ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
KITA MENIKAH SEKARANG!


__ADS_3

     


      Tak lama kemudian Dokter pun keluar  dengan expresi yang terlihat datar. Mungkin saja karena rasa lelah nya itu, SOFIYA  mengabaikan itu semua, dia langsung bangkit dan menebar seribu tanya yang hampir menyudutkan dokter tersebut.


     "Sabar, sabar nona!! Syukurlah pasien masih bernafas, dan tidak lama lagi akan siuman!!"


    "retak yang terlihat di tengkorak kepalanya itu memang sulit untuk disembuhkan, tapi ada beberapa obat yang bisa mengurangi rasa sakit kepala yang selalu dialami  pasien," ucap sang dokter.


   


      Walau kabar itu kurang memuaskan untuk SOFIYA . Tapi setidaknya Zaid masih bertahan hidup dengan penyakitnya yang parah itu. 


     SOFIYA  lagi-lagi berterima kasih kepada doktor tersebut dan di lubuk hatinya sangat berterima kasih kepada tuhan. Telah mengabulkan doanya yang sedikit menekan tuhan tersebut.


        Seorang suster keluar dan memberitahu pasien memanggil ibunya dan SOFIYA .


      "Maaf pak, pasien ingin bertemu dengan ibunya dan nona SOFIYA !!" ucap sang dokter. 


     Langsung saja SOFIYA  dan ibunya bergerak menuju ruangan itu. Rani dan Rini menunggu diluar, dokter pun berpamitan karena tugasnya selesai untuk saat ini.


       Keduanya menghampiri Zaid. Zaid memegang tangan ibunya, seolah meminta restu, SOFIYA  masih bingung dengan tingkah Zaid  itu. Dirinya dipanggil untuk apa!!  Lalu Zaid memandang ke arah SOFIYA  dengan tatapan yang sayu.


       "Dinda!! Kita menikah sekarang!!" ucap Zaid singkat.


    Terbelalak mata SOFIYA  mendengar ucapan Zaid tersebut. Bagaimana mungkin secepat ini dan kondisinya dia sedang berada dirumah sakit dan baru saja sadar.


    Hati SOFIYA  penuh gemuruh takut, pertanda apa lagi ucapan Zaid ini. Kenapa meminta dirinya untuk menikah sekarang, rasa bertanya besar di dalam hati SOFIYA  saat ini.


  


      SOFIYA  yang masih terpaku dan belum ada jawaban. Ibu pun terkejut dengan pernyataan anaknya itu, ibu mencoba menenangkan SOFIYA . 


     "nak!! Mungkin saja Zaid inginkan dirimu bersama nya dalam ikatan dan ridho allah," ucap ibu. 


   "Maukah kamu menerima lamaran anak ibu ini??" ucap ibu balik bertanya.


      SOFIYA  pun tampak berurai airmata. Mendengar ucapan ibu terhadap dirinya dan sepertinya ibu sangat merestui hubungan mereka.


     Dengan dibantu kedua sahabatnya itu, urusan SOFIYA  menjadi lebih mudah. Rani dan Rini menolong semua keperluan malam itu, bahkan penghulu pun mereka yang mencarikannya, terjadilah pernikahan malam itu juga.

__ADS_1


        


      Tepat pada tanggal 9 september 2019.


Hari dimana SOFIYA  tidak pernah bayangkan sekarang hidupnya sudah berbeda seribu persen statusnya sudah berganti bertukar menjadi seorang istri.


     Meskipun pernikahan baru saja terjadi, dan hanya beberapa orang yang menjadi saksi atas pernikahan itu.


        Rani dan Rini sangat tidak percaya secepat ini sahabat mereka telah bertukar status. Mereka hanya bisa mendoakan SOFIYA  bahagia.


    Apalagi mereka tahu SOFIYA  menikah dengan orang yang diharapkannya, walau mereka baru pertama bertemu dan langsung melaksanakan pernikahan darurat.


        Bisa dibilang darurat, karena dalam kondisi lemah dan berbaring Zaid yang mengajukan pernikahan dilakukan malam itu juga. Entah kenapa begitu cepat, bahkan tidak ada satupun yang tahu apa alasan Zaid untuk itu. 


    Ingin menikahi SOFIYA  dengan cepat dan dalam kondisi seperti itu, seolah Zaid tidak ingin membuang waktu yang ada, tidak ingin melewati keberuntungan bahwasannya dirinya masih hidup dan sudah menemukan orang-orang yang ia sayangi.


        Selesai pernikahan itu terjadi, mereka masih berkumpul menemani Zaid. ada Rani dan Rini juga masih berada disitu menemani SOFIYA .


