ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
AKHIRNYA SETUJU


__ADS_3

    Heru yang masih terdiam dia pun mulai angkat bicara walau pun terdengar nada putus asa disana.


    "Emangnya nya kalian punya rencana apa buat gue dan Rani bisa bersatu??


     "Gua udah putus Asa dan pasrah sama ketentuan Tuhan, kalau emang dia jodoh gue, Gue dan Rabi bakalan bersatu juga nanti," nada suara Heru lemah di kalimat itu.


    "Gua dan istri gua berencana, akan datang ke acara pernikahan Rabi nanti. Terus lo ikut bersama kita juga hadir di acara pernikahan itu, dan dan ketika Rabi tengah berdandan di kamarnya, Rinu yang menggantikan kehadirannya nanti."


    "Sedangkan lo siap-siap membawa kabur Rabi dari kamarnya itu, dan ini sudah disetujui oleh Rini, jadi  lu Jangan pernah putus asa, kita semua bakalan bantuin lu berdua," ucap Zaid


      Heru tidak mengeluarkan suara, hening seketika panggilan itu. Apa yang terjadi??


     Zaid mencoba meyakinkan Heru dengan sungguh-sungguh. Dan menjelaskan secara terperinci rencana mereka itu.


     Agar Heru tidak patah semangat apa lagi sampai putus asa untuk mempertahankan cintanya kepada Rani, Zaid dan Sofiya berharap Heru akan menyetujui rencana mereka ini.


       "Lo...serius boss, mau bantuin gue? tanya Heru tidak percaya.


       "Iya kami serius," ucap mereka serentak, Sofiya reflex seketika mendengar suara Heru tampak ada semangat.


    "Oh ya! siapa yang membuat rencana segila ini??" tanya Heru terkejut dengan jawaban serentak suami istri itu.


    Heru yang mendengar penjelasan Zaid itu menjadi di tambah semangat, dan dia tidak menyangka, Zaid ingin melakukan itu semua demi dirinya.


    "Yang membuat rencana ini adalah bidadari surgaku," ucap Zaid sambil tersenyum memandang wajah Sofiya.


     "Heh..gimana, elo setuju gak??" tanya Zaid kembali kepada Heru.


     "Sofiya yang membuat itu semua??


    "Hahaha, gilaa busheett istri lu bos,  punya ide segila itu buat bantuin gue, thanks banget kalian...kirim salam sama Sofiya," ucap Heru begitu senang atas dukungan mereka.


     "Nih...istri gua disebelah...sambil cengar cengir dengarin suara lo, dia tuh khawatir banget sama Rani," tambah Zaid.

__ADS_1


    "Hah..Rani!!  emangnya Kenapa dia??"


  "Dan ponsel nya gua coba hubungin gak aktif juga," ucap Heru, terdengar nada suara yang begitu khawatir Zaid dan Sofiya.


     "Iya benar, ponselnya memang tidak aktif," ucap Zaid.


    " Rini bilang, kalau Rani mengurung dirinya sendiri di kamar, dan sudah tiga hari Rani tidak ingin makan apa pun."


    "Saat ini Rini mencoba mencari cara, agar Rani bisa mengetahui rencana yang kita buat ini, dan dia bisa kembali semangat seperti kemarin-kemarin dulu," jelas Zaid lagi.


        "Serius?? gue bisa minta nomor ponsel ny Rini, gua khawatir banget sama Rani."


     "Gua mau nelpon Rinu langsung, gua mau mastiin keadaan Rani, gua benar-benar sayang sama dia, walaupun gua tahu, hubungan gua sama dia sangat baru, dan ini perasaan gua benar-benar untuk dia," ucap Heru dengan nada benar khawatir.


     "Iya iya, yaudah nanti gua smsin nomor ponsel Rini ke elu, perkembangan apapun itu elu harus kasih tau gua. Oh ya! elu ada balik ke Jakarta?? tanya Zaid ingin penasaran.


    Zaid ingin tahu kalau Heru ada atau tidak kembali ke Jakarta sebelum ia berangkat ke Bogor, untuk memastikan keadaan perusahaannya di Jakarta itu tidak ada gangguan dari siapa pun.


