ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
ADA TIDAK?


__ADS_3

          


       SOFIYA   sangat bingung, banyak hal yang dia bereskan sudah beres. Tapi tidak dengan surat resign nya yang dititipkan oleh postman. Resainnya itu sama sekali tidak disetujui oleh boss nya yaitu Pak Mike.


     Pak Mike mengatakan tidak akan mengijinkan SOFIYA  berhenti. Dari sisi apapun memang tidak ada hak pak Mike untuk itu. 


     Namun keterikatan kontrak kerja diantara mereka mungkin itulah yang akan dijadikan senjata oleh pak Mike nantinya. Jika tidak ada alasan yang lebih konkrit lagi disampaikan oleh pak Mike.


       SOFIYA  berpikir keras untuk hal itu. Dia bingung bagaimana mengatakan hal itu kepada suaminya. Pasalnya suaminya itu sangat cepat membuat keputusan pindah dan ikut dirinya.


     Walau bagaimanapun itulah janji seorang SOFIYA  kepada Zaid Fahlevi jauh sebelum mereka melangsungkan pernikahan, bahkan SOFIYA  sudah mengucapkan itu ketika mereka masih menjadi teman chat yang mesra kala itu.


        Pak Mike yang kala itu mengecek keberadaan SOFIYA  lewat aplikasi canggih miliknya, sepertinya SOFIYA  pun tidak mematikan setelan gpsnya itu. 


     Sangat mudah bagi pak Mike mengetahui SOFIYA  sedang berada dimana. Herannya lagi setelah pak Mike berada tepat di rumahnya, SOFIYA  tidak ada dirumah.


     Dari situlah Pak Mike menjadi penasaran, dan ingin mencari tahu dimana SOFIYA  sekarang. Pak Mike menyuruh orang kepercayaannya agar mencari keberadaan SOFIYA  saat ini juga.


        "Pak, ini mengarah ke arah selatan. Titiknya di hospital Camatha Sahidya," ujar seorang mata mata itu yang sedang bersama pak Mike.


     Sempat pak Mike berpikir sejenak. Kata SOFIYA  penyakitnya hanya demam, dan dia berada dirumah sahabatnya. Apa sebenarnya penyakit SOFIYA  sampai dia harus kerumah sakit itu, dan tiba-tiba melayangkan surat resign, pikir Pak Mike.


         Mengingat itu semua rasa penasaran sungguh terbesit di pikiran Pak Mike, dia ingin segera menatap perempuan yang dicintainya itu dengan lekat. 


    Lalu bertanya kepastian sungguh-sungguh apa yang sedang terjadi pada diri wanita itu hingga dia ingin berhenti bekerja.


     Jika memang SOFIYA  mempunyai penyakit parah, SOFIYA   boleh mengambil cuti yang panjang, itu jauh lebih baik menurutnya. daripada melayangkan resign dengan tiba-tiba dan alasan yang ambigu menurutnya.


      SOFIYA  yang iya kenal sangat kompeten dalam bekerja. dan kemampuannya  menganalisis keuangan membuat perusahaan bisnis Pak Mike menjadi mempunyai taraf kenaikan yang bagus.

__ADS_1


     Lagi-lagi perasaan Pak Mike juga ada terhadapnya, Pak Mike sanggup menunggu nya sampai kapan pun itu, dan ini terang- terangan diucapkan Pak Mike di depan SOFIYA .


     Pak mike yang tidak tahu apapun tentang hari-hari SOFIYA . Sekarang ini dirinya  bertanya dan penuh harap sepanjang perjalanan menuju hospital Camatha Sahidya.


     Dia berharap ini bukanlah keputusan real SOFIYA  di perusahaannya. Jika memang SOFIYA  ingin berhenti, itu harus ketika SOFIYA  menjadi istrinya. Hanya itu saja selain itu SOFIYA  tidak boleh berhenti.


      Kontrak kerja SOFIYA  ada setahun lagi. Setelah itu jika memang SOFIYA  ingin berhenti dia tidak dikenakan sanksi apapun.


     Namun ketika dirinya berhenti tanpa ada alasan yang darurat seperti tertera di kontrak kerjanya itu. Hanya kemalangan yang menyebabkan indra-indra tidak berfungsi dan kematian.


     Hanya dengan  dua itu perusahaan membolehkannya berhenti, namun dengan SOFIYA  belum diketahui lagi apa penyebab berhentinya ini.


