
Mereka berdua saling bertatapan, kini jarak bukan lagi penghalang mereka. Senyum terpapar disana, malam seolah berteriak dengan gembiranya. Disana bukan mereka berdua saja yang ada, namun ada satu sosok wanita yang mendampingi Zaid Fahlevi.
"Dinda, kenalkan ini ibuku!!" ucap Zian lembut.
Langsung Sofiya menyalami sosok perempuan separuh baya itu dengan sopan dan santun. Wanita yang dikenalkan Zian kepada Sofiya adalah ibu kandungnya yang baru saja ia temukan.
Keadaan sedikit diam membisu, Ibu Zian memeluk erat Sofiya. Pelukan seorang ibu tidak pernah Sofiya rasakan juga, jika memang Zian adalah jodohnya dia sangat beruntung, mendapatkan suami dan ibu mertua yang baik.
"Kamu sudah makan?" tanya zian memecahkan suasana diam.
Namun tatapan zian terlihat datar dan pertanyaan itu begitu singkat, yang membuat gemuruh dadanya makin meningkat dan hatinya makin insecure. Apakah sosok di depannya ini tidak menyukainya.
Karena sepertinya Zian sangat dingin dan seperti tidak ada keramahan dibibir Zian tersebut. Sofiya merasa Zian mungkin tidak menyukainya, namun ibu Zian menggandeng tangan Sofiya dengan erat.
"Nama kamu siapa nak?" tanya ibu lembut.
"Sofiya bu!!" ucapnya Sambil menebar senyuman hangat kearah ibu Zian.
"Cantik sekali, persis seperti orangnya!!" Kamu baru pulang kerja ya?" tanya ibu lagi.
"Iya bu, saya langsung kesini, setelah mendapat kabar," ucap Sofiya malu-malu melirik ke arah ibu.
"Pasti kamu lapar!!" Ibu juga lapar, ayo kita makan dahulu," ajak ibu
Pernyataan ini harusnya Sofiya yang mengajukannya, namun karena gugupnya melangkah saja kakinya seperti kaku. Apalagi harus mengajak Zian dan ibunya untuk beranjak ke tempat makan.
Ternyata begitulah pertemuan pertama dengan seseorang yang sudah akrab di dunia maya. Namun di dunia nyata menjadi sangat gugup dan kaku.
"Ehmmm!!" Ada yang bilang waktu itu kalau ketemu aku mau dijewer aku bu!!" ucap Zian memecahkan suasana
"Hust!! kamu memang suka jail ya!!" Liat tuh memerah pipinya Sofiya," ucap ibu lembut sambil tersenyum dengan Sofiya.
Kepala Sofiya hanya bisa tertunduk, mereka langsung menuju restoran terdekat, ibu tak henti hentinya menggenggam tangan Sofiya.
"Pertemuan yang menegangkan sekaligus penuh tanda tanya, dengan sikap seorang laki laki yang berzodiak Libra ini, dingin bak kutub utara!!" hati Sofiya berbicara sendiri.
__ADS_1
Pertemuan pertama Sofiya Mutia sangat mengesankan bahkan penuh tanda tanya. Sebab sikap yang ditunjukkan Zian kurang hangat terhadap dirinya. Walaupun begitu sikap ibunya lah yang lebih dominan hangat dan menyambutnya baik.
Masih berdebar jantung Sofiya menuju tempat makan, rasanya ia ingin menutup wajah merahnya itu karena tiba tiba Zian sedikit menjahilinya. Dengan kata-kata yang pernah iya lontar kan semasa mereka asyik berkomunikasi dan bercanda dahulu.
Entah apa maksud Zian, sikap nya yang kurang ramah, namun sedikit menjahili dirinya. Memang Zian sangat susah ditebak, mengingat perkenalan pertama mereka dul.,
Saat itulah kenapa Zian perwatakan nya cuek menjadi luluh dan terhibur dengan Sofiya yang ceria seakan tiada beban yang dipikulnya.
Padahal kalau dalam kesendirian dia suka menangis larut sampai tertidur. Namun dengan orang-orang dia menunjukkan sisi tegarnya yang luar biasa.
Walaupun begitu mereka sudah saling cerita pengalaman hidup. Keluarga bahkan privasi lainnya mengenai pekerjaan Zian, yang mulanya dahulu ia hanya tahu Zian adalah kuli bangunan biasa.
Tak sengaja Sofiya membuat hal lucu yang membuat Zian tertarik mengunjunjungi bahkan memfollow akun Sofiya tersebut. Mereka sering sekali bercanda bahkan beradu pantun dan berbalas puisi.
