Young Dad!

Young Dad!
Chapter 22


__ADS_3

Sore berjalan pergi ke kantin bersama Jeo dan Kio, asik berbincang hingga tak sadar dirinya menabrak kencang tubuh anak cewek, itu adik kelasnya.


"Sorry-sorry"


"Gak apa-apa kok kak, salah aku tadi gak liat jalan"


"Gak apa-apa kan? Bentar gue ganti minuman yang tumpah" Sore pergi membeli minuman yang sama percis dengan minuman yang dibeli anak cewek itu.


"Nih! Sekali lagi gue minta maaf" ucapnya lagi lalu pergi meninggalkannya.


Sore!!


Sapa Embun memeluk Sore.


Anjir! kenapa nih anak peluk-peluk gue segala sih.


"Lo berdua udah jadian?" Tanya Jeo.


"Hah! Belum..." Jawab Sore.


"Ini gue juga bingung kenapa ini anak tiba-tiba meluk gue, mana buat jantung gue dagdigdug. Emangnya kamu mau tanggung jawab karena udah buat hati saya dagdigdug kaya gini?"


"Emangnya gak boleh? Kalo gak boleh gak akan saya ulangi"


"Bukan gitu, cuma aneh aja kamu tiba-tiba begitu"

__ADS_1


"Elisha sini" Embun mengangkat tangannya memanggil Elisha yang baru sampai di kantin.


"Sore, lo jadi idaman para cewek yah ternyata" Kata Elisha sembari duduk memakan makanan yang sudah di pesan Kio.


"Tau dari mana lo?" Kepo Jeo.


"Dari Wc sampe gue sampe sini tuh anak-anak pada ngomongin lo, sampe enek gue dengernya" Cerita Elisha kepada yang lain.


"Dari dulu emang gue jadi perbincangan kaum wanita kali"


"Idih!"


Sore menyombongkan dirinya dan menatap kearah Embun yang tidak bereaksi sama sekali, yang malah terus melahap makanannya.


"Bun, hari ini jadikan ke gramed anter gue"


"Aku ikut" Kata Sore sambil menunjuk-nunjuk dirinya.


"Gue juga ikut" Kata Kio.


"Aela gue jadi nyamuk ini mah" Rengek Jeo.


Sepulang sekolah, tidak ada jadwal latihan apapun. Dan Sore mengantar Embun ke Gramed. Sampai disana Sore terus berdekatan dengan Embun seakan-akan takut kehilangan. Kemanapun Embun melangkah pasti Sore mengikutinya.


"Ngapain ngikutin sih" kesal Embun sembari menatap Sore.

__ADS_1


"Ya emangnya kenapa? gak apa-apa dong"


"Risih diikutin mulu"


"Oh jadi kamu risih"


"pake banget"


"Tapi gimana lagi saya gak mau jauh-jauh" Ucapnya. Ia terus menatap wajah Embun yang kesal dengannya. Sangat menakutkan namun juga membuatnya menjadi lucu. Ingin rasa mencubitnya, namun takut ditabok.


Baru ditinggal sebentar ke Wc, balik-balik Sore melihat Embun sudah menaiki tangga kecil untuk mengambil salah satu buku di rak tinggi. Sore menghampirinya dan menurunkannya dengan memeluk tubuhnya seperti anak kecil dan mengambilkan buku itu lalu memberikannya pada Embun.


"Nanti jatoh gimana? Apa salahnya tunggu saya"


"Kenapa jadi marah-marah" jawabnya sambil meninggalkan pergi Sore.


"Eh! Kamu malah tinggalin saya sih" Cepat-cepat menghampirinya dengan terus menggenggam tangannya.


"Ngapain pegang-pegang, nanti kalo ada anak Sma Angkasa liat berabe"


Epilog


"Gilaaa! Beruntung banget lo"


"Seneng banget gue!!! Yang tadi itu kak Sore kan?"

__ADS_1


Embun ada disana dengan memasang wajah yang jijik dengan kelakuan adik kelasnya yang dengan sengaja dia menumpahkan minuman untuk mencuri perhatian Sore.


"Drama pendek yang sangat jijik untuk di tonton" Ujar Embun dengan sinis sampai ke telinga dua adik kelasnya itu. Berjalan menghampiri Sore yang sedang duduk di kantin dengan memeluk mesra membuat kedua bocah itu terpaku melihatnya.


__ADS_2