
Dimalam hari sekitar pukul sepuluh malam, Sore tengah asik bertelfonan dengan Embun yang baru saja menidurkan anaknya itu.
Besok aku jemput ya.
^^^Iya.^^^
Gak ada yang godain kamu kan di sekolah.
^^^Apa sih kok nanya begitu.^^^
Oh ya, siapa gue ya nanya-nanya begituan. Gue kan bukan Bio.
^^^Mulai lagi.^^^
Ya emang bener kan?
^^^Iya, tapi kan gak usah bawa-bawa Bio juga.^^^
Enak banget yah jadi Bio ada yang bela.
^^^Astaga, Sore kamu yah.^^^
Tapi bener kan?
^^^Gimana kamu aja deh, aku ngantuk.^^^
TUTTT... — Terputus.
Sore mendadak panik karena Embun mematikan panggilannya.
Gue salah ngomong apa yah.
__ADS_1
paniknya sambil terus spam chat ke Embun.
Tak bisa tidur, kelopak mata terus terbuka tak mau menutup. Berusaha ditutup malah semakin tak bisa tidur, pindah posisi sana-sini masih saja. Mata nya kembali menatap layar chat Embun yang belum ada balasan satu pun. Hingga jam sudah menunjuk pukul satu malam, Sore tetap tidak bisa tidur.
NGOK-NGOK.. —Suara ngorok Sore seperti hewan babi sudah terdengar tanda ia sudah terlelap dari tidur nya pada pukul lima pagi.
KRINGGG!! — Suara Alarm sangat keras melebihi kerasnya dunia.
Anj. Baru gue tidur lo udah ngajak ribut.
Ucapnya lalu mematikan Alarm itu dan tertidur kembali dengan sangat lelap, tambah lelap, dan terbawa ke alam mimpi.
DRING!
DRING!
DRING! — Pesan masuk.
Hingga jam sudah menunjuk pukul tujuh pagi, Sore kembali ke dunia tipu-tipu nya. Terbangun dengan mengacak-acak rambut badas nya itu, sembari mengucek mata agar kotoran di mata terpental. Menatap jam weker miliknya, membuat kedua mata nya melotot.
Cepat-cepat berlari ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Berlari mengarah ke motor sembari menatap layar ponsel yang sudah di banjiri spam chat Embun yang sudah menunggunya dari tadi. Dan lari nya terhenti saat melihat chat dari Embun yang tertulis.
Gak usah jemput aku udah sampe sekolah, pulang pun gak usah jemput aku. Aku bisa pulang sendiri.
Sore menciut, bergegas pergi ke Sma Angkasa untuk menemui Embun. Perjalanan dari rumah nya ke sekolah sekitar setengah jam dan Sore dengan mudah masuk ke dalam sekolah itu dengan alasan ingin menemui Ayahnya.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Ayah nya yang sangat kebingungan.
"Kelas Embun dimana?"
"12 mipa 1"
__ADS_1
Sore malah langsung meninggalkan Ayah nya dan pergi mencari Embun. Sampai disana ia melihat Embun sedang asik berbincang dengan anak laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah anak bu Astrit. Wajah Sore menjadi amat kesal dan cemburu.
GUBRAK — menggubrak meja.
"Gila siapa dia? anak baru yah?"
"Cakep banget dong"
"Fix masuk nominasi buat ke daftar inceran gue"
Ikut aku.
Menarik tangan Embun keluar kelas.
"Eh apa-apaan lo" Anak laki-laki itu ikut menarik tangan Embun.
"Eh lepas gak tangan lo dari Embun"
"Kenapa emangnya? Lo siapa dia, berani-berani nya merintah gue"
"Udah sih, kalian apa-apaan buat ribut aja" Kesal Embun menghempas tangan anak laki-laki itu dan menarik Sore keluar kelas.
"Kamu kenapa sih? terus kenapa kamu ngapain disini?"
"Aku yang harusnya tanya, kenapa kamu deket-deket bocah itu"
"Aku cuma ngobrol sebagai temen aja, gak ada salah nya kan?"
"Terserah, gue mau cabut" berjalan pergi.
"Kamu kenapa sih? kalo cemburu bilang" menarik tangan Sore dengan tatapan wajah kesal.
__ADS_1