
SOFIYA sangat bingung, banyak hal yang dia bereskan sudah beres. Tapi tidak dengan surat resign nya yang dititipkan oleh postman. Resainnya itu sama sekali tidak disetujui oleh boss nya yaitu Pak Mike.
Pak Mike mengatakan tidak akan mengijinkan SOFIYA berhenti. Dari sisi apapun memang tidak ada hak pak Mike untuk itu.
Namun keterikatan kontrak kerja diantara mereka mungkin itulah yang akan dijadikan senjata oleh pak Mike nantinya. Jika tidak ada alasan yang lebih konkrit lagi disampaikan oleh pak Mike.
SOFIYA berpikir keras untuk hal itu. Dia bingung bagaimana mengatakan hal itu kepada suaminya. Pasalnya suaminya itu sangat cepat membuat keputusan pindah dan ikut dirinya.
Walau bagaimanapun itulah janji seorang SOFIYA kepada Zaid Fahlevi jauh sebelum mereka melangsungkan pernikahan, bahkan SOFIYA sudah mengucapkan itu ketika mereka masih menjadi teman chat yang mesra kala itu.
Pak Mike yang kala itu mengecek keberadaan SOFIYA lewat aplikasi canggih miliknya, sepertinya SOFIYA pun tidak mematikan setelan gpsnya itu.
Sangat mudah bagi pak Mike mengetahui SOFIYA sedang berada dimana. Herannya lagi setelah pak Mike berada tepat di rumahnya, SOFIYA tidak ada dirumah.
Dari situlah Pak Mike menjadi penasaran, dan ingin mencari tahu dimana SOFIYA sekarang. Pak Mike menyuruh orang kepercayaannya agar mencari keberadaan SOFIYA saat ini juga.
"Pak, ini mengarah ke arah selatan. Titiknya di hospital Camatha Sahidya," ujar seorang mata mata itu yang sedang bersama pak Mike.
Sempat pak Mike berpikir sejenak. Kata SOFIYA penyakitnya hanya demam, dan dia berada dirumah sahabatnya. Apa sebenarnya penyakit SOFIYA sampai dia harus kerumah sakit itu, dan tiba-tiba melayangkan surat resign, pikir Pak Mike.
Mengingat itu semua rasa penasaran sungguh terbesit di pikiran Pak Mike, dia ingin segera menatap perempuan yang dicintainya itu dengan lekat.
Lalu bertanya kepastian sungguh-sungguh apa yang sedang terjadi pada diri wanita itu hingga dia ingin berhenti bekerja.
Jika memang SOFIYA mempunyai penyakit parah, SOFIYA boleh mengambil cuti yang panjang, itu jauh lebih baik menurutnya. daripada melayangkan resign dengan tiba-tiba dan alasan yang ambigu menurutnya.
SOFIYA yang iya kenal sangat kompeten dalam bekerja. dan kemampuannya menganalisis keuangan membuat perusahaan bisnis Pak Mike menjadi mempunyai taraf kenaikan yang bagus.
__ADS_1
Lagi-lagi perasaan Pak Mike juga ada terhadapnya, Pak Mike sanggup menunggu nya sampai kapan pun itu, dan ini terang- terangan diucapkan Pak Mike di depan SOFIYA .
Pak mike yang tidak tahu apapun tentang hari-hari SOFIYA . Sekarang ini dirinya bertanya dan penuh harap sepanjang perjalanan menuju hospital Camatha Sahidya.
Dia berharap ini bukanlah keputusan real SOFIYA di perusahaannya. Jika memang SOFIYA ingin berhenti, itu harus ketika SOFIYA menjadi istrinya. Hanya itu saja selain itu SOFIYA tidak boleh berhenti.
Kontrak kerja SOFIYA ada setahun lagi. Setelah itu jika memang SOFIYA ingin berhenti dia tidak dikenakan sanksi apapun.
Namun ketika dirinya berhenti tanpa ada alasan yang darurat seperti tertera di kontrak kerjanya itu. Hanya kemalangan yang menyebabkan indra-indra tidak berfungsi dan kematian.
Hanya dengan dua itu perusahaan membolehkannya berhenti, namun dengan SOFIYA belum diketahui lagi apa penyebab berhentinya ini.
Denda yang dituliskan di surat perjanjian itu sebanyak 500 juta atau jika memang keberatan pihak perusahaan bisa menggugat yang bersangkutan.