      Denda yang dituliskan di surat perjanjian itu sebanyak 500 juta atau jika memang keberatan pihak perusahaan bisa menggugat yang bersangkutan.


      Itu lah isi perjanjian tersebut. Dari awal bekerja SOFIYA  tidak mempermasalahkan tentang perjanjian kontrak itu. Karena dia memang membutuhkan pekerjaan itu, dan karirnya sebagai penganalisis keuangan di perusahaan Pak Mike pun sangat bagus.


     Dia memiliki apartemen sendiri, bahkan cicilan mobilnya terbilang hampir lunas, berkat kerja kerasnya di perusahaan itu. Banyak tips yang diberikan Pak Mike terhadap dirinya, karena bekerja bagus. Pak Mike selalu memberikan apresiasi yang tinggi terhadap SOFIYA .


     Selama SOFIYA  bekerja Pak Mike tidak pernah berlaku kasar terhadapnya. Bahkan menyakitinya dari kata-kata saja pun tidak pernah, Pak Mike menghargai SOFIYA  begitu besar.


       Hampir satu jam terkena macet di perjalanan, waktu itu pun sudah menunjukkan sore hari. Pak Mike menuju rumah sakit itu, sepertinya sudah hampir sampai.


     Beberapa menit saja lagi mereka akan sampai. Pak Mike sudah pun menyiapkan senjata ampuhnya yaitu maps yang berisi kontrak kerja mereka.


    Sengaja dibawanya karena kalau SOFIYA  mencoba menolak dengan alasan yang tidak mempuni senjata itu bisa dikeluarkannya dihadapan SOFIYA , pikirnya.


      "Pak, sudah sampai pak!!"  ucap supir pribadinya itu, mengejutkan Pak Mike dalam lamunan pikirannya yang begitu tertanya- tanya.


      Langsung keluar dari mobilnya Pak Mike pun menjurus ke tempat pendaftaran pasien di rumah sakit itu. Tergopoh-gopoh dia berjalan menuju tempat itu.

__ADS_1


      "Permisi mbak, saya mencari pasien yang bernama SOFIYA  Mutia," tanpa basa-basi Pak Mike langsung meminta bagian pendaftaran itu untuk mencarikan nama SOFIYA .


    "Baik, tunggu sebentar Pak, saya akan carikan," jawa petugas itu akan membantu Pak Mike.


       Hampir merujuk ke data terakhir, tidak ada satupun yang bernama  SOFIYA  Mutia seperti yang dicari orang ini, pikir petugas itu.


     "Ada tidak!! kenapa lama banget sih," ketus Pak Mike kepada petugas itu.


    Rasa tidak sabarnya sudah hampir memuncak, namun petugas itu sepertinya memberikan jawaban kecewa untuk Pak Mike.


     "Mohon maaf pak, nama yang bapak cari tidak ada di daftar kami, apa bapak tidak salah nama??" tanya petugas itu masih menjaga keramahan nya, walaupun sikap Mike terhadapnya sudah merujuk tidak sopan dan membentak.


     "Tidak mungkin salah, dan tidak mungkin saya melupakan nama itu!! sedangkan nama itu adalah nama yang membuat saya terus mencari hingga saat ini," Mike sedikit menekankan intonasi suaranya.


     Pak Mike merasa tidak puas, dia pun meminta buku daftar itu kepada petugas itu, dengan demikian dia bisa melihat sendiri isinya.


    "Baik pak, ini silahkan bapak cek sendiri. Nama yang bapak ingin cari," ucap petugas itu dengan nada datar.


    Sepertinya ada kekesalan di hati petugas itu, karena ia merasa orang yang di depannya ini tidak mempercayainya.


      Terus saja Mike mencari nama SOFIYA  hampir tiga kali dia mengulanginya tetap tidak ditemukan. Hampir kecewa dan tertanya-tanya.


     Gps itu menunjukkan ke arah rumah sakit ini, bahkan sekali lagi dia melihat ponselnya, tidak berapa jauh lagi yang dicarinya itu akan ditemuinya. Tapi anehnya di daftar pasien tidak ada sama sekali.


       Pak mike pun menutup buku itu, dan meminta maaf ke petugas itu, namun dia masih berdiri di depan petugas itu. Belum beranjak sedikitpun dari situ.


        Langkah kakinya masih ragu untuk meninggalkan rumah sakit tersebut. Karena GPS menunjukkan keberadaan  SOFIYA  benar-benar tepat disini.


      Tiba-tiba SOFIYA  keluar dari ruangan.

__ADS_1


*******


__ADS_2