Setiap momen Sofiya pasti ada Zian yang mengomentarinya, termasuk ketika Sofiya membuat gambar dengan caption pantun yang menggelitik perut Zian.
Jauh jauh pergi berlayar, pulang pulang membawa kain, aku sangka mau datang melamar, eh ternyata nikah sama yang lain.
Namun Sofiya malah membuat lelucuon dari singkatan nama zian tersebut. Dia menuliskan Z.F adalah Zombi flu, lelucon itu juga membuat Zian menjadi nyaman dan terbuka dengan Sofiya.
Dengan membuat postingan humor, berupa pantun atau kadang puisi membuat Sofiya dikenal bucin oleh para members sosial medianya. Lagi pula dengan Sofiya sendiri pun tidak ingin meletakkan foto aslinya di setiap sosial medianya. dia lebih suka menaruh foto tokoh anime atau favoritnya yaitu gambar kelinci.
Terlihat sangat secret akunnya itu, namun lambat laun Zian dan Sofiya saling mengenal, akhirnya jatuh di ranah kenyamanan.
komentar Zian kala itu tidak kalah menggelitiknya. Dia membalas setiap moment yang Sofiya post dengan caption pantun maupun puisi.
"Kue klepon didalam kain, move on cari yang lain," begitulah balasan pantun Zian.
Ditambah emoji tertawa terbahak-bahaknya. Disitu mereka saling beradu Pantun, walaupun banyak yang tidak nyambung. Keseruan mereka di dunia maya Sangat berkesan di hati Sofiya maupun Zian.
Sambil mereka makan, Ibu duduk disamping Sofiya, sedangkan Zian berhadapan dengan Sofiya. Entah kenapa lidah Sofiya merasa sangat kelu bahkan gagu.
__ADS_1
Zian pula membuat tingkahnya seolah benang layang- layang. Di dunia maya mereka sangat terbuka dan penuh canda, namun sekali bertemu bertatap kedua bola mata mereka banyak kebisuan yang melanda.
"Nak Sofiya!!" Zian banyak bercerita tentang mu. Jadi ibu tidak ingin bertanya apa yang sudah ibu ketahui, ibu hanya ingin bertanya tentang keseriusan mu dengan anak lelaki ibu!!"
"Yang kamu tahu dia mempunyai penyakit yang mungkin tidak akan pernah sembuh," ucap ibu menjelaskan sekaligus ibu memecahkan kebisuan.
Sofiya masih dengan wajah merah dan malu, hatinya pun ikut bertanya-tanya, kenapa dia tidak bicara langsung. Kenapa harus ibu yang mengatakan itu, Sofiya terbata-bata ingin menjawab pertanyaan ibu Zian.
"Mmmmm!! Iyaa bu, saya siap menerima kondisi apapun darinya," ucap Sofiya lalu dia menundukkan kembali pandangannya.
Rasanya sekarang wajah nya bak udang rebus yang merah, Karena ditatap oleh seseorang yang membuat jantungnya sekarang semakin tak henti berdetak.
Zian dengan senyum di bibirnya melihat tinggah Sofiya yang begitu malu malu, terhadap dirinya. Zian sengaja membuat Sofiya salah tingkah.
"Hmmm!! Jangan nunduk terus, itu cacing di perut kamu sudah memberontak. Ayo segera habiskan makananmu!!"
"Memangnya kamu tidak ingin membawa aku dan ibu kerumahmu??" tanya Zian.
"Lagi- lagi Zian membuat jantungnya semakin tak ada ritme. "Tadi dia cuek, sekarang perhatian, tapi ngeselin banget," ucap suara hati Sofiya.
"Hahaha!! Itu pipi apa udang rebus neng!! merah amat!!" tak habis habis Zian membuatnya malu-malu.
Ibu yang melihat anaknya tertawa bahagia seperti itu ketika mengeluarkan air mata haru. Bagaimana tidak ibu dan anak itu terpisah selama 24 tahun lamanya.
Dan ia baru tinggal bersama anaknya itu dua bulan lalu. Setelah Zian koma hampir sebulan, rekan-rekannya, beserta Om Jaka yang sudah dianggap nya seperti ayah baginya itu, membantu mencari keberadaan ibunya.
Dengan bantuan media media yang cukup banyak, tak lama akhirnya mereka menemukan sosok ibu kandung dari Zaid Fahlevi. Dan sekarang mereka berkumpul kembali.
******
__ADS_1