
Lima hari lagi menuju acara wisuda. Bu Anggun memasuki kelas dan memberi pengumuman bahwa guru tidak akan masuk ke kelas namun tugas masih berlanjut dan harus dikerjakan. Sore baru saja beberapa jam duduk di kelas, setelah bu Anggun keluar ia langsung beranjak dari tempat duduknya sembari membawa tas selempang sportnya.
"Mau kemana lo?" Tanya Jeo.
"Balik" Jawab santai Sore.
"Ini tugas baru dikasih, lo malah mau balik aja"
"Ngapain juga gue kerjain, rapot udah di bagiin ini. Terus ngapain juga gue repot-repot ngerjain tugas?" Kata-katanya membuat skakmat Jeo.
"Bener juga! Gue juga ikut balik ah, gue kerumah lo ya Re. Numpang main Ps" Ujar Kio.
"Gue juga balik ah, gue nebeng lo ya Ki"
"Siap Elisha sayang"
"Idih gue tabok juga ya mulut lo"
"Iya-iya maaf"
"Gue ikut nebeng ya Re" kata Livy.
__ADS_1
"Rumah lo beda arah, bareng si Jeo aja"
"Eh kok gue, kan gue mau main ps dirumah lo"
"Udah anterin aja, bentar ini" ucap Kio dengan puas.
Tiba-tiba semua murid di kelas 12 mipa 2 ikut membereskan semua bukunya kedalam tas, dan ikut pergi pulang. Serentak semua anak kelas 12 mipa 2 keluar bersamaan, membuat semua anak kelas 12 lainnya terus melihat mereka yang santai berjalan pulang.
"Ih anjir, kok kelas 12 mipa 2 udah balik sih?!" ucap anak kelas sebelah dengan rasa iri.
"Iya, enak banget punya wali kelas bu Anggun yah" tambah teman disampingnya.
"Pak Acong! Kita udah dibolehin pulang kok, kan udah bebas pelajaran udah kelas 12"
"Masa? Pada bohongin pak acong kan kalian"
"Beneran pak, kalo gak percaya tanya aja bu Anggun"
"Yaudah-yaudah bapak bukain"
Pak acong (pak satpam) membukakan gerbang itu perlahan semua murid kelas 12 mipa 2 berhamburan keluar.
__ADS_1
"Makasih pak" Teriak anak-anak.
"Pak Acong!! Tutup gerbang sekarang!"
"Bu Astrit! bu Astrit cepetan-cepetan woi, mengamok tuh ibu-ibu" ucap Kio langsung ngebut membawa motornya.
Saat akan menutup gerbang sudah tak ada sisa murid satupun disana, semua sudah berhasil keluar dari sekolah. Mau di kejar pun sudah takan bisa.
"Ai si bapak kunaon make di buka gerbangna? pan ayena karak jam salapan" — Si bapak kenapa pake di buka gerbangnya? kan sekarang baru jam sembilan.
"Eh, da ceuk barudak ayeuna tiasa uih. Mangkana ku abdi di buka gerbang na" — Eh kata anak-anak udah bisa pulang. Mangkanya sama saya di buka gerbang nya.
Lagi pula bu Astrit sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia lalu kembali ke dalam dengan terus mengoceh.
"Kenapa bu?" Tanya bu Anggun.
"Eta kelas 12 mipa 2 kalakah uih ka bumi"
Mendengarnya membuat bu Anggun menjadi panik karena itu tanggung jawabnya sebagai wali kelas.
"Udah gak apa-apa lah bu, udah kelas 12 ini sudah waktunya bebas loh mereka. Apalagi bentar lagi wisuda masa mau terus belajar" Kata Pak Dadang yang tak sengaja mendengar ocehan bu Astrit sambil tersenyum.
__ADS_1