young Dad!

Young Dad!
Chapter 16


__ADS_3

Selesai menyantap makanan yang telah dibuat bi inem, Embun tidak bisa berlama-lama karena pukul sudah menuju pukul enam. Lalu dia berpamitan kepada bi inem.


"Den antar dong"


"Iya bi ini juga mau di antar kok"


"Makasih ya bi atas makanannya, super enak banget"


"Iya dong masakan bi inem" membanggakan dirinya.


"Yasudah bi, saya pamit dulu yah"


"Iya neng, hati-hati yah. Kalo si aden macem-macem pukul aja biar kapok"


"Siap bi" terlihat wajahnya sudah berubah menjadi ceria kembali, wajah Sore pun ikut senang saat melihatnya.


Sudah sampai, mereka berdiri di depan rumah Embun. Saling menatap seakan-akan saling menunggu untuk memulai berbicara. Dan Sore pun memulainya, ucapannya yang keluar membuat mata Embun berkaca-kaca.


Kalo ada masalah cerita ya — katanya sembari mengelus-elus rambut Embun dengan lembut.


Sore terus menunggu jawaban Embun namun dia hanya terdiam dan menatap, jelas sekali seperti ingin berbicara namun tak bisa. Matanya terus menatap mata Sore, sangat sejuk sekali menatap mata Embun. Namun, kali ini berbeda rasanya ada rasa yang membuatnya ikut merasakan kesedihan Embun.


Yaudah masuk yah, dingin banget diluar. Aku pulang dulu yah.


Sore memastikan terlebih dulu Embun masuk kedalam rumah, dan baru ia pergi kembali ke rumahnya. Sepanjang perjalanan ia terus bertanya-tanya ada hubungan apa Embun dengan Bio.

__ADS_1


Esoknya, Sore keluar dari rumah sambil memainkan kunci motornya di tangannya. Sontak ia kaget melihat Bio ada di depan rumahnya itu, ia terus menatap memastikan jika itu memang benar dirinya.


"Ngapain lo?"


"Harusnya gue yang tanya, lo ngapain di sini. Ini rumah Embun kan?"


"Keliatannya lo kenal Embun"


"Ya iya lah, secara gue yang ngamilin dia"


"Apa maksud lo!" Teriak Sore dengan wajah sangat kesal menatap sangar sambil menarik kerah baju Bio.


"Lo belum tau dia hamil? hamil anak gue" Jelasnya.


"Jadi mending lo jauh-jauh dari Embun" Tambahnya.


Pergi ke sekolah pun amat tidak semangat bagi Sore, Jeo dan Kio menyapa pun ia tidak membalas sama sekali.


"Embun mana?" Tanya Sore karena melihat bangku Embun yang masih kosong.


"Katanya bareng lo, parah lo gak jemput dia?" Ucap Elisha.


Sore tersadar dan langsung mengambil kunci motornya itu dan pergi.


"Mau kemana lo?" Tanya Kio.

__ADS_1


"Jemput Embun" Jawabnya sambil berlari cepat.


"Idih emangnya Embun ratu apa, pake diantar jemput" Oceh Livy.


"Bilang aja lo ngiri medusa" ucap sangar Elisha.


"Dasar nenek lampir lo" ucap tidak mau kalah Livy.


"Heh-heh kok jadi malah berantem sih" melerai Kio.


"Iya samanya aja lo Sha" Ucap Jeo.


"Eh napa jadi nyalahin gue" Kesalnya.


"Iya kenapa lo jadi nyalahin Elisha" Ikut kesal Kio.


"Makasih ya Jeo, udah bela Livy" Kata Livy sambil menggandeng Jeo dengan lembut dan manisnya.


"Najis, pengen muntah gue" Kata Elisha.


"Ngiri bilang bos" Ucap Jeo.


"Cuhhhh!" Melempar ludah kepada Jeo sehingga Livy langsung menjauh dan melepas gandengannya itu.


"Elisha gila lo ya, idih lo gak gosok gigi berapa bulan woy!!!" Teriaknya sambil mencium ludah Elisha di bajunya itu.

__ADS_1


"Mampus lo, akibat membangunkan singa betina jadi begini kan" Ucap puas Kio.


__ADS_2