Itu lah isi perjanjian tersebut. Dari awal bekerja SOFIYA tidak mempermasalahkan tentang perjanjian kontrak itu. Karena dia memang membutuhkan pekerjaan itu, dan karirnya sebagai penganalisis keuangan di perusahaan Pak Mike pun sangat bagus.
Dia memiliki apartemen sendiri, bahkan cicilan mobilnya terbilang hampir lunas, berkat kerja kerasnya di perusahaan itu. Banyak tips yang diberikan Pak Mike terhadap dirinya, karena bekerja bagus. Pak Mike selalu memberikan apresiasi yang tinggi terhadap SOFIYA .
Selama SOFIYA bekerja Pak Mike tidak pernah berlaku kasar terhadapnya. Bahkan menyakitinya dari kata-kata saja pun tidak pernah, Pak Mike menghargai SOFIYA begitu besar.
Hampir satu jam terkena macet di perjalanan, waktu itu pun sudah menunjukkan sore hari. Pak Mike menuju rumah sakit itu, sepertinya sudah hampir sampai.
Beberapa menit saja lagi mereka akan sampai. Pak Mike sudah pun menyiapkan senjata ampuhnya yaitu maps yang berisi kontrak kerja mereka.
Sengaja dibawanya karena kalau SOFIYA mencoba menolak dengan alasan yang tidak mempuni senjata itu bisa dikeluarkannya dihadapan SOFIYA , pikirnya.
"Pak, sudah sampai pak!!" ucap supir pribadinya itu, mengejutkan Pak Mike dalam lamunan pikirannya yang begitu tertanya- tanya.
Langsung keluar dari mobilnya Pak Mike pun menjurus ke tempat pendaftaran pasien di rumah sakit itu. Tergopoh-gopoh dia berjalan menuju tempat itu.
__ADS_1
"Permisi mbak, saya mencari pasien yang bernama SOFIYA Mutia," tanpa basa-basi Pak Mike langsung meminta bagian pendaftaran itu untuk mencarikan nama SOFIYA .
"Baik, tunggu sebentar Pak, saya akan carikan," jawa petugas itu akan membantu Pak Mike.
Hampir merujuk ke data terakhir, tidak ada satupun yang bernama SOFIYA Mutia seperti yang dicari orang ini, pikir petugas itu.
"Ada tidak!! kenapa lama banget sih," ketus Pak Mike kepada petugas itu.
Rasa tidak sabarnya sudah hampir memuncak, namun petugas itu sepertinya memberikan jawaban kecewa untuk Pak Mike.
"Mohon maaf pak, nama yang bapak cari tidak ada di daftar kami, apa bapak tidak salah nama??" tanya petugas itu masih menjaga keramahan nya, walaupun sikap Mike terhadapnya sudah merujuk tidak sopan dan membentak.
"Tidak mungkin salah, dan tidak mungkin saya melupakan nama itu!! sedangkan nama itu adalah nama yang membuat saya terus mencari hingga saat ini," Mike sedikit menekankan intonasi suaranya.
Pak Mike merasa tidak puas, dia pun meminta buku daftar itu kepada petugas itu, dengan demikian dia bisa melihat sendiri isinya.
"Baik pak, ini silahkan bapak cek sendiri. Nama yang bapak ingin cari," ucap petugas itu dengan nada datar.
Sepertinya ada kekesalan di hati petugas itu, karena ia merasa orang yang di depannya ini tidak mempercayainya.
Terus saja Mike mencari nama SOFIYA hampir tiga kali dia mengulanginya tetap tidak ditemukan. Hampir kecewa dan tertanya-tanya.
Gps itu menunjukkan ke arah rumah sakit ini, bahkan sekali lagi dia melihat ponselnya, tidak berapa jauh lagi yang dicarinya itu akan ditemuinya. Tapi anehnya di daftar pasien tidak ada sama sekali.
Pak mike pun menutup buku itu, dan meminta maaf ke petugas itu, namun dia masih berdiri di depan petugas itu. Belum beranjak sedikitpun dari situ.
Langkah kakinya masih ragu untuk meninggalkan rumah sakit tersebut. Karena GPS menunjukkan keberadaan SOFIYA benar-benar tepat disini.
Tiba-tiba SOFIYA keluar dari ruangan.
__ADS_1
*******