ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
PENASARAN DENGAN VIDIO


__ADS_3

Kali ini Zaid dan Heru kembali berhasil menjadi penyelamat lagi. Zaid bersyukur sekali kehadiran Heru disini sangat membantu dirinya, awalnya dia tidak ingin merepoti siapapun untuk hal ini, namun akhirnya keadaan membuat dia mengalah.


Kehadiran Heru seharusnya hanya untuk membawakan cek tunai yang di perintahkan Zaid kepadanya. Karena  tidak membawa uang cash sebanyak itu, maka Zaid menyuruh Heru membawanya.


Dan awalnya Heru tidak tahu menahu, sekarang dia paham situasi permainan itu, walau baru beberapa hari di kota Batam ini, sudah banyak mereka kunjungi, namun bukan untuk berwisata malah menyelesaikan setiap inci masalah.


Akhirnya mereka semua berkumpul di apparment Sofiya . Rani dan Rini menginap disana, malam itu Heru tidur di sofa, karena kamarnya dipakai oleh dua gadis kembar itu.


Kejadian itu membiat Sofiya  takut, jika mereka balik kerumah mereka tanpa seorang penjaga satu pun, Sofiya  tidak mau sahabat sahabatnya itu kembali terkena musibah karena dirinya lagi.


Mike dan anak buahnya terlanjur di ringkus oleh pihak yang berwajib, dihadapan mereka semua, Mike ditembak tepat di kakinya, membuat Mike tidak bisa lari kala itu, dia benar-benar terjebak di kondisi itu.


Sofiya  tidak tahu mereka membawa pihak yang berwajib bersama mereka, Heru yang kala itu lah menyarankan langsung menelpon pihak yang berwajib untuk penyelamatan Rini kemarin malam.


Mereka kembali sarapan pagi bersama- sama, kali ini ada Rini dan Rani bersama mereka juga, sungguh moment yang begitu jarang, hari minggu ini begitu hangat untuk mereka.


Mereka semua seperti keluarga sendiri, padahal Zaid, ibu, dan Heru baru saja mereka temui dalam waktu seminggu ini. Tapi rasanya keakraban dan kehatangan itu seperti sudah terjalin begitu lama.


"Gimana cerita nya, kalian bisa bawak bawak pihak berwajib?" tanya Sofiya .


Sofiya  penasaran tentang hal itu, jadi Sofiya  ingin tahu setiap rincinya, dia tidak menyangka mereka bisa sesigap itu.


"Sebelum seseorang menghampiri mu dibawah lobi appartmen, kami sudah menghubungi pihak berwajib," jawab Heru.


Heru menjelaskan dengan rinci kepada Sofiya . Sofiya  yang awalnya tidak yakin mereka bisa menemukn dirinya, pasalnya semua telah diubah oleh Mike.


Dari mulai nomor plat mobil yang tidak benar ia sebutkan, sampai lah orang yang menjemput Sofiya  itu secara tiba-tiba datang dan menyeret Sofiya  masuk dengan cepat ke dalam mobil mereka yang terparkir sedikit jauh.


Rini yang sepertinya pagi ini begitu semangat untuk sarapan. Pagi ini ibu telah memasak sarapan untuk mereka semua. Begitu lahap memakan telur bistik yang diisi ayam oleh ibu, dan ibu membuat makaroni daging yang sangat enak pagi itu.

__ADS_1


"Rin...Apa dengan kejadian itu tidak membuatmu trauma??" tanya Sofiya .


Sofiya  mencoba bertanya kepada Rini, yang tengah lahap mengunyah itu, seperti tidak ada kejadian apapun yang berlaku kepada dirinya sebelum ini. Melihatnya makan dengan santai dan lahap membuat mereka semua tersenyum kagum kepada Rini, yang mempunyai mental yang kuat.


"Ya..enggak lah Fiya. Aku sempat teriak ke  boss kamu itu, ya..aku bingung aja sama dia, tiba-tiba datang ke hadapanku, lalu ngomongin tentang video."


"Emang video apaan yang buat dia marah banget begitu?" tanya Rini balik penasaran.


Rini memang tidak tahu menahu akan hal video itu, jadi dia pun dengan santai dan polos menanyakan hal itu kepada Sofiya .