    "Gua langsung ke Bogor, Udin sempat nelpon sih, nyuruh gua singgah ke Jakarta dulu, tapi gua bilang gak bisa, dia juga kayaknya paham. Kasian juga si Udin sibuk dia boss, ngurus induk perusahaan," ucap Heru.


    "Oke..boss, apapun itu gua terimakasih banyak atas bantuan kalian semua, berkat lo, gue ada kehidupan lagi, yang bakalan gue perjuangin, thanks banget boss. Elo dan istri lo memang the best friend forever," ucap Heru.


    "Hahahaha, lebay lu. Yaudah hati-hati lu, Jaga kesehatan selalu, dan jangan lupa kabarin gue apa pun itu, gue siap bantuin lo dalam keadaan apa pun," jawab Zaid lagi.


   "Iya bos, siapp! oke gua tutup dulu, gua mau nelpon Rini, bye assalamualaikum."


   "Ok...bye Waalaikumsalam."


         Sangking khawatirnya terhadap Rani, membuat Heru langsung menelpon Rini, Dia meminta nomor ponsel Rini dari Zaid. 


    Dan Zaid pun langsung mengirimkan nomor ponsel Rini tersebut, Heru benar-benar menelpon Rini untuk memastikan keadaan Rani saat ini.


     Mendengar kabar dari Zaid membuat Heru sangat menghawatirkan Rani, tak lama berdering panggilan Heru pun dijawab oleh Rini.

__ADS_1


     "Hallo...siapa ini?" Rabi  yang tidak mengenali nomor Heru itu, sedikit bertanya-tanya Siapa yang menelponnya malam-malam buta seperti ini.


       "Gua Heru Rin, gimana Rani??" Nada suara Heru begitu khawatir.


      "Mas Her!! kak Rani, sudah mau makan, tadi aku coba nulis di kertas dan menulis rencana yang telah di bicarakan Sofiya kepada ku, dari itu kak Rani mulai membukakan pintu untukku," jelas Rini


     "Oh....syukurlah..." lega aku, Rani sudah mau makan, terima kasih ya Rin, kamu sudah rela berkorban demi aku dan Rani," ucap Heru tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Rini.


   


     Karena Rini lah membuat semangat mereka kembali seperti dulu lagi, Rini rela berkorban menikah dengan orang yang tidak ia kenal sekali pun, demi Rini dan Heru bisa bersatu.


    "Iya mas, udah deh....aku lakuin ini demi kak Rani, dia satu-satunya kakakku, dan saat ini aku benar-benar merasakan kesedihan yang di rasakan kak Rani juga. Ikatan batin kami cukup kuat, dan aku benar-benar tidak tega melihatnya tertekan batin, karena di paksa untuk menikah." 


     Rini pun menjelaskan kesedihannya kepada Heru, terdengar benar-benar suara Rini mengkhawatirkan keadaan Rani.


      Heru pun sangat sangat berterima kasih, Lagi dan lagi kepada Rani, dia tidak menyangka Rani akan rela berbuat itu untuk kakaknya.


     Tentang pernikahan ini seolah Rini tidak begitu pikir banyak terhadap pernikahan ini, Heru sendiri pun tidak tahu mengapa  bisa langsung menyetujui rencana gila yang dibuat oleh Sofiya dan Zaid itu.


      Heru meminta kepada Rini, agar selalu memberitahukan kabar Rani kepada dirinya, Karena untuk beberapa hari ini, Rani  jangan sampai menghubungi Heru.


      Ini semua demi kelancaran rencana yang akan mereka laksanakan nanti, ketika hariha pernikahan palsu tersebut.


      Pernikahan palsu antara Rini menggantikan Rano yaitu saudara kembar seiras tersebut. Namun tetap saja, pernikahan itu tidak akan sah di mata agama mahupun negara.


        Dari nama dan orang sudah berbeda, walau pun wajah mereka memang benar serupa. Pernikahan bukan lah hal mainan, itu lah mengapa jangan sesekali memainkannya.


    Tapi lain halnya dengan pernikahan Rani ini, dia tidak menginginkannya sama sekali. Dia mencintai Heru dan akan tetap dengan Heru.


    Akankah rencana mereka berhasil??


     Bagaimana dengan karir Rini??

__ADS_1


   *****


__ADS_2