ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
SANTI KEPERGOK


__ADS_3

      Kembali dengan rumah tangga Sofiya dan Zaid. Pagi dengan tanpa kendala tersebut. burung indah terbang dengan ceria.


      Pagi itu sangat cerah, tadi malam mereka semua bisa tidur dengan begitu nyenyak nya, Setelah membuat rencana untuk menyatukan Heru dan Rini.


      Pagi ini Sofiya sudah membuatkan sarapan untuk suami dan ibu mertuanya, Padahal di rumah itu ada tiga orang pembantu, namun Sofiya dari pagi sudah bangun untuk menyiapkan sarapan, untuk pekerjaan itu tidak sulit bagi Sofiya untuk mengerjakannya.


         Setelah selesai sholat subuh, Zaid  kembali tidur untuk sebentar saja, namun Sofiya keluar rumah untuk berbelanja sedikit sayur, dan saling mengenal tetangga-tetangga yang berada di dekat rumahnya itu.


      Tak sengaja pula Sofiya mendapatkan teman baru, yang bernama IRA. IRa pun yang katanya, baru datang dari luar kota.


     Sofiya merasa dirinya dan IRa sama-sama lah pendatang baru di kota Kalimantan Utara itu, tidak ada salahnya Sofiya untuk mencoba akrab dengan teman barunya itu yang bernama IRa.


      Ketika Sofiya mengajak IRa untuk singgah di rumahnya itu, IRa menolaknya karena alasan sibuk untuk memasakkan suami dan anaknya.


    Teman baru Sofiya itu katanya sudah memiliki suami dan seorang  anak, itu lah mengapa Sofiya percaya begitu saja dengan orang yang baru ia kenal itu.


         Ibu yang mencium bau masakan dari arah dapur, tiba-tiba ibu keluar dari kamarnya, dan ibu sangat terkejut yang memasak di dapur adalah menantunya.


    Dan ia dibantu oleh salah satu pembantunya yaitu Bi Sumi, sepertinya ibu mendekati Sofiya yang sedang asyik memasak itu bersama Bi Sumi.


          "KA...kenapa kamu yang masak pagi pagi begini, Bi..mana bu laras dan santi?" tanya ibu heran.


       Ibu mertua Akiqa itu merasa heran karena Bu Laras dan anaknya yang bernama Santi itu, tidak terlihat berada di dapur, Ibu pun penasaran dimana mereka berdua sedang berada.


     Sebelum Bi sumi yang menjawabnya, Sofiya langsung menjawab pertanyaan dari mertuanya itu, Sofiya tidak ingin ada keributan yang di timbulkan karena dirinya telah membantu masak di pagi hari ini.


     Berbagai macam alasan yang diberikan Sofiya kepada mertuanya, dia menutup-nutupi keburukan Bu Laras dan Santi anak Bu Laras tersebut.


         "Oh...bu larwas dan Santi, tadi mereka menyuci pakaian bu, lalu mungkin mereka sedang menjemur pakaian," ucap Sofiya.


     Padahal Sofiya sendiri pun tidak tahu di mana Bu Laras dan Santi sekarang berada, namun sebisa mungkin Sofiya menutupi keburukan mereka, agar tidak ada keributan yang terjadi karena hal yang sepele, pikir Sofiya. 


        "Oh..begitu, yasudah, kamu jangan capek m-capek nak..kamu kan juga belum terlalu sehat," jawab ibu begitu perhatian sekali Ibu mertuanya itu kepada Sofiya.

__ADS_1


        "Iya bu..Sofiya gak apa-apa kok, Sofiya hobbi banget masak, jadi tidak masalah kok," ucap Sofiya.


     Semakin kagum ibu mertuanya itu kepada dirinya, bi Sumi pun sangat menyukai Sofiya, karena kebaikan hati Sofiya yang begitu tulus.


         "Yaudah ibu mau liat bunga-bunga ibu dulu," ucap Ibu, beranjak ke halaman rumah.


     Kebiasaan ibu mertuanya itu, ketika pagi ibu mertuanya itu suka melihat bunga-bunga di halaman rumahnya itu, ibu mertuanya itu juga hobbi mengkoleksi bunga-bunga mewah.


        Setelah makanan yang sudah dimasak Sofiya selesai, Bi Sumi pun membantu Sofiya menata meja makan, setelah itu Sofiya kembali ke kamarnya untuk membangunkan suaminya itu.


