Young Dad!

Young Dad!
Chapter 28


__ADS_3

"Kak Sore! Anter Yuna pulang yah" meminta antar kepada Sore.


"Gak! gue sibuk. Pulang aja lo sendiri" Jawabnya dengan sinis, menaiki motornya.


"Mau kemana?" Tanya Jeo dan Kio.


"Markas TM"


Jeo dan Kio langsung menaiki motornya dan pergi mengikuti Sore. Karena takut Sore berbuat ulah lagi pada anak TM. Benar, Sore teriak-teriak memanggil nama Bio.


"Mana Bio!?" Tanyanya dengan nada keras kepada anak-anak TM.


"Ada urusan apa lo kesini?"


"Kalo gue tanya, ya jawab!!" Teriaknya lalu memukul wajah anak TM itu.


"Sore! Apaan sih lo, gak gini juga. Bilang ke kita kenapa lo sampe segitunya cari si Bio" Jeo dan Kio melerai perkelahian Sore dan membawanya menjauh dari markas TM.


"Embun sama Bio" Jawabnya.


"Serius lo!?" Nada tak percaya Jeo dan Kio.


"Iya. Mangkanya gue sampe segininya, berhari-hari gue cari si Bio"


"Terus lo tau dari mana Embun ada sama Bio?"

__ADS_1


"Embun angkat telfon gue, terus gue denger suara Bio" ucapnya dengan terus mengacak-acak rambutnya.


"Dasar tuh anak. Yaudah, gimana besok kita balik lagi, sekarang kita balik dulu" Kata Jeo.


Kembali pulang dengan suasana hati yang buruk, masih memikirkan Embun yang selalu terbayang-bayang difikirannya. Baru mematikan mesin motornya, Yuna sudah ada di hadapannya sambil tersenyum manis menatap ke arah Sore.


"Kemana? Kok baru pulang?" Tanyanya dengan suara lembutnya.


"Ada urusan" Jawabnya sembari membuka helm.


"Kok mukanya cemberut mulu sih? lagi badmood ya"


"Engga"


"Banyak nanya ya lo"


"Ish, ngegas mulu gak suka!" kesalnya sembari memasang wajah cemberut dan melipat kedua tangannya di dada.


"Iya-iya maaf, kak Sore lagi banyak fikiran jadi jangan ganggu kak Sore sekarang yah" ucapnya yang berusaha agar terdengar tidak ngegas.


"Kan Yuna gak ganggu kak Sore, Yuna cuma nanya bukan ganggu"


Sore mengusap hidung, dan terus menatap Yuna. Menahan diri untuk tidak kesal kepadanya, nanti yang ada dia merengek.


"Kak Sore istirahat dulu yah"

__ADS_1


"Aku ikut!"


"Eh ngapain ikut, gak baik. Nanti timbul fitnah tetangga"


"Engga lah kak, mau aku buatin apa buat kakak makan?"


"Eh gak usah, kan ada bi Inem"


"Gak apa-apa, kali-kali Yuna masakin buat kak Sore yah" Katanya lalu masuk kedalam rumah Sore sambil menarik tubuhnya itu. Menghampiri dapur dan mulai memasak. Sore terus menatap Yuna yang sedang memasak, semua laki-laki pun pasti akan terpesona dengan kecantikan Yuna apalagi sedang memasak. Sore mendekat dan menguncirkan rambut Yuna yang terurai yang terlihat risih. Yuna terseyum lagi kepada Sore.


Lima belas menit sudah berada di dapur, Yuna langsung membawakan makanan yang dibuatnya ke hadapan Sore.


"Dicoba pasti nagih" katanya sambil tersenyum ceria.


Sore mencobanya dengan perlahan masuk kedalam mulutnya itu, baru saja memasukkannya sudah sangat terasa enak sekali. Nasi gorengnya benar-benar berbeda dari nasi goreng lain. Sore terus menyantap nasi goreng itu dengan lahap, dalam waktu 5 menit sudah habis. Ia melihat kearah Yuna wajahnya menjadi tambah senang saat melihatnya sudah menghabiskan nasi goreng buatannya.


"Saking enaknya gak bagi Yuna yah" Ujarnya melipat kedua tangan di dada. Sore menatap piringnya sudah bersih tidak ada satupun nasi disana.


"Eh sorry..." ucapnya dengan nada lemas.


"Hahahaha, gak apa-apa Yuna udah seneng liat kak Sore lahap banget makan nya" Kata Yuna sembari mengelus rambut Sore, membuat Sore terdiam menatap Yuna.


"Besok aku buatin bekel buat kak Sore, gimana?" tambahnya.


"Boleh-boleh, sekalian aja bareng ke sekolahnya yah" jawab Sore.

__ADS_1


__ADS_2