
Sudah setahun setengah dilewati, Sore sudah bertunangan dengan Embun. Nampak cantik jari manis kedua nya sudah terpasang cincin. Bukan hanya Sore, Hiro juga berhasil melamar Yuna. Kio sukses meluluhkan kembali hati Elisha dan sekarang mereka berpacaran jalan enam bulan. Jeo sedang berjuang mendapatkan cinta Livy, dan Gio masih jomblo, sendirian, sendirian, jadi nyamuk, sampai jadi kambing conge. Kasihan sekali ya, yuk boleh lah di order Gio nya.
"Rencana kapan nikah?" Tanya Sore kepada Hiro.
"Secepatnya, lo kapan?" Tanya balik.
"Yang sebulan lagi gimana?" Tanya nya.
"Sebulan?"
"Iya, kan biar cepet sekamar"
"Astaga, pikiran lo ya" Elisha tutup telinga.
"Ya bagus dong berarti kak Sore memikirkan buat ke depan nya. Yang gak bagus itu pacaran tapi belum diseriusin" Celoteh puas Yuna.
"Eh lo baru ngampus belum setahun aja udah bikin gue darah tinggi" kesal Elisha yang akan menghantam Yuna, namun di tahan oleh Embun dan Livy.
"Hmmm, berarti gue di tinggal nikah dong sama Sore" ucap Livy dengan sedih.
"Kan ada gue Livy, ada gue disini. Stop melihat keberadaan Sore, lihatlah keberadaan gue yang selalu ada buat lo"
"Najis! pengen muntah gue" Jeo yang sangat lebay membuat Livy menjadi enek.
"Yang kuat ya kak Jeo" Yuna mengelus punggung Jeo.
"Eh apaan kamu sentuh-sentuh si Jeo" cemburu Hiro.
__ADS_1
"Mulai deh cemburu nya kumat" ucap Yuna.
"Ternyata sama ya kaya dia, cemburuan tingkat dewa" kata Embun sembari menunjuk ke arah Sore.
"Yang kita rencana mau punya anak berapa?"
"Sore masa nanya kaya gitu sih, kita baru tunangan" memegang wajah Sore sembari memainkan nya.
Sore mengecup bibir Embun berkali-kali di depan banyak orang, membuat semua orang tercenga-cenga karena tingkah berani Sore.
"Embun bisa-bisa nya lo gak nolak" Kata Elisha.
"Kamu juga nanti ngerasain gimana rasa nya" Jawab Embun membuat Sore tersenyum.
"Anjir, berarti kalian sering begituan" Sirik Gio, Jeo, dan Kio.
"Ya jangan di bongkar di sini juga kali"
"Ya gak apa-apa dong, kamu mau?"
"Mau apaan?"
"Gituan"
"Astaga, kita tutup obrolan hari ini oke. Karena obrolan hari ini sudah melenceng di luar batas dan melampauinya" Kata Gio memubarkan semua yang ada di sana.
"Yaudah gue ke wc dulu, kalian duluan aja" Kata Sore lalu pergi ke Wc sendirian.
__ADS_1
Baru beberapa menit, tiba-tiba ada suara teriakan seorang gadis membuat ke delapan anak itu berlari menghampiri suara nya yang mengarah pada Wc kampus. Semua mata tak percaya dengan apa yang mereka lihat di depan matanya ada sosok Sore dengan Vina yang sudah acak-acakan dengan baju yang sobek sana-sini seperti baru di lecehkan.
"Ini gak seperti yang kamu liat Bun"
"Jangan bohong"
"Serius! Dia dateng ke aku terus bilang ada kecoa, gak mungkin kan aku gak tolong. Pas sampe dia acak-acakin rambut sambil nyobekin baju nya sendiri, terus teriak gak jelas kaya tadi"
"Gak dia bohong, tadi dia maksa peluk gue. Terus dia cium gue, gue berusaha nolak tapi dia tetep maksa. Hampir mau buka baju gue, tapi gue sebisa mungkin buat menghindar dan alhasil baju gue sobek gini" Bantah keras Vina.
"Eh jangan asal ngomong lo, sebejat-bejat nya gue. Gak sampe ngelecehin cewek" tambah kesal Sore.
"Lagi buat alur cerita kaya di tv-tv kan lo! Banyak banget nih adegan kek gini" Ikut kesal Livy.
"Mending insyaf deh lo Vin, Istigfar gak baik kaya gini" Kata Gio.
"Dia kristen tolol" Kata Jeo.
"Gue serius gak bohong"
"Tadi lo bilang dia cium lo dengan paksa kan? Tapi kenapa lipstik lo gak belepotan sana-sini, masih bae-bae aja gue liat" Cerocos Livy yang terus-menerus.
"Bener juga, terus kalo lo di lecehin Sore kenapa lo gak mewek? Malah adem-ayem aja tuh make up stay di wajah lo" tambah Elisha.
Vina terpojoki dan langsung berlari menjauh dari kerumunan anak-anak di kampus. Sore menghampiri Embun dan terus membuat Embun mengerti sembari memeluk dan mencium kening nya.
"Hati-hati deh kalian sama tuh anak, semakin kesini semakin menjadi aja" Ucap Elisha memberi peringatan.
__ADS_1