Young Dad!

Young Dad!
Chapter 35


__ADS_3

"Bilang juga percuma bukan?"


"Mulai lagi, salah ya aku nanya gini. Udah sekarang kamu ke kampus gih"


"Capek ngomong sama orang yang gak ngerti perasaan!" Kesalnya dengan nada suara kecil.


BLETAK...


"Awww! sakit, apaan sih!" teriak Sore karena tendangan Embun mengarah ke kakinya.


"Apa!? Emangnya aku gak dengar, yang tadi kamu ngomong!" Dengan wajah yang sama-sama kesal terpancar di wajah mereka.


"Coba deh jangan kaya anak kecil gini, kamu udah gede. Kalo emang kamu ada rasa yang ungkapin, jangan basa-basi marah gak jelas. Kamu pikir dong otak lemot aku bakal ngerti dengan kamu yang tiba-tiba marah gini" tambah Embun seperti seorang rap.


"Ya percuma, aku ngungkapin juga. Kan kamu udah milik Bio sepenuhnya!" Ngegas Sore.


"Orang Bio gak jadi nikahin aku!"


"Yaudah berarti aku bisa milikin kamu"


"Yaudah"


"Yaudah apa?" Embun menunjuk jari manis nya kepada Sore. Sore langsung melepas cincin yang di jarinya dan memasangnya di jari manis Embun.


"Gede banget ini"


"Nanti tinggal pake hansaplast di lilitin di sini nya jadi gak akan longgar" Katanya sembari memberitahu caranya.Embun tertawa karena Sore yang konyol.


"Ehemmm!" suara yang berasal dari pak Dadang yang sedang menonton pertunjukan bucin mereka.


"Ehemmm!" percobaan pertama yang tak membuat sadar, dia mencoba yang kedua kalinya.


"Eh pak" Sapa Embun.


"Yaudah aku kampus dulu ya" Ujar Sore berpamitan pada Embun tanpa ke Ayahnya. Namun, langkahnya terhenti karena bajunya yang ditarik Embun dengan kuat.


"Pamit ke Ayah kamu! Malah main pergi aja" Wajah Embun sangat garang.


"Iya-iya. Pulang dulu Yah" ucapnya sembari mencium punggung tangan Ayahnya.


"Kampus atau pulang!" Tanya Ayahnya.

__ADS_1


"Kampus maksudnya"


Sore pergi dengan perasaan yang berbunga-bunga dengan terus menengok ke belakang melihat Embun sembari memberi finger heart.


"Makasih ya udah balikin Sore kaya gini lagi" Kata pak Dadang lalu melanjutkan langkahnya menjauh.


Tiba di kampus Sore bertemu anak-anak di kantin yang sedang menunggunya sembari melahap makanan.


"Sore lo kemana aja sih, Dari tadi Livy cari-cari loh"


"Sma Angkasa"


"Ngapain?"


"Ngapain lagi, pasti ketemu Embun" Ucap Jeo.


"Defisini sudah berjuang tapi tetap saja kalah" Kata Livy dengan wajah cemberut terus melahap.


"Ya lagian salah lo juga, ngapain ngarep ke si Sore, liat dong di samping lo ini masih jomblo" mendengarnya membuat Livy tersedak.


TAKKK..


Livy menjitak Jeo membuatnya sangat kesakitan.


"Gue juga sama sakit, gara-gara omongan lo. Kuah bakso nya malah mau keluar lewat idung" Katanya sembari terus memegang hidung.


Yang lain malah tertawa ngakak tak henti-hentinya. Jika dilihat-lihat mereka berdua seperti Tom and Jerry yang selalu rusuh dan bertengkar dimana pun dan kapan pun. Namun, disaat salah satunya di jahili atau bertengkar dengan orang lain. Mereka selalu saling membantu satu sama lain.


Mereka bertujuh berjalan di tiap lorong secara bersamaan, jajaran depan yang hanya Elisha dan Livy. Dan bagian belakang Sore, Kio, Jeo, Hiro, dan Gio.


Livy melambatkan langkah agar jajaran seiras dengan Sore dan tangan nya perlahan menggandeng Sore sambil menyender di tangan nya itu.


"Harapannya udah sirna masih aja berulah lo ya" celetuk Jeo.


"Ya gak apa-apa dong selagi gak ada Embun, ya aman-aman aja" Kata nya dengan terus bersikap manis pada Sore.


BRUK ...


"Sorry-sorry"


"Hobby banget lo nabrak" Kata Sore melihat gadis yang sebelumnya menabraknya juga.

__ADS_1


"Iya mungkin lo ada magnet nya kali yah" kata-katanya membuat anak yang lain menjadi geli sendiri mendengarnya.


"Anjay, Sore magnet-magnet cinta ckckckckck" Tertawa ledek Kio, dan Jeo diikuti Hiro dan Gio yang ikut tertawa.


"Diem lo" tatap menakutkan Sore membuat mereka terdiam.


Sementara Elisha dan Livy terus menatap wajah gadis itu dengan sangat tak menyukai nya karena kecaperan nya.


"Oh ya nama gue Vina" mengajak berjabat tangan kepada Sore.


"Lo tanya namanya?" Tanya Kio pada Hiro.


"Kaga" Jawabnya


"ckckckckck" Semua ikut tertawa ngikik.


"Eh kesian anjir, malah di ketawain" Gio menghampiri Vina dan menjabat tangan nya sembari mengenalkan diri padanya.


"Nama gue Gio, salam kenal yah"


"Ckckckckck, keliatan banget dia ngicer tuh cewek" ucap Kio sembari tertawa puas.


GELEPAK~


Pukul Elisha karena risih Kio terus tertawa.


"Mukul mulu, bingung banget!"


"Abisnya tawa mulu lo, mau jadi pelawak lo"


Tambah ngakak melihat Kio di gelepak oleh Elisha yang berubah menjadi pendiam. Tak berbicara lagi, tak tertawa lagi, terus menunduk seperti anak kecil yang baru saja di marahi habis-habusan oleh Ibunya.


Vina tersenyum saat Gio membalas jabatannya dan wajahnya seketika berubah saat sudah melepaskan genggaman tangan Gio. Wajah yang tersenyum lebar menjadi tersenyum sinis saat meninggalkan mereka bertujuh.


"Anjir, liat gak lo tadi muka nya jadi sinis. Keliatan banget carmuk nya" Kata Livy.


"Dia kan cerminan lo pas dulu" Balas Elisha mematikan.


"Ya tapi kan gue udah insyaf, lama-lama mulut lo nyesekin hati ya" kesal Livy.


"Apa? mau ajak gelut?"

__ADS_1


"Engga, cuma mencurahkan hati aja gue"


...🦭🦭🦭...


__ADS_2