
Dua puluh lima menit berlalu. Akhirnya Sofiya Mutia sampai juga di tempat, dimana ia pernah berkarir dan menghidupi dirinya sendiri.
Mengingat segala kebaikan Pak Mike terhadap dirinya itu, dia ingin datang secara pikiran yang positif. dan meminta maaf langsung serta membayar denda apa yang tertera di isi kontrak kerja mereka itu. Dia tidak ingin ada dendam diantara mereka semua.
Sofiya mencoba merapikan pakaiannya. Apapun yang dikenakannya pasti cantik termasuk hanya kemeja yang berbahan jeans dengan setelan celana jeans yang dipakainya membuat penampilannya tetap modis dan cantik. Tidak hilang sisi anggun seorang Sofiya MUTIA.
Pintu masuk yang ia pijak sekarang hampir semua mata-mata tertuju padanya. Termasuk petugas penyambut tamu, tentu saja mengenal Sofiya dengan baik.
Sebut saja namanya adalah Dera. DERA mengenal baik Sofiya, begitu juga Sofiya.
Dera terkejut Sofiya datang ketika jam kerja telah berlangsung hampir siang.
Walaupun dia sudah mengetahui berita resign Sofiya dan membuat murka Pak Mike. Akhir-akhir ini Pak Mike terlihat uring-uringan karena Sofiya, pikir Dera. Dera pun mencoba menyapa Sofiya yang ingin melaju ke arah ruangan Pak Mike.
"Haii Ika, apa khabar?" sapa Dera dengan begitu ramah.
" Hai Dera, aku baik- baik saja," ucap Sofiya singkat dan sambil senyum ke arah Dera
"FIYA! kamu kenapa sih berhenti, boss jadi uring-uringan tuh, semenjak gak ada kamu yang menganalisis keuangan, kemarin banyak komplain masuk," ucap Dera.
Dera memaparkan masalah-masalah yang datang di perusahaan mereka, setelah Sofiya resign banyak masalah yang datang. Padahal baru tiga hari ini Sofiya tidak masuk ke kantornya.
"Serius kamu Der??" tanya Fiya.
"Iya Fiya, aku serius!! semenjak kamu tidak ada kantor benar-benar terlihat menurun. Padahal baru tiga hari kamu tidak masuk," jelas Dera.
"Memangnya terjadi apa saja?? tanya Sofiya penasaran.
Sofiya ingin tahu penjelasan Dera lebih kongkrit. Namun ketika Dera ingin menjelaskan, seketika mulut Dera bungkam seribu bahasa. Dia seperti melihat siapa yang ada di belakang Sofiya saat ini, Sofiya bingung dengan kebungkaman Dera secara tiba tiba itu.
"Yaudah Fiya, aku mau lanjut kerja dulu," ucap Dera.
Setelah Dera bungkam dan tidak menjelaskan apapun kepadanya. Dera pun langsung meninggalkan Sofiya seketika itu.
Bingung dengan tingkah Dera yang tiba-tiba seperti itu. Sofiya pun mencoba kembali ketujuan awalnya yaitu menemui Pak Mike. Ketika ia ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba tubuhnya tertahan.
__ADS_1
"Ehem ehm!! SOFIYA, kamu pasti mau nemuin saya kan!" ucap Pak Mike.
Pak Mike sudah berada di belakangnya. Sofiya sangat terkejut, Sofiya terkejut dengan suara bos nya itu secara tiba-tiba muncul.
Dan Sofiya menjadi gugup. entah mengapa hati nya ada merasa kejanggalan, tapi dia tidak ingin berpikir negatif, dia sangat kenal Pak Mike sangat cukup baik terhadapnya.
"Iya pak,saya ingin menemui bapak." (Singkat Sofiya.)"
"Baik!! ayo ikut saya keruangan," ucap Pak Mike tegas.
Pak mike mencoba ramah kepada Sofiya. Dia mencoba menyembunyikan segala amarah dan kecewanya kepada Sofiya saat ini. Dan Sofiya pun mengikuti ajakan Pak Mike untuk keruangan boss nya tersebut.
Mereka pun segera berjalan ke ruangan Pak Mike yang tidak berapa jauh dari tempat dimana Sofiya berdiri pertama. Kaki jenjang pak Mike melangkah dengan mantap.
****
Gubrakkkkk...