Zaid yang mendengar ucapan Rini itu langsung mengalihakan pembicaraanya, agar Sofiya  tidak sering mengingat kejadian itu, nanti akan berdampak buruk pada psikis nya kembali, kerana Sofiya  masih dalam masa pemulihan.


"Oh..maaf Rin, untuk video itu jangan dibahas disini, nanti saja kita lanjutkan bicara nya ya."


"Kita habisin aja makanan dahulu, baru kita bicarakan itu kembali," jawab Zaid dengan sopan.


Dengan lembut dan sopan Zaid menjelaskan kepada Rini. Rini pun memanggut kepala, seolah mengerti apa yang dimaksud Zaid, mereka melanjutkan sarapan pagi itu.


Sedangkan ibu dan Rini mengangkat piring- piring kotor kedapur, serta membersihkan sisa sisa makanan di atas meja makan. Mereka semua saling kerja sama dan begitu penuh kehangatan seperti sebuah keluarga, nyatanya mereka tidak ada hubungan darah apapun, kecuali dua gadis kembar itu.


Heru dan Zaid bersantai diruang keluarga sambil membicarakan bisnis properti mereka yang ada di Bandung.


Yang di kelola oleh Heru sendiri, semenjak Zaid operasi penyakitnya itu sampai lah sekarang ini. Zaid belum mengunjungi cabang perusahaan nya yang ada di Bandung itu.


Seperti biasa, Zaid dan Heru pun selalu membicarakan Udin, yang biasa dahulu mereka hidup bertiga, makan bertiga, tidur bertiga, dan kemanapun bertiga.


Kali ini Udin tidak ikut bersama mereka, rasa rindu terhadapnya terlihat jelas dalam pembicaraan mereka tentang Udin.


(Ponsel Heru tiba tiba berdering)

__ADS_1


"Hallo selamat pagi saudara Heru."


"Iya Pak selamat pagi, saya sendiri," jawab Heru.


"Dari hasil penangkapan kemarin, saudara Mike di hukum dua tahun penjara, dan sudah membayar dendanya sebanyak 1 milyar rupiah," ucap penelpon tersebut, di ketahui adalah pihak kepolisian.


"Apa?? Hanya dua tahun!!" Sentak Heru.


Heru geram dengan hukum yang mudah disuap, bahkan kali ini Mike sudah membuat pembunuhan berencana, penculikan juga dan dihukum hanya dua tahun penjara??


Tidak habis pikir, negara menjunjung hukum ini bisa-bisa nya dengan mudah menjatuhkan hukuman tanpa persidangan, piki Heru.


"Iya benar saudara Heru, baiklah persidangannya, akan dilakukan minggu depan."


Heru geram, dia langsung menutup telpon itu, kemarin Mike lolos, hari ini jelas- jelas aparat sendiri yang meringkusnya di tempat kejadian, dan hanya dua tahun, kesal Heru.


Sidang belum di jalankan namun hukuman sudah di putuskan oleh oknum-oknum tersebut.


Ini benar-benar tidak masuk akal, pikir Heru. Mahu di kata apa lagi, begitulah kata orang, uang memang segalanya bahkan tidak ada halal dan haram lagi jika melihat uang dengan jumlah yang banyak.


"Sudah Her, setidaknya dia ditahan. Dan untuk kedepan ini, setidaknya tidak ada yang mengganggu," ucap Zaid


"Bos, tidak mungkin di tahan sebelum persidangan, mungkin hanya ini masih dalam permainan mereka," ucap Heru masih memanas


"Rasanya begitu tidak adil bos, hukum yang lemah, sangat lemah," ucap Heru lagi.


"Tenang Her, tenang. Nanti kita akan pikirkan caranya lagi, yang terpenting saat ini dia di hukum dan di denda," ucap Zaid.


"Bos, kita harus tetap waspada dan mengawasi mereka semua. Mike punya kuasa yang tinggi sepertinya di wilayah ini, kita belum mengenal baik tentang wilayah ini," pungkas Heru lagi.

__ADS_1


"Iya aku tahu, nanti kita pikirkan lagi, dan aku ada rencana setelah ini," ucap Zaid lagi dengan tenang.


****


__ADS_2