Young Dad!

Young Dad!
Chapter 13


__ADS_3

Sore membuat janji bertemu Embun di caffe dekat rumahnya, memakai hoodie berwarna hitam sembari menutupi kepalanya dengan kupluk, celana panjang training, sepatu sport berwarna putih bersih. Ia sudah tiba di caffe itu terus menunggu Embun yang belum tiba. sudah 15 menit ia menunggu namun Embun belum saja tiba, ya tidak salah Embun. Sorenya yang terlalu cepat datang, perjanjian pukul tujuh malam. Tapi Ia sudah tiba pukul setengah tujuh. Terus menunggunya dan terdengar suara pintu tanda orang baru saja datang, mata nya lalu melihat kearah suara itu dan benar saja itu Embun. Sangat cantik, rambutnya terkuncir cantik, memakai jaket parasut terbuka, dan memakai celana panjang training. Jika dilihat-lihat style nya hampir sama dengannya, warnanya juga sangat sama hitam-hitam. Ia melambaikan tangan kearah Embun, dan Embun menghampirinya. Langkah kecil berlarinya kaki Embun yang sangat lucu terus mendekatinya membuat jantungnya terus berdetak kencang sampai membuat dirinya tidak bisa menutupi bahwa ia benar-benar menyukainya. Tatapan mata Embun yang terus memandangnya sambil tersenyum cantik di bibirnya, memasukkan kedua tangannya itu kedalam saku jaketnya.


Astaga! Kenapa tambah imut sih ni anak.. — gumam dalam hati.


"Maaf ya, udah lama nunggunya?"


"Ah.. engga saya baru sampai kok"


"Oh ya? ada apa, tumben ngajak ketemuan"


"Eee- jadi gini...." Ucap yang ragu-ragu.


"Gimana kalo sambil makan? saya laper nih. Kamu yang telaktir kan?"


"Oh iya-iya boleh, silahkan"


Pesanan mereka sudah sampai, Embun yang sangat asik menyantap makanan itu. Sedangkan Sore yang terus stres memikirkan bagaimana cara menyatakan perasaannya. Rasanya bingung setengah mati, sudah disiapkan dari rumah perkataan. Namun, malah hilang semua di ingatan.


"Pucet banget muka kamu, kamu sakit?" ucap Embun sambil memeriksa dahi Sore dengan punggung tangannya.


Dengan lo tambah perhatian ke gue, kenapa gue jadi susah buat ngungkapinnya. Jantung gue tambah degdegan ini — Gumamnya lagi dalam hati.

__ADS_1


"Engga apa-apa, panas aja"


"panas? orang dingin kok"


"Oh dingin yah"


"Oh ya, katanya mau ngomong. Mau ngomong apa?"


"Eeee..."


"Iya...??" menunggu Sore melanjutkan omongannya.


Gue suka sama lo.


"Jangan bercanda"


"Saya serius"


Tambah bingung Embun untuk menjawabnya.


"Saya sudah anggap kamu teman gak lebih" Jawaban Embun membuat Sore menciut dan ingin rasanya menghilang dari sana secepat mungkin karena malu akan cintanya yang di tolak dengan sangat cepat langsung dihadapannya sangat sakit.

__ADS_1


"Gini ya ternyata rasanya di tolak" Ucap Sore lesu.


"Maaf ya, gini aja mending kamu lepar rasa suka ke saya jadi ke Elisha. Gimana?"


"Apaan sih! Orang saya suka ke kamu, kenapa suruh main lepar gitu aja" Jadi kesal Sore.


"Ya mau gimana lagi saya gak ada rasa sama kamu"


"Cukup dengan penolakan kamu yang terus keluar dari mulut kamu itu buat saya tambah sakit hati"


"Kalo ke anak ibu kantin di sekolah gimana? cantik loh dia"


"Embun cukup ya! buat saya jadi kesal saja"


"Oke siap" melanjutkan makannya.


"Eeee...." baru akan berbicara sudah di potong oleh Sore.


"Makan cepat, sudah malam"


"Boleh minta buat dibawah ke rumah juga gak?"

__ADS_1


"Iya ya boleh" jawab Sore


__ADS_2