ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
AIRPORT HANG NADIM


__ADS_3

      Mobil berwarna abu abu milik Sofiya melaju kencang, sepertinya memang hal yang sangat penting. Baru saja dia keluar dari parkiran ponselnya berdering dengan notif bertalu talu, ternyata kali ini dia bukan langsung pulang kerumah melainkan menuju airport.


      "Huh!!" Kok jadi berdebar begini yah, ohh jantungku plisss normal!!" ucap  Sofiya berbicara dengan dirinya sendiri. 


     Airport dan tempat kerjanya memakan waktu 25 menit jika itu tidak mengalami kemacetan, namun pulau Batam jika jam-jam pulang kerja begini sangat lah sesak dipenuhi kendaraan roda empat dan roda dua.


      "Aduh,macet parah lagi!!" Gimana ini, aku gak mau pertemuan pertama ini dianggap tidak menghargai dirinya. Lagi-lagi aku memang menunggu kedatangannya, tapi gimana, dia juga sih tiba tiba begini!!" ucap Sofiya lagi  berbicara dengan dirinya sendiri.


  


       "Hmm..iya iya!! Mending aku minta bantuan Rani dan Rini aja deh, buat kerumah ku!!" Sekalian beres-beres kamar tamu, mudah-mudahan mereka berdua bisa bantuin aku kali ini lagi!!" harap Sofiya mencoba mencari bala bantuan ke dua sahabatnya.


       Orang special yang dia tunggu tunggu tampak nya hadir tanpa dia duga. Namun apa benar ini akan menjadi pertemuan pertamanya semenjak ia hampir putus asa dan tidak percaya akan hidupnya!! 


     Karena selalu ia merasa hanya dirinya yang dihujani kesialan demi kesialan. Kali ini bahagia sepertinya mulai menghampiri Sofiya. 


    "Seperti mimpi aku!!" Dia bakalan nemuin aku, ya Tuhan!! maafkan atas segala buruk sangka kepadamu," ucap Sofiya lagi sambil menyetir perlahan karena macet.


        Sementara macet masih panjang, dia mencoba menelpon sahabatnya Rina terlebih dahulu. 


        "huhhh!! berdering, plisss jawab Ran, plisss!!" Sofiya penuh harap.


       Tak lama kemudian panggilan Sofiya segera disambut oleh Rina sahabat baiknya itu.


     "Hallo Fiya!!" ucapnya


     Sofiya sambil memasang earphone Bluetooth di telinga nya agar memudahkan Berbicara. 


     "Ha..hallo..Ran!!" kamu dimana ni?" tanya Sofiya


      "Aku dijalan pulang ni, sekalian mau jemput Rini di tempat kerjanya!!" soalnya Rini gak bawa mobil, emang kenapa Ka??" tanya  Rani.


      "Kebetulan kamu masih dijalan, aku mau minta tolong nih sama kalian berdua. Tolong


singgah ke apartemen ku, sekalian minta tolong juga beresin kamar tamu ya!!" pinta Sofiya penuh harap.


     "Ha!! Emang siapa yang mau datang malam-malam gini??" Keluarga kau kan cuma kami berdua. Emang ada keluarga jauh ya??" tanya Rani penasaran dan sangat terkejut.


     "Ran!! Zaid  lagi di airport!!" jawab Sofiya sambil senyam-senyum sendiri. 


     "Apa?? Seriuss Fiya!!" Jadi kau ini Otw airport langsung??" tanya Rani seolah tidak percaya.

__ADS_1


      "Iya Ran, aku seriuss!!" Nih aku lagi otw ke airport, makanya aku minta diberesin tuh kamar tamu. Ini si Zaid   tiba-tiba bilang udah nyampe di airport. Waktu aku masih di parkiran kantor tadi," jelas Sofiya. 


   "Ohhhh!! ok ok demi kamu bahagia appun aku lakuin!!" Dan kamu tenang aja, aku jemput  Rini  dulu,  nanti kami merapikan kamar tamu spesial, hahhahhaha!!" tertawa bahagia Rani.


     "Alhamdulillah!! Terima kasih ya, kalian memang terbaik!!" ucap Sofiya tulus.


     "Hati-hati kamu Fiya!!"ucap Rani mengingatkan.


   "Iya kamu juga, ya udah aku tutup dulu ya!!" Bye," ucap Sofiya dan menutup panggilan.


      Mereka berdua pun segera menjalan tugas masing-masing, Rani menjemput Rini lalu bergegas ke appartment Sofiya. Sedangkan Sofiya memasuki wilayah Airport Hang Nadim.


     Zaid  Fahraja, baru saja memijakkan kakinya di Pulau Batam. Kedatangannya ini benar benar diluar jangkauan Sofiya Mutia dan sahabat sahabat nya. 


