Young Dad!

Young Dad!
Chapter 14 : Jekarious


__ADS_3

"Ayo naik" Ujar Sore.


Mengantarnya pulang sampai dengan selamat pun sudah tugasnya karena dia yang mengajak bertemu, walau tidak pun Sore akan tetap mengantarnya dengan selamat. Hanya mengantar dan menjemputnya pun sudah membuat sakit hatinya terobati. Mungkin Embun belum ingin berpacaran dan ingin fokus belajar karena sudah kelas 12, memikirkan ujian-ujian yang akan datang, masuk universitas, dan mengejar mimpinya.


Walau cintanya di tolak mentah-mentah tak membuatnya menyerah begitu saja, ia akan terus berusaha sampai mendapatkan cintanya entah itu esok, lusa, sebulan lagi, setengah tahun, ataupun bertahun-tahun. Dan entah pula, Sore masih akan mengejarnya atau tidak jika mengetahui kebenarannya jawabannya ada ditangannya.


Terbangun dari tidurnya karena suara alarm yang menusuk ke gendang telinga. Menghampiri kamar mandi lalu berganti pakaiannya, memakai parfum, dan pergi menemui bi iyem.


"Udah ganteng belum?"


"Tiap hari juga aden mah ganteng den"


"Bisa aja" ucapnya dengan sangat puas sambil mengibas rambutnya.


"Mau nge..da..te ya den" ucapnya dengan terbata-bata.


"Ngedate gimana, kemaren di tolak mentah-mentah"


"Ditolak!? anak secakep aden ditolak? ckcckkck" tertawa mengkikik bi inem.


"Aneh kan, masa Sore di tolak ya" ucapnya sambil cemberut seperti anak kecil kepada bi inem.


"Oh mungkin aden nya galak"

__ADS_1


"kok galak sih, Sore baik loh orangnya"


"Mungkin aden bau kali yah"


"wangi tiap hari kok"


"Ooo.. mungkin aden terlalu cakep"


"Jadi Sore harus oplas jadi buruk rupa dulu baru dia nerima?"


"Mungkin ckckckckkck"


"Ah! bi inem gimana sih, kan bi inem berpengalaman dulu"


"kakak bi inem?"


"Iya ckckckck, aduh awalnya sih sakit hati. Tapi, lama-kelamaan saya mikir kok saya mau sama cowok yang buluk terus banyak gaya kaya dia"


"Namanya cinta bi, semua dibutakan"


"Bener den, udah ah sana pergi. Saya jadi curhat gini"


"Ih si bibi malah ngusir, ckckckck. Yaudah Sore berangkat dulu yah" Ucapnya lalu berpamitan kepada bi inem.

__ADS_1


"Hati-hati den, jangan ngebut ya"


"Siap bi"


Sore pergi ke markasnya bersama Jeo dan Kio, ada banyak orang juga disana. Anak-anak menamainya Jekarious, ya Jekarious. Semuanya tampan dan menarik namun harus hati-hati saat menjumpai, Senggol dikit tamat riwayat kalian. Semuanya memakai jaket layaknya geng motor berwarna hitam pekat membuat kumpulan anak geng Jekarious menjadi plus-plus lah saat dilihat.


"Lo balik ke Anggar?" Tanya Jeo.


"Hmm..." Jawabnya sambil menyeruput rokok.


"Terus lo ngapain ngerokok anjr" Sentak Kio.


"Kali-kali ya gapapa lah"


"Lo atlet jangan ngerokok, kalo gue sih boleh" Tambah Kio.


"Ketemu lagi deh lo sama si Botak, ckckckck"


"Udah kagak botak sekarang mah, Je"


"Bodo amat gue suka nya panggil botak ckckck"


Tertawa hingga menjadi marah karena segerombolan orang yang mencari masalah pada anak Jekarious. Semuanya menjadi kacau balau, saling memukuli antar geng dengan geng. Tak lama membuat segerombolan geng tadi yang membuat ricuh dalam 10 menit sudah habis di tangan Jekarious. Anak Jekarious menatap semua anak-anak itu yang ternyata geng ME (Mortal Enemies) geng yang suka mencari masalah dan menganggap semua geng motor itu adalah musuh bubuyutannya.

__ADS_1


__ADS_2