
Heru sepertinya sangat pandai membaca situasi, dan Heru juga sepertinya akan menjalankan keamanan untuk Sofiya dan Zaid, banyak teman Heru di bagian inteligent, kemungkinan Heru akan menyewa orang- orang tersebut, untuk melindungi Zaid dan Sofiya.
"Iya mas..benar, mudah-mudahan perjalanan mereka hari ini lancar sampai Jakarta," ucap Rani
Rani menambahkan cerita, sepertinya dari harapan Rani itu ada ide terbesit oleh Heru.
"Nah...Iya!! ucap Heru tiba-tiba.
"Iya apa Mas Her??" tanya Rini yang terkejut ketika Heru tiba-tiba berkata dengan nada mengejutkan.
"Zaid dan Sofiya akan berencana singgah ke Jakarta dulu kan!! nah aku ada ide, mereka lebih baik dalam waktu dekat ini, mereka langsung saja ambil ke Kalimantan langsung, Karena gua takut ini sudah di ketahui mata- mata Mike," ucap Heru.
"Dan jika kita membuat keberangkatan ini, dan keputusan secara tiba-tiba ini, bisa membuat lawan terkecoh, pikir Heru.
"Betul juga kamu nak...yaudah nanti ibu sarankan Zaid booking tiket lagi ke Kalimantan langsung," ucap Ibu.
Ibu membenarkan ide Heru itu, dia pun khawatir akan hal ini, ini tidak dipikiran mereka saat ini. bahaya kapan pun bisa menyerang mereka, pikir ibu. Lagi-lagi pendapat Heru ini sangat masuk akal.
Zaid dan Sofiya bersamaan keluar, Sofiya sudah siap dan rapi, begitu juga dengan Zaid. keduanya tampak serasi, Zaid memakai kemeja abu-abu dan istrinya pula memakai baju dengan warna yang sama.
Mereka berdua berkumpul ke arah sahabat sahabat mereka itu, yang tengah berada diruang keluarga.
"Bos..kayaknya elu jangan ke Jakarta deh, langsung aja ke Kalimantan Selatan."
"Ha..kenapa Her?? apa yang lu baca dari situasi saat itu??" tanya Zaid.
Zaid penasaran dengan pendapat Heru yang secara tiba-tiba mebyuruhnya langsung ke pulau Kalimantan saja. Karena menurut Heru, bunga ini sudah menunjukkan perang akan dimulai, pikir heru.
"Gini boss!! gua merasa sekarang ada mata-mata yang mencari tahu kegiatan elu dan Sofiya. Bunga ini juga sudah menjadi tanda-tanda peperangan akan dimulai boss!!" ucapnya.
"Gua takut rencana elu ke Jakarta juga udah kebaca sama pengirim ini. Siapa lago bos..Mike boss mike!!" ucap Heru dengan nada tegas.
"Mike orang yang banyak relasi di Jakarta, cabamg perusahaan nya pun disana ada, jadi gua yakin ini kerjaan dia!!" sambung Heru kembali.
__ADS_1
Panjang lebar Heru menjelaskan itu semua, sepertinya Zaid setuju dan mengerti saran Heru itu. Ide-ide Heru sangat bijak untuk keselamatan dirinya dan istrinya itu.
"Oke..ini gua booking sekarang dari online aja," ucap Zaid.
"Jangan dari ponsel Elu bos, biar dari ponsel gua aja, gua takut keamanan ponsel lo sudah di retas. Gua cuma khawatir, biar gua aja yang pesanin ticket kalian," tambah Heru lagi.
Heru sangat sayang terhadap Zaid, dia rela menggadaikan nyawanya hanya untuk keselamatan seorang Zaid Fahraja yang bahkan tidak ada ikatan darah sdikit pun dengan dirinya itu.
Kebaikan yang tulus memang akan selalu di kenang siapa pun. Seperti Zaid yang mengangkat Heru menjadi sahabat rasa saudara itu.
Fasilitas yang di berikan Zaid untuk Heru tanpa pambrih sedikit pun. Itu lah mengapa, untuk Zaid Heru sanggup bertaruh nyawa.
Kini Heru benar-benar berada di garda terdepan untuk melindungi Zaid. Zaid dan Sofiya benar-benar di kelilingi para sahabat yang berhati malaikat juga, sama seperti suaminya.
