Young Dad!

Young Dad!
Chapter 46


__ADS_3

Pergi menghampiri rumah Embun dan terus mengutuk rumah itu, namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam rumah. Hingga terdengar suara anak kecil yang sangat mirip dengan Nino, dan benar saja itu Nino sedang di gendong oleh Ayah Embun yang baru saja tiba ke rumah.


"Embun mana Yah?"


"Buat masalah ya kamu sama anak saya?"


"Eee.. dikit"


"Dikit.. dikit.. Saya banting kamu buat anak saya nangis lagi" Ancamnya.


"Embun dimana?"


"Lagi belanja"


"Eh mau kemana kamu?" Tanya lagi sang Ayah yang melihat Sore berlari pergi.


"Ke supermarket"

__ADS_1


"Masuk! Saya mau introgasi kamu" Kata Ayahnya sambil memainkan tangannya menyuruh Sore masuk kedalam rumah.


Sore terus ditanya-tanya oleh Ayah Embun dengan sangat menakutkan membuatnya menjadi sangat gemetar dan panik setiap Ayahnya itu melontarkan pertanyaan.


...Mata Sore tiba-tiba beralih ke pintu yang terbuka, berharap itu Embun yang akan menolongnya untuk pergi dan tidak perlu menjawab setiap pertanyaan Ayah mertuanya....


"Nino! Bunda pulang!" Ucap senangnya sembari membawa makanan yang sangat banyak di tentengnya. Namun, berubah saat melihat keberadaan Sore disana yang juga sedang memperhatikannya.


"Sayang! Maafin aku yah, mulut aku emang salah" Pergi menghampiri sembari memeluk erat Embun.


"Duduk balik! Cepet!" Teriak Ayah mertuanya itu.


Sore meminta maaf pada Ayah mertuanya karena sudah membuat sakit hati anaknya dan cucunya itu. Terus meminta maaf dengan sangat tulus dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi baru saja dimaafkan ia malah nyeloteh bertanya pada Embun.


"Umur kandungan kamu udah 1 bulan, sementara kita baru nikah 1 minggu. Jadi itu anak siapa?" Polosnya.


"1 bulan?" Ayah mertua ikut kaget mendengarnya dan membalik tubuh menatap Embun berharap dia memberi tahu apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Ya kan, pas belum nikah kamu ajak aku kerumah kamu waktu itu. Masa kamu lupa. Yang dikamar" Ucap Embun yang malu saat menjelaskan padanya.


"Jadi kalian berbuat hal seperti itu sebelum menikah?" Terheran-heran Ayahnya dengan kelakuan mereka, sembari memukul tubuh Sore dan Embun disana.


"Awww!! sakit ayah! Ya gak apa-apa lah yang penting kan udah dinikahin ini"


"Gak apa-apa gimana! Otak kamu kemana sih Embun!" Tambah marah Ayahnya.


"Aku yang salah Ayah mertua, jangan salahin Embun"


"Tenang aja kamu ada bagiannya. Sebelum saya marahin kamu, saya harus marahin anak saya yang gak bener ini"


"Yang gak bener?! Aku ini anak Ayah loh"


"Kalo kamu jadi wanita yang bener kamu gak mungkin terus kecolongan begini Embun!" Sentak Ayahnya.


"Ya tapi kan Sore udah nikahin aku ini, gak usah dimasalahin"

__ADS_1


"Iya beruntungnya kamu ketemu sama Sore yang mau menggantikan tanggung jawab Bio. Tapi kalo kamu ketemu orang kaya Bio lagi gimana!?"


Embun terdiam dan tersadar atas kesalahannya itu dan meminta maaf kepada Ayahnya sembari memeluk tubuh Ayahnya dengan menenangkan. Ayahnya yang mudah luluh itu dengan besar hati memaafkan atas kelakuan anaknya itu dan membalas pelukkan sambil mencium kening Embun.


__ADS_2