ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
MENUJU BANDARA


__ADS_3

       Rani tak menyangka hari ini Sofiya Memesan nasi goreng yang berkalori tinggi. Biasanya seorang Sofia Mutia benar-benar menjaga porsi makannya.


   


     Rani penasaran dia pun mencoba menyelidiki apa gerangan sahabatnya itu bertukar menu makanan, seperti asing dilihat oleh Rani.


  


      "FIYA, lagi datang bulan yah!!" sampe tukar menu, nasgor USA pulak itu. Itukan mengandung beef yang banyak kalori!!" 


    "Terus tambah telur mata separuh matang, kamu gak takut gendut?" selidik Rani.


    "Hehe gak tau ni Ran, lagi kepingin aja makan nasgor USA. Laper banget aku hari ini. Lagian gak masalah kalau hanya  sesekali beralih menu!!" 


    Bukan karena datang bulan atau apa, kalau datang bulan mah, malah gak selera makan," ucap Sofiya Mencoba menjelaskan.


       Pukul 14.00 Sofia Harus segera kembali ke tempat kerjanya, karena hari ini ada meeting dengan atasannya. Jam sudah menunjukkan pukul 13.15. Mereka berdua masih melahap makanan masing- masing. 


    Terlihat memang Sofiya Lebih lahab daripada sebelum-sebelum nya. Rani memperhatikan cara Sofiya Makan, memang tidak seperti biasa.


   "Apa mungkin karena stress kali ya!" Fiya  lahap  banget makannya," ucap Rina berbicara dalam hati.


       "FIYA, jangan terburu-buru," tegur Rina. 


    Melihat makan Sofiya Semakin menjadi jadi seperti orang tidak makan beberapa hari. kejadian langka yang pernah dilihat Rani terhadap perilaku Sofiya Selama mereka bersahabat.


      "Hemm!!" Ini udah mau telat Ran, jam 14.15 ada meeting nanti sama atasan. Nih liat jam berapa!!" ucap Sofiya sambil menunjukkan tangan nya ke Rani, seolah mengejar waktu.


 


       "Untuk hari ini aku sangat sibuk," ucap Sofiya Lagi sambil mengunyah nasi goreng dan melahap nya dengan cepat. 


     "Iya aku tahu kamu hari ini sibu, tapi jangan terburu-buru. Percaya padaku kamu tidak akan terlambat,"  kembali Rani menegaskan agar santai tidak terburu buru.


        "Hemm!! ok Ran, sepertinya aku udah mau telat nih. Ini kamu yang bayar ya ke kasir, aku ke kantor naik pak mojek lagi, udah pesan kok nanti dia jemput, ok bye!!" aku duluan ya Ran," ucapnya sambil bergegas mengangkat tasnya dan berdiri mengelap mulutnya dengan tisu.


        "Jangan terburu buru!!" Lagi-lagi Rani berteriak ke arah Sofiya."Fiya...Hati-hati dijalan," ucap Rani.


    "Iyaaa byee!!" Sofiya Melihat kebelakang sambil Melambaikan tangannya ke Rani. 


     Dengan Jalan yang terburu-buru menuju pintu Keluar, sambil jalan sesekali dia Memperhatikan jam yang ada di lengan Kirinya.


  

__ADS_1


         "Hemm, telat gak nih yahh!!" Semoga pak mojek udah nunggu di depan," ucapnya sambil berlari kecil.


     Ting tongg.. 


(Notif pesan) 


    "Eehh!! Dari pak mojek, udah didepan ternyata. syukurlah jadi gak nunggu lagi deh," ucap nya lega.


     15 menit sampai di kantor dan untung saja Sofiya Tepat pada waktunya, walaupun sedikit terburu-buru. akhirnya dia bisa mengikuti meeting dengan atasannya.


      Dia pun membenahi pakaiannya yang sedikit acakan karena tertiup angin. Lalu dia segera masuk ke ruangannya dan mengambil beberapa berkas untuk dibawa ke dalam ruang meeting hari ini.


       Di Dalam ruangannya dia sempat menambahkan sedikit lipstick tipis di bibir mungilnya tersebut, dia selalu menjaga penampilannya agar sentiasa rapi dan bersih.


      Seperti biasa, didalam ruang meeting sudah ramai orang berkumpul, namun tidak terlambat. meeting lima menit lagi akan dimulai, Mike melihat Sofiya Duduk di kursinya tersenyum hangat.


       Staf yang bernama Merica memandangi pandangan Mike kepada Sofiya. Merica sangat menginginkan Mike, namun dirinya tidak pernah di lirik oleh Mike, Merica yang sering disapa Meri ini selalu iri dan dengki kepada Sofiya.


