Young Dad!

Young Dad!
Chapter 15


__ADS_3

"Punya masalah apa sih lo pada!" kesal Jeo.


Semua anak ME menatap tajam kearah Jeo, membuat Sore sangat kesal melihat tatapan yang mereka berikan. Ia langsung menarik keras rambut salah satu di antara mereka dan menatapnya dengan sangat sangar, sambil berbicara


"Siapa yang suruh lo buat lakuin ini semua?" Tanya Sore.


"gue gak bakal lepasin lo sama anak ME gitu aja. Kalo mulut lo bungkam terus, gue ada cara yang 100% ampuh, Adek lo sekolah di Sma Angkasa kan?" Bisiknya sembari menatap tajam.


Ulah lo ternyata! — memasuki markas TM (Trouble Maker) sambil mendorong tubuh anak ME tadi.


"Botak... botak... belum jera-jera aja lo" Ujar Jeo dengan nada tengilnya sembari memasukkan kedua tangannya ke saku celana.


"Ternyata mulut lo ember yah" Ucap Bio sambil menendang tubuh anak ME yang dibawa Jekarious.


Anak ME ternyata adalah yang bertugas menjadi kaki tangan dari TM untuk berurusan dengan lawan TM.


"Bawa dia!" Teriak Bio kepada komplotannya untuk membawa anak ME itu dan menyiksanya.


"Gue peringatin sekali lagi, kalo lo cari masalah lagi sama anak Jekarious gue gak bakal tinggal diem. Inget, gue udah kasih peringatan!" Kata Sore.

__ADS_1


Seketika wajah Bio menjadi sangat kesal dan marah, tangannya mengepal, wajahnya yang sangar dan menakutkan ditambah tatapannya yang terus menatap kearah mereka dengan penuh dendam.


......................


Sore dan Embun berjalan pulang menuju keparkiran, asik dengan canda tawanya Sore kepada Embun. Seperti biasa Sore selalu memakaikan helm kepada Embun hingga membuatnya tersenyum.


Dring! — pesan masuk.


Embun menatap layar ponselnya, melirik sana-sini seperti mencari orang. Wajahnya yang tadi ceria menjadi ketakutan akan seseorang. Terlihat sangat pucat, membuat Sore menjadi khawatir.


"Pesan dari siapa?" Tanya nya.


Sore terus memerhatikannya lewat kaca spion, wajahnya masih sama, tatapannya terus melirik sana-sini setiap dia mendapat pesan dari seseorang. Ingin rasanya mengambil ponsel itu, namun ia takut jika dibilang mencampuri masalahnya. Sore tetap tenang dan terus fokus mengendari motornya.


"Sore, jangan langsung anter saya ke rumah ya. Kemana aja gitu" Katanya seperti memberi tanda akan sesuatu dan Sore mengiyakannya. Bingung mau di bawa kemana, Sore malah membawa ke rumahnya.


"Rumah siapa ini?"


"Rumah saya"

__ADS_1


Sore mengajaknya masuk, dan benar saja ada seseorang yang mengikuti mereka dari tadi. Sadarnya Sore menatap kearah Embun dengan tatapan tak percaya, ada hubungan apa dia dengan Bio.


"Mau diri disitu mulu? Ayo!"


Embun mengikuti Sore dari belakang seperti anak kecil mengikuti langkah kaki Ayahnya sambil menunduk masih dengan wajah yang ketakutan. Langkah Sore terhenti membuat Embun menubruk punggung Sore dengan keras.


"Eh, sorry-sorry" ucapnya.


"Makan dulu"


"Saya mending pulang deh sudah jam lima" ucapnya sambil menatap jam tangannya.


"Eh kok pulang? Makan dulu, sudah bi inem siapkan. Masa tega sih, bibi udah siapin loh" Kata bi inem membuat Embun terdiam dan baru menyadari akan keberadaan bi inem. Embun lalu menghampirinya dan mencium punggung tangannya itu.


"Maaf ya bi, saya engga tau ada bibi disini" ucap dengan tulus, membuat bi inem tersenyum kearahnya.


"Gimana bi, udah cocok belum jadi calon Sore"


"Oh jadi ini yang tolak aden" ucap bi inem membuat mimik wajah Sore terus-menerus menyuruhnya diam. Dan seketika membuat Embun menatapnya sehingga Sore menjadi tertawa menyeringai malu.

__ADS_1


__ADS_2