Young Dad!

Young Dad!
Chapter 40 : Wedding?


__ADS_3

Embun menarik Sore menjauh dari keramaian, dan terus memasang wajah cemburunya dihadapan Sore.


"Kenapa? Cemburu ya?"


"Ya iyalah masa gak cemburu"


"Bagus dong, tandanya kamu cinta sama aku. Udah jangan difikirin, walau dia lebih cantik dari kamu, aku cuma sayang sama kamu kok"


"Hah? Gimana? Dia lebih cantik dari aku? Kamu serius? Aku gak salah dengerkan?"


"I-iiya.. Eh bukan gitu maksud aku" ucapnya disertai tawa kecil.


"Bener-bener ya kamu mah ih" cubit kecil pinggang Sore.

__ADS_1


Acara Festival hari kedua lancar dengan sorakan meriah penonton yang memadati lapangan. Ada juga yang sedang menyantap makanan di bawah payung besar yang berdiri di sudut-sudut lapangan sembari menonton pertunjukan.


"Kak boleh minta foto gak?" Tanya anak laki-laki tampan sekitar 17 tahunan menatap Embun.


"Boleh-boleh sama gue kan?" Kata Sore menghampiri dan merangkulnya.


"Eh ... bu..."


"Udah gak apa-apa jangan gugup gitu dong, gue gak akan makan lo" menepuk bahunya. Embun menahan tawanya dan memotret mereka berdua yang sangat mesra namun anak itu sangat tertekan.


Aku sosial media kampus mendadak bertambah follower dan banyak sekali postingan yang mengetag. Tampak semua wajah amat ceria dengan adanya festival, bukan hanya kalangan dari penonton luar tapi juga anak kampus.


Festival ini benar-benar menjadi acara yang paling menarik dari tahun ke tahun. Karena biasanya festival di kampus tidak diselenggarakan untuk umum, jadi tahun ini lah yang sangat menarik.

__ADS_1


Tiba-tiba Embun mendekat kearah Sore dengan sangat dekat, membuat jantungnya terus berdetak kencang. Sambil berbisik di telinga "Gimana kita nikah secepatnya?" Bisikan itu membuat dada menjadi sesak karena detak jantung nya semakin cepat. Perlahan Embun mendekat dan apa yang terjadi? jantung Sore serasa meledak wajahnya menjadi memerah. Ciuman yang diberikan Embun membuat suasana menjadi tambah romantis, malam yang indah untuk mereka berdua ditemani oleh suara ledakan-ledakan kembang api di langit.


...P e r n i k a h a n....


Seminggu sejak Embun mengajaknya menikah, Sore sudah mempersiapkan semuanya. Juga sudah mengundang orang-orang terdekat. Teman-temannya ikut senang dengan kabar gembira itu, dan mensupport kedua. Mereka memilih untuk tak perlu waktu lama berpacaran, mereka cukup menjalaninya selama dua tahun lebih.


Hari pernikahan tiba, Embun tampak cantik memakai gaun pengantin mermaid sabrina berwarna putih. Tak kalah Sore juga amat sangat tampan memakai jas yang berwarna seiras dengan gaun Embun. Jas tidak dikancingkan dan kancing kemeja atasnya terbuka membuat pesona nya menjadi sangat menarik.


Resepsi pernikahan dengan suasana malam hari ditaburi jutaan bintang dan cahaya lembut bulan yang menambah keanggunan pernikahan. Membuat para tamu undangan sangat terpukau. Embun tersenyum senang sembari menggenggap tangan Sore, saling tatap menatap satu sama lain berjalan diatas karpet merah dengan ditemani kembang api berjejer dipegang teman-temannya menambah cantik nuansa pernikahan.


Bernyanyi-nyanyi mengasikkan acara, teman-temannya pun ikut menyumbang lagu untuk pasangan baru itu membuat semua tertawa dengan sikap konyol lima pria itu. Sore mendekati Ayahnya dengan terus menggenggam ponsel ditangan.


"Ibu belum sampai juga?" bisik ditelinga Ayahnya dengan ditutupi punggung tangan.

__ADS_1


"Masih diperjalanan, tunggu saja. Udah sana, kesian tuh Embun sendirian" Jawabnya.


Malam yang panjang dengan perasaan yang terus membuat sangat khawatir akan Ibunya yang belum sampai juga ke tanah air.


__ADS_2