
Ira langsung menjawabnya hanya dua kali berdering saja panggilan Sofiya pun dia sambut dengan begitu ramah dan dia begitu yakin, jika Sofiya akan setuju.
"Hallo Fiya, bagaimana??" tanya Ira.
Ira tampak tidak sabar mendengarkan jawaban Sofiya, yang sedari tadi ia telah tunggu.
"Iya Ra, suamiku mengizinkannya, dia pulang pukul tiga sore nanti, jadi kita harus pulang lebih awal ya Ra" ucap Sofiya dengan begitu jujur.
"Oh.. syukurlah Fiya, oke aman itu Fiya, yasudah kamu siap-siap ya, sebentar lagi aku jemput!!" ucap Ira.
"Iya Ra, terima kasih," jawab Sofiya.
Panggilan telpon tersebut pun di tutup, Sofiya tidak mencurigai apa pun tentang Ira. Ira sangat begitu senang, ketika Sofiya mengatakan bahwa dia setuju dengan ajakan Ira tersebut.
Sekarang, Sofiya sudah dalam genggamannya juga, bahkan Sofiya yang begitu polos dan tidak tahu bahwa Ira adalah mantan dari suaminya tersebut itu, tidak menaruh curiga sedikit pun. Sofiya tampak sudah bersiap-siap dan mencari baju mana yang akan dia kenakan untuk pergi ke mall nanti
Mereka berdua pun menutup panggilan tersebut, lalu Ira juga bersiap-siap untuk menukar pakaian mereka dan Sofiya menunggu Ira untuk menjemputnya, Ira yang mengajak Sofiya selalu ingin menjemput Sofiya di depan rumah Sofiya.
Selesai berpakaian, Sofiya mengenakan pakaian sederhana saja, jeans warna biru dan kaos putih. Rambutnya di biarkan terurai, dan sedikit di poles wajah mungil nya itu dengan make up yang tidak begitu tebal.
Sofiya tampak begitu fresh, ketika ia turun dan ia mencoba mencari cari ibu mertuanya itu, Sofiya juga ingin berpamitan, namun ibu mertuanya sepertinya tidak ada di halaman rumah.
Biasanya jam-jam segini ibu mertuanya itu merawat bunga-bunga yang ada di taman rumah itu, Sofiya pun ber inisiatif mencari ibu mertuanya ke kamarnya.
Sudah berapa kali diketuk pintunya tidak menyahut, mungkin saja ibu nya tidur di jam seperti ini, Sofiya mencoba membuka pintu, tapi di kunci.
Sepertinya ibu mertuanya ini benar-benar tertidur, tak lama kemudian Ira pun menelpon Sofiya, mengabari bahwa dirinya sudah sampai di gerbang depan.
"Halllo..Fiya, aku sudah di depan," ucap Ira
"Oh...iya Ra, sebentar aku minta izin dengan ibu mertuaku dulu," jawab Sofiya masih mencoba mengetuk pintu ibu mertuanya itu lagi.
__ADS_1
"Fiyay...buruan!! aku takut suamiku nanti pulang, terus liat aku gak ada dirumah," ucap Ira mendesak.
Ira memaksa dan medesak agar Sofiya segera keluar rumah, tanpa meminta izin dengan mertuanya tersebut.
" Iya iya Ra, sebentar ya aku keluar," ucap Sofiya terpaksa buru-buru.
"Oke aku tunggu," ucap Ira lalu mematikan panggilan tersebut.
Akhirnya Sofiya pun masuk kedalam mobil Ira tersebut, jam sudah hampir pukul 10.30, Sofiya dan Ira pergi meninggalkan rumah tersebut.
Sofiya pergi tanpa meminta izin kepada ibu mertuanya itu, ibu mertuanya itu sepertinya benar-benar tertidur sangat lelap. Pasalnya ibu mertuanya itu meminum obat tidur yang telah dicampur kan oleh bu Laras.
Sengaja bu Laras mencampurkan obat tidur tersebut agar Sofiya tidak bisa meminta izin kepada ibu mertuanya tersebut, lalu ketika ibu mertuanya telah tertidur seperti itu Ira pun langsung menjemput Sofiya.
Rencana ini dibuat oleh Ira agar Sofiya di cap oleh ibu mertuanya menantu yang tidak menghargai ibu mertua, sengaja semua rencana ini Ira buat agar menjatuhkan Sofiya di mata ibu mertuanya tersebut.
