
Sore memutuskan untuk tidak mempercayai perkataan Bio. Fikirnya mungkin Bio hanya ingin membuat dirinya tak fokus latihan karena sebentar lagi pertandingan. Waktunya sudah beberapa hari lagi, Sore harus terus berlatih dan memenangkan mendali emas. Ia terus berlatih di tempat latihan Anggar walau tak ada jadwal latihan dengan pelatih. Tiap pulang sekolah hingga sampai ke malam hari baru ia selesai berlatih. Kadang juga terus memaksakan berlatih karena terus mengingat perkataan Bio kepadanya. Namun hasilnya nihil, malah membuat Sore menjadi tidak fokus sama sekali. Rasa ingin menanyakan langsung pada Embun namun takut menjadi masalah untuk hubungan mereka kedepannya nanti. Ia membuka mask nya tampak sekali keringat sudah membasahi wajahnya sembari terus menarik nafas tak tentu karena capek.Melepas semua perlengkapan yang dipakainya, dan menggantinya dengan seragam sekolah.
Hari pertandingan berlangsung. Pada pertandingan masing-masing pemain memiliki kesempatan untuk menyerang terlebih dahulu. Bila serangannya berhasil ditangkis atau dihindari, pemain tersebut kehilangan hak serangnya dan lawannya akan memiliki hak untuk menyerang. Pemain yang bisa mendapatkan poin adalah pemain yang memiliki hak serang.
__ADS_1
Pada sistem pertandingan menggunakan pedang degen, tidak menggunakan sistem hak serang. Kedua pemain beradu cepat untuk menyerang lawannya dan siapa yang lebih dahulu mengenai lawan adalah pemain yang mendapatkan poin. Jika kedua pemain mengenai bagian tubuh lawan secara bersamaan, kedua pemain sama-sama mendapat satu poin.
Sebelum memulai sebuah pertandingan, pemain terlebih dahulu diwajibkan melakukan gerakan hormat yang ditujukan kepada wasit, penonton, serta sesama pemain. Gerakan hormat tersebut dilakukan dengan memegang masker disamping badan, kemudian memegang pedang dengan tangan kakan atau kiri, kemudian pendang diangkat hingga sejajar dengan wajah pemain.
__ADS_1
Wasit akan memanggil kedua pemain untuk ditempatkan di sisi kiri dan kanannya. Kedua pemain menempatkan diri di posisinya masing-masing, mengambil ancang-ancang dengan mengacungkan pedang dalam satu garis namun tidak boleh bersentuhan. Pertandingan dimulai ketika wasit menyerukan aba-aba ‘play’.
Selama pertandingan, seorang pemain dilarang melepas masker tanpa ada ijin dari wasit. Selain itu, seorang pemain juga tidak boleh meninggalkan arena pertandingan tanpa meminta izin terlebih dahulu dari wasit.
__ADS_1
Sudah waktunya untuk Sore bertanding dan ternyata lawannya adalah Bio. Bio yang melihat keberadaan Sore sangat amat tidak percaya akan kehadiran dirinya kembali menjadi atlet anggar. Wajahnya yang tadi ceria menjadi terus menatap kearah Sore dengan mimik wajah yang tak ingin kalah dari Sore. Sore berhadapan dengan Bio menatap ke arah wajahnya dan tersenyum menyeringai kecil lalu memakai maskernya itu. Bio tambah kesal saat melihat senyum di wajah Sore.
Embun dan yang lainnya sampai di tempat pertandingan anggar, dengan waktu yang tepat karena melihat Sore baru akan mulai pertandingannya. Embun yang hadir disana membuat Sore tambah semangat dan percaya diri. Saling menyerang dengan terus mendapat poin hingga di titik akhir Sore membutuhkan sedikit lagi poin dan semua bersorak, Ayahnya(pelatih), Embun, Elisha, Jeo, dan Kio menandakan jika Sore memenangkan pertandingan tersebut. Sore menjadi sangat bahagia karena ia merasakannya lagi, merasa akan kemenangan yang di dapatnya. Kedua pemain melepaskan Masker nya dan seketika membuat Embun menjadi terdiam saat melihat Bio ada disana.
__ADS_1