
Rini bukan wanita lemah, dia berani membuka mulutnya walau dalam kondisi begini, dia pun memang benar-benar tidak tahu apa yang dikatakan Mike.
"Aku menculikmu untuk memberi pelajaran kepadamu!!"
"Setelah aku puas nanti aku ingin Sofiya disini!! balas Mike dengan kejam berbicara dengan Rini.
"Sofiya?? Kau mengenali Sofiya, siapa kau ini?" tanya Rini heran.
Pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan Rini, membuat Mike semakin bingung, bahkan dia tidak mengingat apapun pikir Mike padahal kejadian itu baru dua hari berlalu.
Tidak mungkin secepat ini wanita ini melupakannya, Mike masih penasaran akan hal itu, jadi dia mencoba mengambil ponsel Rini dan menghidupkannya yang sempat mati tadi.
"Apa??"
Ternyata gadis ini kembar, dan ini apa mungkin kembarannya, sedangkan gadis yang kuculik ini benar-benar tidak tahu menahu tentang urusan kami.
"Ah, aku harus bagaimana ini, dia tidak bersalah, apa mungkin dia akan kutahan, rasanya aku menjadi orang yang terlalu jahat," Mike masih bingung dengan hatinya, dia bukanlah orang yang seperti sekarang ini, ketika dikecewakan berubah drastis sikapnya.
Dulu dia seperti kucing yang manis dan baik hati, sekarang dia seperti harimau kelaparan yang siap menyantap siapapun.
Tiba-tiba ponsel Rini yang sudah aktif itu masuk panggilan di situ tertulis nama Sofiya, Mike bingung ingin dijawab atau tidak, ketika melihat nama itu Mike rindu, sekaligus geram.
Tega Sofiya menolaknya dan menikah dengan orang lain, bahkan pernikahannya Mike tidak tahu menahu sama sekali, hal ini membuat Mike terpukul sekaligus dendam.
***
Akhirnya Mike menjawab panggilan itu, sekitar sepuluh menit, sepertinya Sofiya tidak putus asa untuk menelpon orang ini pikir Mike.
Rini masih bingung, dan dia masih mendongak sambil mencoba melepas Ikatannya, tapi itu tidak akan berhasil dua orang di sisi kanan dan kirinya sangat sigap menjaganya.
"Hallo..Rini, kamu dimana?" tanya Sofiya dengan kuat.
Sofiya dari suaranya begitu jelas khawatir dan menunggu kabar Rini, Rini yang mendengar suara Sofiya itu dia langsung menjerit.
" Fiya.....tolong aku aku diculik!!" teriak Rini.
Seketika Mike terkejut dengan tingkah Rini itu, hati Mike sedikit dongkol dengan wanita blak-blakan ini.
__ADS_1
" tutup mulutnya!!" suruh Mike dengan geram.
Mike mengarahkan kedua orang itu untuk melakban mulut Rini. Rini sedikit memberontak, Sofiya yang mendengar itu langsung menjerit.
" Lepaskan!! dia tidak bersalah!!" ucap Sofiya.
"Hai Sofiya, mudah sekali kamu ingin temanmu dilepaskan, kalau kamu mau, aku boleh melepaskannya. Tapi gantikan posisinya dengan dirimu disini. Apa kamu mahu??" tanya Mike dengan suara yang penuh kegeraman.
Sofiya sangat mengenali suara itu, ya! itu suara boss nya, ternyata dugaan mereka semua benar. Mike lah yang menculik Rini, kemungkinan Mike salah target mengira Rini itu adalah Rani.
"Pak..tolong pak!! dia tidak bersalah, saya tahu bapak orang yang baik, bapak tidak akan melakukan tindakan kejam itu," pujuk Sofiya.
Sofiya mencoba berlembut dengan Mike, agar Mike bisa luluh, namun Mike tetap kukuh untuk menginginkan Sofiya bersamanya.
"Apa kamu bilang Fiya? aku baik, lalu mengapa kamu tidak menerima ku Fiya!!" bentaknya.
"Dan mengapa kau menikah dengan laki-laki yang berpenyakitan! kurang apa diriku Sofiya??" tanya Mike dengan suara yang sendu.
Kembali lagi mike mengungkit perasaan nya itu terhadap Sofiya, Sofiya yang mendengar pembicaraan mereka itu menjadi paham, kenapa dirinya jadi korban sekapan ini, mungkin saja beberapa hari lalu ada kejadian diantara mereka, pikir Rini.
