Young Dad!

Young Dad!
G2 Chapter 56


__ADS_3

KRINGGGG!!!


"Lima menit lagi, oke?" ucapnya pada alarm ponselnya sembari mematikan.


"Ini mana sih si Nino!" Kesal pak Mahmud, terus menunggu Nino yang tak kunjung datang. Anya jadi tambah panik karena wajah pak Mahmud sudah sangat menakutkan. Terus menelfon keluarga di rumahnya untuk cepat-cepat membangunkan Nino.


Lima belas menit kemudian..


"Nino.. Ayo bangun, nanti telat loh campingnya. Ini udah jam tujuh" Teriak Ibunya membangunkan Nino, yang masih tertidur pulas di tempat tidur.



...Embun Ceanelia...


Ayahnya menghampiri kamar Nino, tubuhnya masih tergeletak disana.Dengan pose tubuhnya berganti-ganti, tengkurep, sikap lilin, terlentang.


"Nino! Ini guru-guru udah pada nanyain kamu, apa Ayah harus bilang kamu gak jadi ikut camping?"



...Sore Qanjanio...


Nino terbangun dengan bergitu mengagetkan Ayahnya. Dia langsung ganti pakaian dan membawa semua perlengkapan camping.


"Kamu gak mandi?" Tanya Ayahnya.

__ADS_1


"Enggak usah lah, masih cakep ini. Ayo cepetan anter Nino, nanti telat" Lari menghampiri Ibunya.


"Jorok banget punya anak" Keluhnya.


Nino berangkat diboncengi Ayahnya memakai motor klasik milik Ayahnya. Visual mereka membuat gempar para murid disana yang sedang menunggu Nino. Rasa kesalnya seketika hilang melihat sang Ayah Nino yang begitu tampan.


"Gilaaa!! Ayah Nino cakep banget..."


"Iya.. pakek +++ deh. Sugar daddy anjir. Gak apa-apa gak dapetin anaknya, bapaknya juga boleh"


"Serius lo? Gue dapet info kalo Ibunya Nino, dari dulu gak pernah main-main. Hobby ngelabrak kalo ada yang deketin Bapaknya Nino"


"Beneran?"


GLEPAK!!


"Aw!! Sakit tau mba! Liat tuh Yah, adik Ayah baru aja pukul kepala Nino" Mengeluh kesakitan Nino.


"Pukul? Maaf Ayah gak liat" Ucapnya tengil sambil tersenyum pada Anya.


Violet menginjak keras kaki Nino tanpa hati, membuat Nino teriak keras kesakitan.


"Lama bener lo! Gak mikir nih kaki gue udah sakit cuma nungguin lo doang" Bisik mematikkan Violet.


"Eh om, izin bawa anaknya ya. Semoga hari om amat menyenangkan tidak ada Nino selama tiga hari kedepan"

__ADS_1


"Oh iya bawa aja, saya ikhlas ridho. Semoga hari kamu juga menyenangkan ya ada Nino selama tiga hari ke depan" Ledek Sore dengan senyum.


Violet terus menarik tubuh Nino kedalam bis itu dengan sangat kesal. Dan mendudukinya di sampingnya.


"Abang kenal Violet?" Tanya Anya.


"Engga, tapi keliatannya itu inceran Nino ya?"


"Ish, punya indra enam yah. Kok tau?"


"Karena tipe Anaknya gak akan jauh dari tipe Bapaknya"


"Bu Anya!! Ayo cepat, sudah telat. Nanti tambah telat" Julidnya. Sore menarik baju pak Mahmud dan menatap tajam wajahnya itu.


"Abang!! Udah-udah"


"Weh napa tuh pak Mahmud di gebok sama Bapaknya si Nino" Teriak anak dalam bis menonton pertikaian Ayah Nino dan Pak Mahmud.


"Beuh keren banget yah Ayah Nino" Gadis itu menatapnya dengan senyum sembari kedua tangannya menampung wajahnya itu yang sedang tersipu.


Nino yang melihat itu sudah tak aneh dengan kelakuan Ayahnya yang gampang tersinggung. Dan melanjutkan memperhatikan Violet yang sedang mendengarkan musik lewat earphone yang dipakai.


"Udah Abang ih! Malu diliatin anak-anak!"


"Awas aja kalo kamu suka sama nih orang, abang gak bakal restuin sampe kapan pun" Kesalnya.

__ADS_1


__ADS_2