
Sesuai kesepakatan Embun akan membongkar semua kebohongan Lea besok. Dipagi hari Embun sudah melabrak Lea dengan para geng nya. Mendorong tubuh Lea hingga tubuhnya terpental keras ke tembok. Tengilnya Lea malah tersenyum sinis sambil menatap kearah mereka berempat. Embun menjambak rambutnya dengan memberi tatapan amarah.
"O-Ow!" Tengil Lea.
"Kayanya sekarang lo udah tau ya hubungan gue sama Sore. Gue hamil anak Sore, jadi lo gak bisa macem-macem sama gue" tambahnya dengan wajah yang sok manis.
"Masih gak percaya? Harus gue telfon Sore biar dateng kesini, terus liat gue dengan keadaan yang seperti ini. Yang ada nanti lo kena semprot sama Sore. Mending pergi deh lo pada sekarang, sebelum gue telfon Sore" Tambahnya mengancam Embun, dengan tengil dan percaya diri.
"Mulut lo ngebacot mulu yah" Ucap Elisha kesal sambil menendang.
"Yaudah cepet telfon Sore sekarang" Dengan senang hati Lea langsung menelfon Sore dengan perintah Embun sendiri.
"Lama banget, apa udah gak dianggap lo sama Sore" Tawa puas Embun diikuti Elisha, Yuna, dan Livy.
__ADS_1
"Engga. Engga mungkin" Ucapnya karena Sore tak menjawab telfonnya. Re... Ayo dong angkat. gumamnya terus menerus.
"Udahlah ke intinya aja, sekarang lo gak usah deket-deket Sore lagi, muak gue liat lo terus nyari perhatian ke suami gue. Gue tau Sore gue itu cowok idaman para wanita, tapi lo gak embat juga cowok yang udah ada istri" Suntrung Lea dengan jarinya.
"Sore lo? Dia Sore gue bukan punya lo!" Teriak Lea.
"Udah gila nih anak ckckckck. Lo susah laku ya? Mau gue cari orang buat jual diri lo, biar cepet laku gitu?"
"(menghela nafas dengan tak percaya apa yang dia dengar) Se-gak lakunya gue, gue gak pernah embat pacar temen sendiri" Ucapnya dengan sangat sangar ditemani dengan amarahnya.
"Pake pura-pura gak tau segala lagi" Tawa Lea karena tak percaya mendengarnya. Lea mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Livy dengan Kio dan Hiro di Club.
"Gak! Itu edit"
__ADS_1
"Masih bisa nyela kalo sama video ini?" Lea lalu melihatkan video mereka. Embun,Elisha, dan Yuna sangat tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Udah gila lo HAH!" Teriak Elisha.
Yuna langsung menampar keras wajah Livy dengan amarah yang terpancar di wajahnya. Tak sekali Livy mendapatkan tamparan, dia mendapat tamparan beberapa kali. Elisha terus-menerus memukul wajah Livy hingga terjatuh. Walau sudah terjatuh pun Elisha terus memukulnya berkali-kali karena dia merasa di khianati. Embun merangkul Yuna yang terjatuh ke tanah, karena kakinya lemas saat melihat video itu.
"Maafin gue, bukan gue yang mulai tapi Hiro" melemparkan kesalahannya.
"Gue tau cowok gue sama cowok Yuna juga salah, tapi gak mungkin mereka mulai kalo lo gak ngegoda!!" Elisha menyentak keras Livy.
"Udah-udah Sha" Embun melerai, menjauhkan tubuh Elisha dari Livy yang sudah menerima tamparan yang amat banyak itu.
"Gue peringatin ke lo. Jangan nampakin wajah lo dihadapan gue lagi, dan jangan sok kenal ke gue. Lo bukan bagian dari sabahat gue lagi" Bejalan pergi dengan membantu Yuna berdiri dan mereka bertiga menjauh dari sana meninggalkan Livy dan Lea.
__ADS_1
"Hebat banget pertunjukkan nya ckckckck. Ternyata bisa hancur juga persahabatan lo. Jadi jangan sok menceramahi gue, kalo diri lo aja perlu diceramahi" Lea meninggalkan Livy yang masih terbaring di tanah, dengan perasaan yang benar-benar puas melihat keadaan Livy.