"Tolong pak, lepaskan dia...." (Sofiya)
"Sekarang Mike yang dulu bukan yang sekarang, dahulu aku baik, tapi kamu yang buat aku jadi jahat begini Fiya, tapi kalau kamu mahu aku balik seperti dulu, kamu harus terima aku dan kalian harus bercerai!!" ucap Mike geram.
Mike mencoba memberi tawaran kepada Sofiya. Sofiya mencoba memutar otaknya mencari cara, ibu yang mendengar itu ber inisiatif menelpon, Zaid atau pun Heru dari ponsel lain.
"assalamualaikum ibu," ucap Zaid.
"Waalaikumsalam nak. Sofiya sedang berbicara dengan penculik Rini, kalian dimana?" tanya Ibu.
"Apa??? serius bu??? baik-baik bu, ibu baca pesan yang Zaid kirim nanti, lalu tunjukan ke Sofiya, ingat membacanya tanpa suara," ucap Zaid.
"Ohh..baik nak," jawab ibu.
__ADS_1
*Pesan teks masuk*
"Dinda, buat Mike terkecoh, lalu suruh Mike hidupkan lokasi ponselnya, dia berada dimana," tulis Zaid.
Sofiya yang membaca pesan itu paham akan trik yang ingin mereka buat, langsung ia mengiyakan kemauan Mike itu kepada dirinya.
"I..iya pak, baik saya akan menggantikan dia, dia tidak bersalah. Sekarang bapak berada dimana?? saya akan kesana sendiri, hidupkan lokasi ponsel bapak sekarang, share lokasi kepada saya, jangan apa-apakan teman saya," ucap Sofiya dengan nada lembut.
"Hahaha...akhirnya kamu nurut juga. Kamu tidak akan mengendarai mobilmu, orang suruhan saya menunggumu di bawah appartmen kamu, kamu segera turun saja, kalau kamu sudah sampai disini, barulah teman kamu saya lepaskan," jawab Mike dengan nada penuh kemenangan.
Sofiya semakin bingung, ternyata Mike tidak bodoh, lalu ibu memberitahukan hal itu kepada Zaid dan yang lain.
"Sial!! dia ternyata membaca siasat kita," ucap Zaid.
"Udah kita balik aja ke apartmen lagi, dan kita buntuti Sofiya, orang itu kan tidak tahu kita membuntuti mereka," ucap Heru.
Saran Heru ini sedikit jitu, Zaid dengan cepat kembali ke appartment Sofiya, sebelum mereka sampai Sofiya jangan turun dulu, jadi mereka akan mudah mengenali mobil orang suruhan Mike tersebut.
Rani mencoba menelpon ibu kembali, untuk memberitahukan kalau Sofiya tidak boleh turun sebelum mereka sampai di parkiran apartmen itu.
Ibu pun memberitahu itu kepada Sofiya tanpa Mike mendengarnya, hanya dari ketikan pesan, ibu menuliskan apa yang Rani beritakan kepada ibu.
"Baik pak, saya akan pergi kesana dengan orang suruhan bapak. Mereka naik mobil apa dan plat mobil berapa?? biar nanti saya turun lebih mudah mengenalinya, disini sedang tidak ada siapapun, semua orang pergi mencari Rini yang bapak culik itu," jawab Sofiya lagi, seolah mengecohkan Mike.
"Oke..oke..sayang, kamu lihat alpert hitam plat 1717, ingat!! jangan sampai membohongi saya, kamu akan tahu akibatnya nanti!!" ancam Mike kembali.
"Tidak pak, tidak akan. saya akan segera turun," ucap Sofiya dengan percaya diri.
Mike pun tersenyum puas, ternyata menculik orang yang salah pun tetap menguntungkan baginya, hingga Sofiya begitu cepat menyerahkan dirinya.
Dia tahu Sofiya begitu lemah, lagi pun semua orang tidak ada dengannya saat ini, pikir Mike.
"Hallo bu, Sofiya suruh siap-siap turun, kita udah diluar ini," ucao Heru berbicara kembali
Heru kembali menelpon ibu, Sofiya pun sigap turun, ibu sangat khawatir tapi ibu bisa berdoa saja agar semuanya selamat begitu juga dengan menantunya ini.
__ADS_1
*****