Young Dad!

Young Dad!
Chapter 29


__ADS_3

Esoknya dipagi hari yang amat cerah, Yuna sudah menunggunya di depan rumahnya. Sore menghampirinya dengan mengendarai motornya itu.


"Eh siapa ini?" Tanya ibu Yuna.


"Ini kak Sore mah" Jawabnya.


"Oh ini yang kamu suka ceritain itu..." Terhenti.


"Mamah mau buat anaknya malu?" kata Yuna sembari pamit pergi mencium tangan ibunya itu. Sore tersenyum.


"Yaudah tante, saya sama Yuna berangkat dulu yah"


"Oh iya, hati-hati yah. Jaga anak tante yah"


"Baik tante"


Sampai disekolah, memarkirkan motornya. Livy menatap tajam kearah Yuna yang diboncengi Sore, benar-benar marah dan kesal melihatnya.


"Oh ya ini bekelnya yah" Kata Yuna memberi bekal buatannya.


"Oke, makasih yah"


"sama-sama, Yuna duluan yah soalnya pelajaran bu Astrit"


"Iya-iya cepet sana nanti kena semprot lagi"


Yuna melambaikan tangan kearahnya sambil berlari terbirit-birit dan Sore pun membalas lambaian itu. Sore masuk ke kelas dengan terus menjinjing bekal yang di buat Yuna, sambil tersenyum kecil.


"Napa tuh anak senyam-senyum" Tanya Kio pada Jeo.


"Tumben lo bawa bekel?" Tanya langsung pada Sore.


"Dari Yuna" jawabnya sembari menyimpan diatas meja.

__ADS_1


"Asikkk, bagi gue yah" kata Jeo.


"Gue juga mau lah" Kio ikut-ikutan.


"Jadi udah berhasil nih lupain Embun?" Tanya Elisha.


Sore terdiam mendengar ucapan Elisha dikelas.


TETTTT~


Suara bel jam istirahat berbunyi, Livy menghampiri kelas Yuna dengan menggubrak mejanya itu dengan sangat keras. Bukan hanya Yuna yang kaget, teman kelasnya pun ikut kaget.


"Kenapa lo dianter Sore tadi pagi?" Tanyanya dengan tatapan sangar dan kesal.


"E-eee rumah kita tetanggaan kak jadi bareng deh" jawabnya dengan


gugup.


"Gue peringatin jangan deket-deket Sore gue"


"Pacar!" jawabnya menyombongkan diri.


"Pacar?" ucap tak percaya.


"Masa sih orang aku gak pernah liat kalian berdua" tambahnya membuat Livy menjadi murka.


"Intinya, lo jangan deket-deket Sore lagi. Sampe gue liat lo masih nempel sama Sore, gue bakal abisin lo" Ancamnya.


Sore sedang dikelas duduk di kursinya sembari melipat tangannya dan memejamkan mata. Merasakan sejuknya angin yang memasuki kelas.


"Sore!"


"Hmmm"

__ADS_1


"Bentar lagi kita kan wisuda, gimana kalo kita buat baju couple?" Saran Livy.


"Couple? ini gimana sih maksud lo? antara gue pake kebaya atau lo yang juga ikut pake jas?"


"Ih Sore! maksud gue couple warnanya gitu"


"Kan emang kelas kita seiras warnanya gimana sih lo" ucap Sore membuat Livy terdiam bengong.


"Mangkanya kalo ketua kelas ngomong dengerin, lo malah main hp terus"


"Yaudah mau kan anter gue ke butik? plisss" memohonnya terus menerus.


"Iya-iya" terpaksa.


Pulang sekolah, sesuai perjanjian Sore mengantar Livy ke butik. Sore hanya duduk dengan terus memainkan ponselnya, dengan tubuh yang menyender di sofa.


"Ini gimana?"


"Bagus"


"Atau yang ini?"


"Bagus"


"Tapi gue suka yang ini"


"Terserah lo aja lah, lagian wisuda masih lama juga"


"Seminggu lagi Sore! mau sekalian aku cariin?"


"Engga usah, gue pinjem jas ayah gue aja"


"Ih! Masa pake baju bapak-bapak sih"

__ADS_1


"Gak apa-apa lah, kalo gue yang pake nya gak mungkin keliatan kolot kan? Jadi cakep tuh baju di pake gue"


"Ckckckck, yaudah deh. Bentar ya aku bayar dulu bajunya" Livy pergi membayar baju itu ke kasir.


__ADS_2