     Bahkan tidak di sangka secepat ini ia memenuhi janjinya untuk bertemu dengan Sofiya. Kekasih online yang sempat terputus hubungan, kerana ulahnya sendiri yang mengabarkan berita kematian tentang dirinya.


      Entahlah, alasannya belum begitu jelas sepenuhnya dicerna oleh Sofiya, namun hari ini adalah hari yang sangat ditunggu Sofiya. 


  


     Sepertinya hari ini lah mulai tunas-tunas kebahagiaan untuk dirinya tumbuh, macam-macam dugaan yang telah ia jalani, namun ia masih kuat berdiri diatas dunia yang penuh jeruji ini.


      Hampir 40 menit di perjalanan akhirnya delisha memasuki parkiran Airport, tergesa- gesa ia membuka belt pengaman di tubuhnya.


    Sofiya Merasa kesusahan saat membuka belt. Orang bilang kalau kita terburu buru maka hal itu akan semakin susah, namun jFiya kita bertenang hal yang kita kerjakan lambat laun akan sangat mudah.


      Sofiya pun berhasil membuka belt nya, mungkin karena jantungnya yang sedari tadi melihat pesan seseorang yang sangat ditunggu nya membuat dia hampir hilang keseimbangan. Lagi-lagi pulang kerja dia langsung menebus perjalanan, gelap berkelip jalanan Kota Batam, jam sudah menunjukkan pukul 18.30


      Sedangkan Zaid  sudah sampai sejak pukul 17.10. Begitu sampai di Kota Batam dia langsung memberi khabar kepada Sofiya, bahwa dirinya telah sampai, begitu pula Sofiya melihat pesan itu dia langsung membelokkan mobil nya ke arah airport tanpa berpikir panjang.


       Sofiya mulai memasuki ke dalam airport dia mencoba masuk lebih dalam lagi. Berdiri sambil melihat ponsel nya, dia mencoba menghubungi Zaid  lewat apk itu. 


     Sedari diperjalanan Zaid  tidak menghubungi nya lagi. Zaid  tahu pasti Sofiya akan datang menjemputnya.


        Bola mata Sofiya mengarah ke semua sisi airport, sambil tangannya terus menghubungi Zaid  lewat app chatting yang mereka gunakan. Namun lagi dan lagi, entah berapa panggilan tidak dijawab. 


     "Sebenarnya kamu beneran gak sih udah sampai!!"  Sofiya mencoba memberi pesan.


       Sepuluh menit belum juga ada balasan untuk pesan yang dikirimnya ke Zaid , mulai rasa khawatir menyelimuti dadanya. Pikirannya terus memanjatkan doa harapan, 


 

__ADS_1


    Yang diucapkan di dalam hatinya dan bibirnya, hampir putus asa. Sofiya mencari cari Zaid  di setiap sisi airport namun tak kunjung menemukannya.


      "Ting..tong." (Pesan gambar)


      "Ya Allah!! Terima kasih," ucapnya dalam hati.


     Merasa lega Sofiya dengan pesan gambar yang baru saja masuk dikirim oleh sosok yang selalu membuatku tertunggu dan khawatir.


      Ternyata Zaid  melaksanakan sholat maghrib dan pesan gambar yang iya kirimkan adalah tulisan mushola yang berada dalam airport tersebut. 


  


     Begitu melihat gambar itu hati Sofiya langsung tenang, kali ini dia benar benar lega. Namun tidak dengan jantungnya, jantungnya masih saja seperti gendang yang ulang kali berdegup kencang.


       Tentu saja ini kali pertama ia bertemu dengan kekasih online nya, mereka sudah pernah merencanakan masa depan yang cerah bersama.


    Cerita hidup mereka sama-sama penuh duri bahkan untuk Zaid  sendiri jeruji lah yang selalu ia temui, dalam curahan curahan mereka, mereka selalu bertanya namun entah kepada siapa tanya itu di luahkan.


      "Yaallah!! Tolong jangan buat jantungku mau copot begini!!" ucapnya


    "Tenang Fiya tenang!!" ucapnya lagi.


Sofiya Mencoba berbicara kepada dirinya sendiri dan berdamai untuk tenang.


       


       "Ehemm!! "Assalamualaikum!!"


Suara berdehem dan ucapan salam yang membuat Sofiya semakin menjadi kaku.


     "Waa..waalaikumsalam!!"balas Sofiya.


     Akhirnya Sofiya mampu juga berbalik badan, dan membalas salam dari orang yang berdehem seakan dalam telinganya.


 


     Dengan senyuman yang sangat menawan dan rasa kehati-hatian mengeluarkan kata kata. Seorang Sofiya Mutia hampir bisa tenang mengendalikan gemuruh yang ada di jantungnya sejak pertama mendapatkan pesat yang ditunggu nya sampai di Airport.


****


 

__ADS_1


  


__ADS_2