       "Selamat siang menjelang sore!!" Meeting akan kita mulai dari sekaran," ucap sekretaris Mike.


*****


       Satu jam kemudian..


       Meeting berjalan lancar, staff bank kembali ke meja kerja mereka masing-masing. Namun tidak dengan Sofiya, dia bagian penganalisis keuangan di bank tersebut,  atasan menahannya sebentar.


    "FIYA, nanti malam kamu sibuk?" tanya pak Mike lembut.


   " Maaf Pak, saya ada janji  dengan teman-teman saya, kenapa memangnya pak?'' Sofiya Mencoba bertanya sopan.


     


       "Saya berencana mengajak kamu dinner, untuk menghadiri undangan Pt permen, karena ini adalah salah satu nasabah terbesar kita. Itupun kalau kamu berminat!!" ucap Pak Mike masih dengan nada lembut dan mata yang terus menatap Sofiya.


    "Oh begitu, tapi maaf pak!! saya tidak bisa karena sudah ada janji sama sahabat saya terlebih dahulu. Saya permisi pak," ucap Sofiya Meninggalkan pak mike di ruangan meeting itu sendiri.


     Pak mike penuh harap dengan Sofia Padahal Sofiya sebenarnya tahu perasaan pak mike terhadap dirinya. walaupun pak Mike adalah boss nya, namun tidak sedikitpun Sofiya Tergiur dengan pak Mike.


     Sofiya Dengan tega meninggalkan bossnya itu di ruang meeting tersebut. Namun sikap Sofiya Yang dingin seperti kutub utara itu tetap bisa dimaklumi oleh bos nya itu.


      Sofiya Tidak ingin menghadapi hal-hal aneh lagi, jika dia terus-terusan dekat dengan atasannya. Sofiyatahu orang yang sering menerornya jika dia dekat atasannya tersebut, namun Sofiya Memilih diam dan tidak ingin memperpanjang masalah.


     Baginya lebih baik menghindar daripada harus terkena batunya. Padahal bos nya itu sangat baik kepadanya, lalu Mike juga tidak pernah memaksa dirinya apalagi harus marah.

__ADS_1


        Dua minggu berlalu namun balasan yang chat yang ditunggu tunggu nya tak kunjung dibalas. Hari sudah menunjukkan jam pulang kerja, Sofiya Dengan langkah lelah nya mencoba mencapai parkiran mobil nya.


      Ting..tong..


notif masuk pesan!!


    tapi Sofiya Tidak langsung melihat ponselnya, dia mengabaikannya mungkin hanya notif tidak penting pikirnya.


 


          "Ting..tong..  


       Notif itu terus-terusan masuk seolah membuat penasaran untuk Sofiya. Ada beberapa notif masuk, rasa penasaran Sofiya Mulai timbul, dia masuk ke mobil nya dan siap dengan memasang belt di badannya. 


    Sofiya Dengan rasa penasaran tinggi,  merogoh tasnya, untuk melihat siapa yang mengirim chat bertalu talu. 


   Melihat notif yang masuk dari aplikasi chatting saktinya itu, Sofiya Tidak sabar membukanya. Dia sangat yakin itu pasti balasan dari Zaid Fahlevi.


       Pesan dibuka.


      "Ha!! Apa??" Di Bandara??" Sofiya Berbicara sendiri


     Sofia Semakin panik membaca pesan yang baru saja masuk di dalam ponselnya, berita ini sangat membuat jantungnya berdetak kencang. Rasanya kali ini dia tertimpa sakit jantung dadakan.


      Lagi-lagi dia masih tidak percaya, dia mencoba memegang wajahnya.


    


      "Aduhh sakit!!" ucap Sofiya Sengaja mencoba mencubit tangan kirinya sendiri.


      Dia seperti kehilangan akal, percaya ataupun tidak kali ini dia harus segera menuju bandara Hang Nadim secepat mungkin.


      Dia tidak ingin mengecewakan orang yang menunggunya di bandara Hang Nadim tersebut. Dengan tergesa-gesa dia segera keluar dari area parkir yang ada di kantornya.


      Mike yang keluar dari kantor itu melihat mobil Sofiya Sangat terburu-buru. Namun Mike sudah diberitahu Sofiya Lebih awal dia akan bertemu dengan sahabatnya. Jadi Mike berpikir seperti itu.


      ******


           Hai gaiss!! Kira-kira siapa ya yang udah nungguin Sofiyadi bandara.


     


     

__ADS_1


__ADS_2