Young Dad!

Young Dad!
Chapter 25


__ADS_3

"Kak Sore, ikut nebeng ya!" Ujar adik kelas cewek itu sembari menaiki motor Sore.


"Yuna, turun!" Kata Sore sambil menengok ke arah Yuna.


"Gapapa dong, Yuna kan baru pindah beberapa hari ke sekolah ini. Lagian kan rumah kita tetanggaan, gak boleh gitu ke tetangga sendiri tau" ucapnya dengan manis terus membujuk Sore.


"Hari ini aja gue anter lo!"


"Oke!" Jawabnya dengan senang sembari memeluk erat Sore.

__ADS_1


Yuna siswi Sma Angkasa kelas 11, murid pindahan dari bandung. Taukan cantiknya orang bandung seperti apa? Berambut panjang yang selalu terurai membuat kecantikannya menjadi plus. Yuna juga masuk nominasi dalam kategori musuh bubuyutan Livy. Karena Yuna yang selalu mendekati Sore, semakin dekat dengannya semakin Livy terus membully Yuna.


"Makasih kak" Ucapnya lalu melambaikan tangan kepadanya dan masuk kedalam rumah.


Sore hanya melihat dan tak menjawab sepatah katapun. Langsung pergi ke rumahnya memarkirkan motornya lalu masuk kedalam rumah. Melempar tasnya dimana pun dan membaringkan tubuhnya ke kasur. Terus menatap layar ponselnya berharap Embun membalas pesan-pesannya tapi tetap tidak ada. Baru satu jam Sore tertidur sudah dibangunkan oleh bi Inem untuk makan malam. Kembali menatap layar ponselnya tapi tetap sama tak ada jawaban satupun dari Embun.


Esoknya dipagi hari yang cerah, Sore sudah terbangun karena bunyi alarm di kamarnya yang begitu keras. Jam itu sudah hancur lebur di pojok kamar Sore karena lemparan yang begitu dahsyat. Memakai Jaket Jekarious dan berlari turun kebawah menghampiri motornya.


Bukan ke sekolah ia malah diam di gang-gang kecil samping sekolah, sambil menyeruputi rokoknya itu. Tatapannya semakim tajam, wajahnya menjadi sangat sangar. Berdiri tegap sambil menatap langit-langit sembari menghembuskan asap rokok itu keluar.

__ADS_1


"Sore!" suara Ayahnya kesal melihat kelakuan anaknya menjadi tambah gila. Sore hanya memalingkan wajahnya melihat sang Ayah lalu menghisap rokoknya kembali.


"Kamu mau seperti ini terus!?" Sentak Ayahnya sembari mengambil rokok itu lalu membuangnya ke tanah.


"Ayah tau kesedihan kamu, tapi Ayah mohon jangan seperti ini" Tambahnya.


"(Hhhaha) Anak Ayah memang dari dulu seperti ini, jadi gak usah buat anak Ayah ini berubah menjadi lebih baik" Jawabnya sambil menatap kesal wajah Ayahnya itu.


Bel berbunyi, Gerbang sudah di tutup. Sore masuk melalui tembok belakang sekolah itu dengan mudahnya tak butuh waktu lama ia sudah ada di dalam sekolah. Memakai tasnya kembali dan berjalan menuju kelasnya. Terlihat bu Anggun sudah tiba di kelas, Sore masuk ke kelas tanpa mengucapkan salam. Duduk di bangkunya lalu melipat kedua tangannya dan menidurkan kepalanya di atas lipatan tangannya itu.

__ADS_1


Bu anggun yang melihatnya sudah terbiasa dengan perubahan sikap Sore, memarahinya pun akan menambah masalah. Jadi bu Anggun memutuskan untuk menerimanya dan terus bersabar dengan sikapnya. Saat pelajaran pun Sore terus tertidur dikelas tak memperhatikan pelajaran ataupun penjelasan yang dikatakan para guru. Jam istirahat ia seperti biasa ke kantin bersama Elisha, Jeo, dan Kio. Dan selalu di ganggu oleh Livy dan Yuna yang selalu merayunya, seperti sedang bertaruh siapa cepat untuk meluluhkan hatinya.


Hari itu Sore mengantar Elisha pulang, masih tinggal di rumah Embun. Dia menjaga rumah itu dengan sangat baik, merawatnya seperti rumah sendiri. Tapi tetap sama dia tidak mendapat kabar dari Embun, ayah Embun hanya berbicara untuk menjaga rumahnya kepada Elisha. Dan tidak tau kapan kembali kerumah.


__ADS_2