"Iya Her, oke lah. Yaudah gua nurut sama elo," jawab Zaid.
Akhirnya Zaid pun menyetujui ide Heru itu. Pasal nya Mike bukanlah musuh yang mudah untuk dikalahkan. Meskipun dia di jatuhi hukuman dua tahun penjara, perusahaannya masih berdiri tegak, kemungkinan ayahnya yang berada di singapore akan turun tangan akan hal ini.
Disitu keberangkatan mereka 16.35, sudah tidak lama lagi, semua barang sudah di packing, Heru membantu Zaid membawa kan barang-barang itu masuk ke mobil, dan dibantu oleh Rani dan Rini juga.
"Yaudah, kita gerak aja sekarang, lagian.. udah pukul 15.30," ucap Zaid mengarahkan mereka semua, mereka pun segera bergegas.
"Ok..boss!! berangkat...." ucap Heru penuh semangat untuk membantu Zaid.
Sampai di lift ada seseorang yang ingin masuk bergabung dengan mereka, namun heru Segera menutup lift itu. Heru tidak ingin ada orang lain bergabung dengan mereka, entah kenapa Heru lebih sensitif kali ini di bandingkan Zaid, Heru lebih mewaspadai orang-orang yang berprilaku aneh datang tiba tiba.
Mereka sudah memasukkan barang- barang kedalam mobil, kedua barang itu di bagi dua, ada sebagian di taruh di mobil Rani, karena ruang mobil Sofiya hanya cukup untuk empat koper saja.
Bergegas mereka, perjalanan mereka memakan waktu 40 menit sampai di Bandara, Heru dan Zaid sangat lihai membawa mobil. Jangan ditanya lagi, mereka berdua ini mempunyai hobby yang sama yaitu balapan, entah itu mobil atau motor kedua pria ini sangat lihai dalam dunia balap. Ada cerita miris juga sampai kedua pria ini berhenti balapan hinggalah sekarang.
Bandara terlihat penuh pengunjung, Batam bukanlah kota yang sunyi, banyak perantau dari seluruh pelosok datang kesini, terkenal kota ini adalah kota perantau.
Jaraknya dengan negara-negara tetangga pun menjadi salah satu alasan membuat kota ini begitu terkenal, bahkan minuman teh manis dingin saja di sebut "Teh o beng".
__ADS_1
Sofiya berpelukan dengan sahabat sahabat nya, berpamitan sampai menitiskan air mata, mereka tidak pernah berpisah sejauh ini.
Perpisahan kali ini membuat mereka begitu sedih, walau bagaimana pun Sofiya sekarang ini sudah mempunyai suami, dia harus mengikuti suaminya kemanapun, akhirnya mereka terpisahkan jua.
Memasuki ruang pengecekan barang, semua aman terlewatkan. Kemuadian Ibu, Sofiya, dan Zaid memasuki ruang tunggu, karena pesawat 25 menit lagi ingin meluncur, mereka bertiga pun duduk berdekatan, ibu berada ditengah Sofiya dan Zaid.
****
"Untuk penerbangan pesawat QZY02, keberangkatan ditunda menjadi pukul 17.00, Sekian dan terimakasih."
Suara pemberitahuan itu didengar oleh Zaid, dia pun sedikit kecewa dengan penundaan keberangkatan itu.
"Huh...kenak delay!! ucapnya.
"Sabar..nak, ini adalah suatu berkah. Dan kita harus syukuri ini," ucap Ibu menasehati Zaid.
"Iya Kanda, tidak apa-apa kita menunggu sebentar lagi," ucap istrinya pula.
"Iya bidadari-bidadariku..." kalian benar-benar yang paling kucintai," peluk Zaid kepada kedua wanita itu.
Pemandangan yang jarang terlihat di mata orang banyak. Zaid dan keluarganya di pandangi orang-orang yang sedang berada di ruang tunggu itu juga.
Perlakuan lembut Zaid itu membuat banyak mata yang melihatnya terharu. Jarang-jarang lelaki muda dan tampan sangat menghargai wanita, ucap salah seorang yang melihat adegan itu.
Sekarang Zaid benar-benar ingin memulai bahagianya bersama Sofiya yang sufah bergelar istri sah untuknya.
Namun akan kah Mike datang mengacau hidup mereka lagi??
*******
__ADS_1