    Mereka memberikan kekuatan untuk SOFIYA . Agar tetap tegar dalam kondisi apapun. Malam hampir menunjukkan kepekatannya, Rini dan Rani melirik jam dinding menunjukkan pukul 23.00.


       Kedua gadis kembar itu berpamitan untuk undur diri. Dan mereka menjelaskan besok akan datang kembali ke rumah sakit tersebut.


    


       Kedua gadis kembar ini memang sahabat yang tidak ada duanya untuk SOFIYA . Mereka berdua menganggap SOFIYA  sebagai keluarganya.


   


     Mereka hanya tinggal berdua dan kedua orang tua mereka tinggal di lain pulau. yang lumayan jauh jarak orangtua mereka dengan mereka berdua.


       Mereka bisa dibilang perantau yang sukses di kota Batam ini. Dahulu mereka sekolah bersama dan akhirnya bertemu dengan SOFIYA  sewaktu di universitas yang ada di kota batam.


    sampai lah sekarang persahabatan mereka erat dan saling menghujani kasih sayang diantara mereka.


       Waktu telah pun berlalu mereka bertiga menjadi wanita dewasa dan terbilang success. Dan sekarang salah satu diantara mereka telah pun bertukar status menjadi istri. 


    Pastinya SOFIYA  tidak akan sebebas dulu yang kapanpun bisa menemukan mereka untuk makan siang, makan malam,pergi belanja, hangout dan sebagainya.


        Lagi-lagi suami SOFIYA  bukanlah seorang yang sehat walafiat. Pastinya SOFIYA  harus punya extra waktu untuk suaminya, walaupun begitu mereka berdua sebagai seorang sahabat hanya mampu mendukung kebahagiaan untuk SOFIYA .

__ADS_1


    Mereka tahu SOFIYA  menyukai dan mencintai Zaid. Jadi mereka pun membiarkan pernikahan singkat itu terjadi demi kebahagiaan yang dipilih oleh sahabatnya itu.


      Entah ini dibilang bahagia atau bukan tapi begitulah cinta sejati. Tidak apa menanggung kesakitan tapi bukan menanggung kepergian. 


   Ibu Zaid sekarang resmi menjadi ibu mertuanya. wanita paruh baya ini sepertinya sangat menyukai SOFIYA , dari awal pertemuan mereka di airport SOFIYA  sudah merasa kehangatan yang luar biasa yang diberikan ibu mertuanya itu.


       Ibu terlihat begitu kelelahan, SOFIYA  pun menyarankan ibu untuk berbaring di sofa yang ada di ruangan itu. Ruangan vip ini memang sengaja dipilih SOFIYA  untuk Zaid.


    Dia tahu mereka akan bermalam di rumah sakit hari ini. Dan dia pun paham kondisi ibu pasti sangat kelelahan, jadi SOFIYA  membiarkan ibu berbaring meluruskan tubuhnya. biarlah SOFIYA  yang berjaga di sebelah Zaid.


         Dalam-dalam SOFIYA  memperhatikan wajah yang berbaring lemah itu. Sekarang tiada penghalang jarak lagi diantara mereka, bahkan mereka sudah terikat satu sama lain.


    Zaid Fahlevi menjadi suaminya. Dan dirinya benar-benar ingin merawat suami nya itu. Dia ingin mendapat ridho dan keberkahan dari yang kuasa atas kesabarannya menjaga dan merawat suaminya.


     


      Tiba-tiba Zaid perlahan membuka matanya. Sekarang bola mata mereka saling beradu pandang, tak menafikan wajah tampan Zaid yang menatapnya sayu itu, membuat berdesir hebat jantung SOFIYA . 


     Seketika ini SOFIYA  ingin memalingkan mukanya saat itu, namun sangat tidak  mungkin. SOFIYA  mencoba melebarkan senyum dengan menyembunyikan expresi malu-malu nya terhadap Zaid. perlahan Zaid pun tersenyum kepadanya.


    Zaid tersenyum hangat kepada SOFIYA  yang sudah bergelar istri nya saat ini, dan tiba-tiba dia membuka suara.


      


     "Itu pipi atau udang rebus Dinda!!" ucapnya sambil tertawa kecil.


 


    Zaid sengaja membuat SOFIYA  semakin malu- malu. 


    Kali ini panggilan Dinda  didengarnya kembali, sekian lama panggilan itu tidak didengarnya. Dan sekarang bahkan dia secara langsung melihat bibir Zaid mengatakan didepannya.


    Zaid tahu SOFIYA  sangat mencintainya, rasa nyaman itu telah membalut menjadi sebuah cinta yang tulus di antara mereka berdua.


 Akhirnya yang ldr sekarang sudah menikah juga. Selamat SOFIYA  dan Zaid.


    ******


     

__ADS_1


__ADS_2