
1 Bulan kemudian~
Hari ini hari pertama Sore masuk universitas favoritnya, bertemu kating cantik dengan mata yang sangat indah dilihat. Mata mereka seakan-akan menggoda Sore untuk mendekat.
DERRRRTTT...
Getaran ponsel didalam saku tanda pesan masuk.
Ia melihat dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dia lihat.
—Pesan dari Embun.
Dilihat dari pesannya itu hanya candaan Embun saja, jika memang benar Embun kembali tidak akan mungkin meminta kepadanya melainkan pada Bio.
Sore sepertinya sudah gila karena terus menatap foto Embun itu terus-menerus. Fikirannya kembali mengingat Embun, sudah berusaha sekeras apapun tetap saja Embun selalu terbayang-bayang. Terus menatap layar ponselnya dan mengelus-elus wajah Embun dengan jarinya. Saat ini hanya Embun yang menyita fikirannya.
BRUK...
"Sorry, gue gak sengaja" ucap gadis cantik dihadapannya memegang ponsel miliknya yang tadi terjatuh.
__ADS_1
Sore langsung mengambil ponsel ditangan gadis itu dan pergi meninggalkannya, tanpa berbicara sepatah katapun.
"Sore!" Teriak Jeo dan Kio.
Sore menghampirinya dan merangkul mereka mengajaknya ke kantin.
"Gue laper"
Dikantin kampus, tetap saja mereka masih memesan bakso lagi, lagi, dan lagi. Membuat Elisha menjadi sangat prihatin kepada 3 pemuda itu. Prihatin antara akan dompet mereka atau akan kesehatan mereka.
"Oh ya tadi si Embun chat gue minta di jemput masa, aneh banget tuh anak"
"Mana gue tau"
"Ini gue kasih tau bukan nanya kan kaga ada tanda tanya di omongan gue barusan"
"Serius lo" Senang Jeo dan Kio.
"Yaudah nanti kita jemput Embun" Kata Kio dengan semangat.
Embun mengulang sekolahnya 1 tahun lagi, disaat teman-temannya sudah masuk universitas favorit. Dia kembali mengulang pelajaran Sma nya, kembali bersekolah di Sma Angkasa dengan umur lebih tua dari anak lainnya.
__ADS_1
Sore semakin menyukai Embun. Pasti perasaannya sangat malu untuk kembali ke sekolah itu, tapi selagi keinginan untuk mencapai mimpinya malu pun takan ada artinya. Yang seharusnya dia agap adik kelas namun untuk saat ini harus menganggap adik kelasnya sebagai teman angkatannya.
Sore, Jeo, dan Kio memakai jaket kebanggaannya. Ya, jaket Jekarious berwarna hitam pekat. Memikat semua gadis yang menatapnya. Oh ya, ada dua anak Jekarious juga yang masuk universitas itu. Namanya Hiro dan Gio anaknya tampan, kedua nya menjadi populer dikalangan gadis-gadis dikampus karena wajah tampannya yang tak terkalahkan.
"Hai Hirooo" Sapa anak gadis berdiri di sampingnya.
"Hai Giooo"
"Populer juga lo pada di kalangan para gadis ya ternyata" Kata Jeo sembari merangkul.
"Iya dong" menyombongkan diri.
"Gila itu siapa!? Ganteng banget, gue kasih deh Gio buat lo. Yang ini milik gue" melihat Sore berjalan sendiri dengan sangat gagah, bahu yang lebar, rambut yang badas.
Tak henti-henti gadis-gadis itu mengedipkan kedua matanya, termasuk gadis yang tadi menabrak Sore pagi tadi. Perlahan mencengang saat melihat Elisha dan Livy berjalan di samping Sore membuat gadis-gadis itu menciut karena merasa kalah cantik.
"Itu siapa sih cewek gatel banget" ucap gadis melihat Livy menggandeng Sore.
"Apa lo!" Sangar Livy menatap tajam wajahnya.
Mereka bertiga menghampiri Jeo, Kio, Hiro, dan Gio. Berjabat tangan untuk merayakan berhasilnya masuk ke universitas yang sama. Anak Jekarious semakin bertambah, dan membuat Sore menjadi sangat senang.
__ADS_1