Bu Laras tersenyum puas, ketika Sofiya terkihat begitu terburu-bur untuk naik ke mobil Ira yang sudah menyuruhnya dengan cepat. Ira begitu banyak alasan, agar Sofiya ikut bersama dirinya.
Sofiya yang sangat berpikiran positif kepada Ira, Sofiya tidak tahu bahwa Ira sudah bersekongkol oleh pembantu rumahnya, yaitu Bu Laras dan Santi anak dari Bu Laras tersebut.
Semenjak Ira berkenalan dengan Bu Laras, Ira yang tahu bu Laras tidak menyukai Sofiya, pasalnya bu Laras ingin Sofiya bercerai dengan suaminya.
Karena bu Laras ingin Santi anaknya yang bersanding oleh suami Sofiya tersebut, Ira pun seolah-olah membantu bu Laras untuk hal tersebut, padahal Ira merencanakan hal yang sama kepada bu Laras, yang ingin memiliki suami Sofiya seutuhnya itu.
Sedangkan Ira juga mempunyai rencana untuk melenyapkan bu Laras dan anaknya nanti, dia tidak ingin melihat Santi memiliki Zaid seutuhnya menjadi miliknya itu.
Namun tujuannya ini tidak disampaikan kepada bu Laras, karena jika disampaikan kepada bu Laras, tentunya bu Laras tidak akan mau bekerjasama dengan Ira nanti.
__ADS_1
Itu pasti akan menjadi lebih sulit jika Ira bekerja sendirian menjatuhkan Sofiya, pikir Ira. jadi tidak membiarkan tujuan bu Laras tersebut untuk menikahkan Santi kepada Zaid, padahal nantinya Ira lah yang akan memiliki Zaid dengan seutuhnya, itu lah rencana Ira selanjutnya.
Hampir pukul satu, Sofiya belum lagi kembali kerumahnya, dan ibu mertuanya pula yang sudah sadar dari tidurnya tersebut, mencari-cari Sofiya, dia berpikir dimana menantunya itu berada.
Pasalnya Sofiya sebelum ini tidak pernah hilang tanpa memberikan kabar kepada ibu mertuanya tersebut. Ibu mertuanya mencoba mencari Sofiya di halaman rumah namun ia tidak juga menemukannya.
Dan ibu mertuanya juga mencoba mencari Sofiya di dalam kamar Sofiya, namun sepertinya tidak ada sahutan dan pintu kamar Sofiya pun tidak dikunci, hanya ada haruman Sofiya yang tertinggal di dalam kamar tersebut.
Namun Sofiya tidak ada terlihat di dalam kamar itu, lalu ibu mertuanya itu menanyakan kepada pembantunya yaitu Santi anak dari bu Laras tersebut.
Santi yang sudah mengetahui rencana ibunya dan Ira tersebut, dia berkata bohong bahwa Sofiya pergi dengan seseorang yang ia tidak kenali, dia melihat Sofiya dijemput oleh seorang lelaki, Santi membuat fitnah terhadap Sofiya.
"Siapa lelaki itu?? tanya ibu penasaran
"Tidak tahu nyonya, saya cuma melihat lelaki itu membukakan pintu mobil untuk non Sofiya," jawab Santi berbohong.
"Oh..mungkin crab car kali ya!! ucap ibu mencoba berpikir positif.
"Mungkin saja nyonya, tapi Crab car nya begitu mesra kepada non Sofiya! ucap Santi lagi.
Santi mencoba mempengaruhi pikiran ibu mertua Sofiya tersebut, dengan begitu ibu mertuanya bisa akan membenci Akiqa tersebut, namun ibu yang tidak melihat secara langsung tidak ingin mempercayai omongan Santi itu.
Karena ibu lebih mengenali Sofiya dibanding dengan Santi, ibu mertuanya itu percaya Sofiya tidak akan mengkhianati suaminya, karena Sofiya tampak begitu menyayangi Zaid tersebut, pikir ibu.
Ibu juga masih berpikir positif, namun Santi terlihat terus menerus membuat kata-kata bohong, agar ibu termakan hasutan mereka semua.
Mereka bertiga yang sudah sekongkol terus saja membuat Sofiya buruk di mata orang-orang yang menyayangi Sofiya itu.
Akan kah ibu mertuanya akan termakan hasutan Santi??
*****
__ADS_1