Young Dad!

Young Dad!
G2 Chapter 60


__ADS_3

Berjalan sembari menggendong Mawar, membuat jantung Mawar terus berdetak tak karuan. Bagaimana tidak tubuhnya amat dekat dengannya.


"Mangkanya kalo jalan pake mata" Omel Gilang.


"Jalan pake kaki Lang"


"Ya kan sebelum jalan ngeliat dulu pake mata"


"Iyaa.. Iya.."


"Eh ngapain lo, kok marahin Mawar gue?" Marah Njan.


"Mawar lo? Emang lo udah terima cintanya si Njan.?"


"Engga, kan gue udah tolak" Jleb. Tambah hancur hati Njan.


"Sabar Deb, sabar.." Nino menguatkan sembari mengelus-elus punggung Debo.


Gilang membawanya ke tendanya sembari mengobati luka-luka ditangan dan kaki Mawar. Semua anak-anak, juga guru panik saat melihat Mawar penuh dengan luka.


Gilang menghela nafas kembali saat melihat luka-luka itu. Menatap wajah Mawar dengan sangar, membuat Mawar tak berani menatapnya. Terus menundukkan kepalanya, untuk mencari aman.


"Nanti lagi, kalo jatoh ke jurang. Langsung aja masuk ke jurangnya, jangan setengah-setengah" Katanya membuat Mawar terheran-heran dengan ucapan Gilang.


"Oh.. Oke" Jawabnya mengiyakan. Gilang benar-benar tambah kesal dengan jawaban Mawar. Terus mengobatinya tanpa pakai hati.


"Aw!! pelan-pelan dong" Teriak kesakitan Mawar, langsung menghempaskan tangan Gilang.


"Abisnya kesel banget gue sama lo"


"Yaudah, sini gue bisa sendiri"


"Yaudah!!" Gilang langsung meninggalkan Mawar sendirian, Mawar benar-benar tak percaya saat Gilang benar-benar pergi meninggalkannya. Dan mencoba kuat, menahan tangisnya. Lalu mengobati lukanya sendiri.


"Tangan lo" Ucap Nino dengan memegang tangan Violet. Karena, baru tersadar akan luka di bagian dalam tangan Violet juga terluka.


"Lepas!"

__ADS_1


"Gue obatin"


"Gak usah lebay, cuma goresan doang"


"Goresan juga harus diobatin, kalo dibiarin bahaya"


"Gue bilang gak usah, ya gak usah" Keras kepalanya Violet membuat Nino habis kesabarannya dan mengndongan dengan cara Fireman's Carry.



"Udah gila lo, turunin gue gak!" pukul terus tubuh Nino.


"Nino!"


"Apa sayang?"


"Gue tabok baru tau rasa lo"


"Gue iklas kok ditabok bidadari"


"Ish!! Cepet lepasin gue gak!"


"Nino!!!"


"Nanti ya sayang" Violet sudah tak tahan dengan Nino. Sudah mempasrahkan dirinya, tubuhnya sudah lemas seperti orang mati. Tidak berkutik sama sekali. Nino menurunkan Violet dan mengobati lukanya di tendanya.


Esoknya hari terakhir mereka disana, pagi-pagi mereka melakukan aksi bersih-bersih. Mengumpulkan semua sampah di lingkungan itu dan melepas tenda masing-masing.


"Gue bantu yah" Rama menawarkan diri untuk membantu.


"Boleh" Jawab Violet karena dirinya kebetulan susah melepas tendanya.


Baru melangkah Nino sudah berjalan lebih dulu melepas tenda milik Violet dan Mawar. Mereka saling adu kecepatan melepas tenda itu, dengan wajah yang saling beradu telepati.


"Makasih yah"


"Sama-sama Vi" Jawab bareng Nino dan Rama.

__ADS_1


"Apa lo!?" Tatap Rama dengan sinis.


"Apa, ngajak ribut?"


Violet membantu pak Mahmud memegang absen, mengabsen semua murid. Memastikan mereka aman dan hadir.


"Mawar"


"Ada"


"Gilang" Mengangkat tangannya.


"Debo"


"Huadeeeer"


"Satria"


"Baja hitam!!" Teriak Debo membuat semua orang tertawa. Dan langsung disuntrungi oleh Satria habis-habisan karena malu.


"Rere" Tak menjawab.


"Rere" Tak menjawab lagi.


"Rere" Gilang mengangkatkan tangannya itu, membuat Mawar sangat cemburu.


"Rama"


"Hadir"


"Nino"


"Iya sayang ada apa?"


Cieeeeee!!!!!!!!


ashiekwlajpaakap hati Violet sudah campur aduk malu sekali di cie-ciein anak-anak dan Bu Anya pun ikut-ikutan menggodanya. Nino dan Rama saling cepat-cepat masuk kedalam bis untuk bisa duduk bersebelah dengan Violet.

__ADS_1


Gubrak~


Mereka berdua terjatuh karena tingkah mereka sendiri. Habis-habisan mereka ditertawai oleh semua orang yang ada di bis. Rama menarik jaket Nino yang hendak duduk di samping Violet. Namun, Mawar dengan santainya duduk disana tanpa dosa membuat Nino dan Rama cengo melongo menatapnya.


__ADS_2