
"Aduh Nino gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Rere menghampiri Nino yang sedang duduk di tendanya.
"Gak kok Re"
"Syukur deh, lagian juga ngapain si lo lindungin si Violet"
"Kan dia anggota tim gue"
"Ya iya gue tau, tapi kan gak perlu lo lindungi dengan tubuh lo juga"
"Ya lo juga ngapain terus-terusan ngarah si Violet?"
"Ya kan.. kebetulan aja setiap gue pegang bolanya dihadapan gue, adanya dia mulu" Padahal memang mengarah terus ke Violet.
"Eh Rere!" Sapa Debo yang baru saja sampai di tendanya.
"Hallo Deb.. Gimana aman kemarin?"
"Ngeledek dia" Tawanya sambil menunjuk Rere.
"Oh ya kenapa sih lo gak pernah nyapa gue Lang?"
"Hah? Ya, emangnya harus?"
"Gilaaa!! Dahlah gue mau balik ke tenda, berlama-lama disini juga jadi gak betah gue. Karena, ada orang yang gak suka keberadaan gue. Bye Nino" Beranjak dari duduknya dan melambaikan tangannya kepada Nino. Nino pun membalas lambaian itu.
Langit sudah berubah menjadi malam yang begitu indah, dengan taburan bintang-bintang dilangit. Dan anak-anak diminta untuk berkumpul karena akan diadakan jurit malam. Bermalam-malam dengan suasana yang akan menegangkan yang menunggunya untuk masuk ke hutan.
"Silahkan berbaris menentukan kelompoknya ya anak-anak! Masing masing kelompok jumlahnya hanya empat orang saja" Kata Bu Anya.
Semua langsung ke posisi. Nino yang hendak akan melaju berjalan menghampiri Violet, terhalang oleh Rere yang menariknya kembali.
"Sekelompok sama gue yah" Membuat Nino terdiam kembali ditempat.
"Gue sama Satria boleh gabungkan?"
__ADS_1
...Rama Astraca...
Panggilan : Rama
Umur : 18 tahun
Hobby : Mengkoleksi mantan
Skill : Mudah membuat para gadis terpesona
Status : Jomblo
...Satria Jenora...
Panggilan : Satria
Umur : 17 tahun
Skill : Mudah didekati para gadis
Status : Jomblo
"Oh iyah boleh, kebenaran juga kita kurang dua orang" Rama dan Satria ikut gabung dengan kelompok Violet dan Mawar. Nino amat sangat kesal saat Violet menerima mereka dengan begitu saja.
Jurit malam dimulai...
Satu persatu kelompok memasuki hutan, dan selang beberapa menit diikuti oleh kelompok lain. Mereka mengikuti arahan panah yang sudah di berikan oleh Pak Mahmud.
"Nino, pelan-pelan dong. Gue kan takut banget" Menggandengnya terus menerus mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Re, kagak mau gandeng gue juga gitu?"
"Ogah Bo"
"Debo aku takuttt" Ledek Gilang, lalu menggandeng tangan Debo.
__ADS_1
"Najis!! Mit-amit!! Geli gue" Menghempas Gilang jauh-jauh dari tubuhnya.
"Ckckckckckck" Yang lain tertawa ngakak di tengah hutan.
Dilain sisi..
"Tolong gue!!!" Teriak Mawar yang terjatuh ke jurang, memegang tangan Violet.
"Rama! Satria! Dimana sih tuh anak dua! Tahan ya War, gue mau cari bantuan dulu"
"Bantu gue cepet!!" Menarik Nino yang baru saja tiba disana bersama Rere, Debo, dan Gilang.
"Eh! Apaan sih lo narik-narik tangan Nino!" Menghempas tangan Violet dari Nino.
"Lo nyari ribut gak tau tempat banget sih Re! Itu si Mawar jatoh ke jurang!" Kesalnya.
"Jurang?" Ucap Debo.
"Dimana?" Tanya Gilang lalu berlari menghampiri Mawar.
Tanpa berfikir panjang, Gilang langsung turun dan memeluk tubuh Mawar dan membawanya keatas dengan bantuan Nino dan Debo yang menariknya.
"Eh ada apa?" Tanya Rama dan Satria yang baru saja tiba di lokasi.
"Gimana sih lo pada, lakik bukan!? Ngurus cewek satu aja kaga bisa" Kesal Gilang tertuju pada Rama dan Satria.
"Gue kebelet"
"Emang lo cewek harus dianter?" Tengil Nino.
"Ngajak ribut lo? Ayo cepet mumpung di hutan nih" Rama ngajak gelut Nino.
"Gak apa-apa kan?" Tanya Gilang sambil mengelap-elap tanah di sekujur tubuhnya.
"I-i..ya gak apa-apa"
"Naik" Ucap Gilang menyuruhnya naik ke punggung.
__ADS_1