
Esoknya, Violet menunggu ojek online di depan rumahnya.
Dring!!!
Kang Ojol
Neng cancel aja, istri saya mau lahiran. Sorry neng 😔
Menatap layar dengan terheran-heran. Menghela nafas, sambil memesan lagi ojek online. Mau bagaimana lagi, tidak mungkin dirinya marah bukan? Jelas-jelas istrinya lebih penting.
Suara klakson terdengar jelas di telinga. Violet memalingkan pandangannya pada suara itu. Dia melihat Nino bersama dengan mogenya itu berhenti dihadapannya.
"Naik!"
"Engga ah. Gue udah pesen ojol"
"Gampang tinggal batalin aja"
"Kesian lah, masa gue phpin"
"Kesian ke abang ojol, tapi diri gue masih lo phpin"
"Idih, curhat lo"
"Cepetan naik!"
"Sekali lagi lo maksa gue, gue timpug pake kamus"
Nino masih diam disana menunggu kang ojol, namun sudah lima belas menit tidak kunjung datang.
Kang Ojol
Sorry neng, batalin aja. Temen saya istrinya melahirkan. Jadi saya dan anak ojol lain lagi nengok di rumah sakit. Maap ya neng, aduh saya jadi tidak enak euy.
Sudah murka dengan abang ojol, Violet langsung Menaiki motor Nino dan memakai helm yang dibawakan.
"Ayo!"
"Mana abang ojolnya?"
"Gak usah nanya" Nino malah tertawa melihat wajah Violet yang cemburut.
Sesampainya di sekolah, semua mata tertuju pada mereka. Sorotan mata yang tak suka akan Violet diboncengi Nino. Termasuk Rere. Tatapan Rere benar-benar seperti akan melahap Violet ditempat. Benar-benar menakutkan seperti kuntilanak.
"Jaket sama training lo gue nanti simpen di meja lo"
"Sekarang aja, mana?" Katanya meminta kembali barang yang dipinjami Violet.
__ADS_1
"Nah!" mengeluarkan barang Nino dari tasnya sambil nyumput-menyumput menyimpan ke tas milik Nino. Agar tak terlihat anak-anak yang sedang memperhatikannya. Nino terus tersenyum melihat tingkah Violet yang panik membuatnya terlihat menggemaskan dimata Nino.
"Gue duluan!" Ucapnya pergi berlari terbirit-birit.
Gubrak~
"Violet!" Teriak Nino.
"Awww!" Pelannya. Sembari memegang kakinya yang terpeleset masuk kedalam got sekolah
"Kan ninggalin gue jadi jatoh lo, mana ke got lagi"
"Ish! Bantu gue kek. Kaki gue sakit bangettt" Ngeluh kesakitan.
Nino membopong Violet membawanya ke UKS. Mengobati kaki Violet yang terluka cukup serius.
"Udah sana ke kelas, gue bisa sendiri"
"Jangan ngeyel" Setelah selesai Nino membopongnya lagi, membawanya ke kelas.
Gila haluan gue akhirnya terkabulkan. — gumamnya senang, sembari memeluk leher Nino dan menyumputi mukanya menempel di pundak Nino.
Mana wangi banget gusti gak kuat, pen mewekT _T
"Ish udah kaya di drakor-drakor aja" Kata Mawar.
"Mawar mau di gendong kaya gitu" Njan menawarkan dirinya untuk membopong Mawar.
"Eh.. Engga"
Nino menurunkan dan menduduki perlahan-lahan tubuh Violet di bangkunya. Dan meluruskan kaki Violet.
"Lo kenapa?" Tanya Mawar.
"Jatoh ke got" Jawab Nino.
"Ckckckckckckck" Mereka menertawai Violet tak henti-hentinya karena ngakak.
"Pantes bau comberan" Tutup hidung Njan.
"Ish" Malu Violet.
"Beraninya lo ledakan Violet" Menarik kerah Njan.
"Sorry-sorry, tapi gue jujur ini bau banget"
__ADS_1
"Iya bau banget" Mawar ikut-ikutan.
"Kagak sadar diri lo, kan badan lo yang bau comberan" Ucap nyelekit Gilang, membuat Njan mencium tiap bagian tubuhnya.
"Eh.. Iya badan gue ckckckckck"
"Ish! Jorok banget, pake parfum cepetan"
"Gue minta parfum lo War, gue lupa bawa" Ucapnya sambil nyengirnya dan Mawar memberikan Parfumnya.
"Parfum gue aja" Gilang mengambil parfum yang sudah ditangan Debo, dan memberikan kembali parfum milik Mawar. Mawar mengbaper, hatinya tak henti-hentinya meleyot takaruan karena Gilang. Semakin cinta, semakin sayang. Semakin-makin pokoknya.
"Pak Mahmud sakit, kelas free!" Teriak anak kelas X Mipa 1 membuat semua murid sangat senang sekali.
Suasana kelas X Mipa 1 setengah jam kemudian.
Masih mempertahankan keuwuannya.
Saat mendengar bel pulang sekolah.
"Gue anter lo yah"
"Makasih banyak, tapi gak usah. Bisa-bisa gue sampe rumah jam tujuh malem"
"Eh seriusan, engga kaya keong lagi bawa motornya"
"Yaudah gue aja yang anter lo" Kata Rama tiba-tiba dan Violet mengiyakan. Nino menjadi amat kesal tiap kali Rama mendekati Violet.
"Gue duluan ya War"
"Bye Vi" Melambaikan tangannya pada Violet.
"Anter gue pulang aja ya No"
"Gue aja yang anter lo Re" Kata Gilang langsung membawanya meninggalkan kelas. Seketika Mawar menatap mereka berdua yang pergi menjauh, dengan Gilang memegang erat tangan Rere membuat hatinya hancur berkeping-keping.
Sesakit ini ternyata, mengharapkan orang yang baik sama cewek sana-sini. — gumamnya. Mawar menghelakan nafasnya dengan sangat lemas. Mawar membawa tas dan pergi dengan perasaan cemburu.
__ADS_1
......................