Pintu ruangan itu dibanting keras oleh Pak Mike. Sofiya terkejut dan gugup melihat itu semua, Sofiya sangat merasa hal buruk akan terjadi kepada dirinya.
Setelah dia menangkap tangan Sofiya yang sudah meraih ponsel dari tasnya tersebut, Pak Mike menepis tangan Sofiya dan membuat ponsel Sofiya berserakan di lantai. Kali ini Sofiya benar-benar semakin ketakutan.
"Hmmm, kamu yang membuatku melakukan ini Fiya!! ucap Pak Mike keras.
Mike mengelilingi Sofiya, dan kepalanya sengaja ia merapatkan sampai di telinga Sofiya. Namun Sofiya masih dengan raut wajah yang begitu ketakutan dan bungkam. Pak Mike mencoba bersuara lagi.
"Kebohongan apa yang kamu buat Fiya?? Hahahaha."
"Menikah?? Kamu menikah dengan pria brengsek dan berpenyakitan itu!! iya namanya adalah Zaid Fahlevi bukan??" ucap Mike dengan nada kemaran.
"Bukankah suami mu itu benar-benar tidak berguna!!" tambahnya lagi.
__ADS_1
Pak mike seperti orang kehilangan akal, dia membentak Sofiya berulang-ulang. Sofiya hanya diam, dia tidak berani bersuara sedikit pun. Air mata di kelopaknya hampir penuh dan tumpah karena rasa takut yang begitu besar.
Lalu dia mengejutkan Sofiya perlahan-lahan, Sofiya pun mundur ketakutan. Sofiya ingin menggapai pintu keluar, namun tubuh nya sudah ditarik Pak Mike terlebih dahulu.
Tubuh Sofiya dijatuhkan ke sofa yang ada di dalam ruangan Pak Mike tersebut. Lalu Pak Mike menindih badan Sofiya. Sekarang Sofiya sangat tidak ada celah untuk lepas dari tubuh Pak Mike tersebut. Air mata Sofiya berderai tumbuh, dan ponsel Sofiya terhambur di lantai.
Mike menciumi bibir Sofiya dengan panasnya. dan menjilat di area telinga Sofiya. Mike seolah meluapkan amarahnya itu kepada Sofiya.
Lama Mike bermain-main dengan leher putih mulus Sofiya itu. Sepertinya Pak Mike semakin bernafsu menjelajahi setiap inci leher Sofiya.
Mike telah renggut bibir ranum itu. Lidahnya tak lepas dari mulut Sofiya kini. Sofiya mengeluarkan air matanya terus menerus. Dia hampir pasrah, hatinya hanya mampu berdoa semoga ada yang menolongnya.
Tubuhnya yang sudah tidak bisa bergerak lagi, hanya meneteskan air mata, berharap ada yang datang menolong. Tapi ini tidak mungkin, ini ruangan Pak Mike, pikir Sofiya.
Staf tidak akan berani masuk kecuali izin dari pak Mike. Sofiya pun memejam kan matanya. Tangan Pak Mike sudah berkeliaran membuka setiap kancing baju Sofiya.
Seolah kini Pak Mike tidak memikirkan kesakitan Sofiya yang sedang ditindih tersebut. Sekarang dia seperti singa lapar, Sofiya mencoba memelas tapi Mike tidak menghiraukannya.
"Cup, cup, cup!! sayang kamu milikku!!" ucap Mike.
"Kamu milikku sayang, bukan yang lain," tambahnya lagi.
Mike mengelus rambut panjang Sofiya. Sofiya mencoba meminta maaf namun Mike tetap melanjutkan aktifitasnya itu. Satu persatu kancing terbuka, Sofiya dengan wajah merah karena malu, dan hampir sudah putus asa.
****
GUBRAK...
Tiba-tiba pintu terhempas dan terbuka, Mike yang sedang ingin memperkosa Sofiya seketika begitu terkejut, dengan kedatangan tamu yang tidak diundang.
Tak menunggu lama untuk tamu tak diundang itu memberi pelajaran kepada Mike.
"Keparat Kau!!" ucapnya
Prak..prak...
Pukulan demi pukulan telah dilayangkan kedua tangan Heru ke wajah Mike.
__ADS_1
"FIYA..kamu tidak apa-apa kan! Fiya , tenang ada aku disini," ucap Rini lari ke arah Sofiya dan langsung memeluk Sofiya erat.
***