
Sinar matahari masuk ke celah-celah tenda, membangunkan semua anak-anak yang tertidur lelap. Dengan kicauan burung yang amat merdu, membuat Debo masih mengingat tolakkan Mawar. Terngiang-ngiang hingga dia tidak mau keluar tenda, dan memilih berdiam diri di dalam.
"Buruan pak Mahmud udah manggil juga!" Gilang terus menarik tubuh Debo yang sangat melekat pada tenda itu, menahan dirinya.
"Buruan!!" Kesalnya terus menarik Debo.
"Ada apa Gilang?" Tanya Bu Anya.
"Ee.. ini bu si Debo gak mau keluar dari tenda"
"Debo kenapa kamu? Malu abis di tolak Mawar? Masa baru di tolak sekali udah menciut gini sih"
"Gak sekali bu, kemarin itu udah ke 49 kali saya di tolak" Anya kaget mendengarnya, juga menahan tawa.
"Kenapa Mba?" Nino baru tiba di tendanya.
"Ini si Debo gak mau keluar tenda karena malu sama Mawar"
__ADS_1
"Malu? Punya rasa malu juga lo ternyata" Menarik tubuh Debi dibantu oleh Gilang.
"Lepas!! Stop ya, kalian mempermalukan gue" Teriaknya dengan tubuh di seret oleh Nino dan Gilang.
"Ayo bu" Kata Gilang pada bu Anya.
Tim sudah dibagi menjadi 2 kelompok, mereka akan bermain permainan Boy-Boyan. Permainan ini merupakan permainan menggunakan bola bekel atau bola tenis. Lebih dahulu lagi, bola dibuat dari buntelan daun atau kain agar empuk ketika dilempar kepada lawan, tidak melukai meski dilemparkan keras-keras. Saat ini, permainan boy-boyan sudah jarang terlihat dimainkan anak-anak.
Permain boy-boyan merupakan permainan yang dimainkan dua kelompok. Anak-anak yang ikut serta dibagi dua kelompok yaitu kelompok permain dan kelompok penjaga. Diadakan kesepakatan atau suit terlebih dahulu, kelompok mana yang main lebih dulu.
Tugas kelompok yang berjaga yaitu memburu anak-anak dari kelompok lawan dengan melempar bola agar terkena anggota badan. Tidak ada aturan bagian badan mana yang boleh atau tidak boleh dilempar karena bola yang digunakan tidak melukai, bagian muka atau ******** anak-anak sudah tahu itu tidak boleh. Bola bisa dioper-oper dari satu anak ke anak lain yang lebih dekat dengan anak dari kelompok lawan. Saat ada lawan yang berusaha menyusun kembali genting, maka harus dilempar bola.
Anak yang lihai menghindari lemparan sangat dibutuhkan. Ketika bola meleset dan terlempar ke jauh, pemain lawan bisa dengan leluasa menyusun kembali genting. Ketika sudah tersusun, maka anak yang menyusun tersebut meneriakkan, "boy". Itu sebagai tanda bahwa mereka menang dan satu pon didapatkan.
Sebaliknya, jika anak-anak yang dapat giliran main itu terkena lemparan bola, maka permainan selesai dan bergantian jaga. Anak-anak yang tadinya berjaga dapat giliran main. Begitu seterusnya, masing-masing kelompok mengumpulkan poin masing-masing. Tentu saja, bagi anak-anak permaianan apa pun tidak punya batas waktu, tidak punya wasit, anak-anak akan berhenti ketika mereka lelah atau sudah waktunya pulang ke rumah. Wasit pun di antara mereka sendiri. Jika ada yang salah atau ganjil, mereka yang akan menyelesaikannya dengan saling berdebat, sampai salah satu mengalah.
Kali ini Nino sekelompok dengan Violet, amat sangat senang dirinya karena bisa sekelompok dengannya. Tak hanya para murid, Bu Anya dan Pak Mahmud pun ikut serta memeriahkan acara. Debo yang menghindari Mawar, malah sekelompok dengannya. Permainan dimulai...
__ADS_1
Kelompok Pak Mahmud mendapat kesempatan melempar lebih dulu dan tanpa basa-basi bola itu merubuhkan pecahan genting. Membuat kelompok Nino berlarian menghindari serangan bola dari kelompok pak Mahmud. Kelompok Nino sedikit demi sedikit berkurang dan hanya tersisa dirinya, Violet, Bu Anya, Gilang. Tiba-tiba saat Violet yang fokus mendirikan pecahan genting itu, bola melayang kepadanya. Membuat Nino langsung menghalangi dengan tubuhnya. Lemparan itu sangat kencang, membuat punggung Nino sangat kesakitan.
"Bagus Re!" Kata Njan sambil melambaikan tangannya dan Rere menepuk lambaian tangan itu.
...Rere Remanila...
Panggilan : Rere
Umur : 17 tahun
Hobby : Goda Nino
Skill : Membuat para kaum adam tergoda dengannya dengan sekali tatap
Status : Jomblo
__ADS_1