     Suaminya yang sepertinya tertidur sangat nyenyak itu, sebelum Sofiya memanggil Zaid, Dia memanggil Ibu mertuanya terlebih dahulu untuk duduk di meja makan.


       "Terima kasih ya..Bi,  sudah bantu saya, menyiapkan makanan ini semua," ucap Sofiya  begitu menghargai asisten rumah tangganya itu.


   "Sama-sama non, ini udah jadi tugas Bi Sumi, jadi jangan repot-repot seperti ini lagi, gak enak di liat nyonya tadi," ucap Bi sumi merasa segan dengan ibu mertua Sofiya itu.


      "Enggak apa-apa Bi, ibu mertuaku itu benar-benar baik dan peduli pada diriku, yaudah saya mau panggil ibu kesini dulu," ucap Sofiya beranjak dari dapur ke halaman.


    Sofiya pun menuju halaman rumah, dimana ibu mertuanya itu sedang menyemprotkan cairan untuk dedaunan yang ada dihalaman rumah itu.


****


       "Ibu...makanannya sudah selesai, ayo kita sarapan," panggil Sofiya dengan lembut mamanggil ibu mertuanya itu.


       "Oh..iya nak, sebentar ibu sedang memberi racun serangga, ada serangga yang makan tanaman kesayangan ibu ini!" ucap ibu membalasnya.


     "Oh..begitu, yasudah Sofiya membangunkan Zaid dulu, ibu segera kemeja makan ya..." ucap Sofiya berlalu meninggalkan ibu disana.


      Sofiya pun meninggalkan ibu mertuanya, dan dia menuju kamarnya yang terletak di lantai atas.


     Sofiya mencoba menaiki anak tangga satu persatu, dan melangkah penuh kebahagiaan, berita tadi malam membuat nya bahagia, pagi ini dia akan sarapan dengan hati yang ceria pikirnya, Sofiya pun membuka pintu kamarnya perlahan.


        "A....aku cuma mau mengambil baju kotor ini," ucap Santi terperanjat.

__ADS_1


      Sofiya terkejut bukan kepalang, santi berada didalam kamar nya bersama suaminya itu, Sofiya belum mengatakan apapun, santi beralasan mengambil baju kotor.


        Sebelum Sofiya berbicara, tiba-tiba Zaid membuka matanya, karena mendengar sedikit suara yang ditimbulkan dari Santi tersebut.


      Mata Zaid masih menyipit, memang Zaid baru tersadar karena terganggu dengan suara Santi itu. 


     Zaid pun sedikit bingung, karena disitu ada istrijya dan Santi berada di dekatnya, Zaid pun merasa aneh dan ter tanya kepada Sofiya berdiri di depan pintu, sedang apa mereka berdua berada bersamaan, pikir Zaid.


        "Sayang..ada apa??" Tanya Zaid bingung.


     Zaid bertanya kepada istrinya itu, karena Zaid melihat mata Sofiya begitu lekat memandangi santi yang tertunduk itu, Santi pun merasa malu kali ini, lagi-lagi ada Zaid di tengah-tengah mereka.


      Sofiya masih diam terpaku memandangi Santi. Santi pun cepat-cepat ingin keluar dari kamar itu.


       "Saya..cuma ambil baju kotor ini den, permisi," ucapnya kepada Zaid, Santi berlalu dengan cepatnya, tanpa memandang ke kanan dan kiri.


      "Sayang..kamu kenapa, diam disitu??"


      "Tidak ingin mencium ku??" ucap Zaid sangat manja sekali pagi ini.


       "Kanda..ingin seperti yang tadi malam," ucap Zaid sambil memuncungkan bibirnya.


      "Sayang..sini mendekat," ucapnya lagi.


      Sofiya masih geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya tersebut. Suaminya begitu manja saat ini. Dia begitu bersyukur, mendapatkan suami yang selalu ingin berada dekat dengan dirinya tersebut.


        Aliq awalnya hanya ingin membangunkan Zaid, namun tidak sengaja Sofiya mempergoki Santi yang berlaku layaknya istri dari suaminya tersebut.


     Sudah terpergok, malahan Santi mencari banyak alasan untuk membuang badannya itu. Katanya dia hanya ingin mengambil pakaian kotor, namun apa yang Sofiya lihat tidak sama dengan pernyataam Santi tersebut.


     Sedang Suaminya itu, memang terlihat begitu kelelahan dan sangat nynyak tidurnya, dia pun terbangun karena terkejut mendengar suara Santi yang memberikan alasan bohong kepada Sofiya.


     ****

__ADS_1


__ADS_2