ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
TUJUAN YANG SAMA


__ADS_3

Ira tak hentinya menangis, semakin ngaur cerita yanh ia buat, ibu mertua Sofiya juga tampak iba dan begitu kasihan.



"Kamu luar biasa nak...jarang ada istri sepertimu, kamu wanita hebat yang mampu bertahan sampai titik ini," ucap ibu.



"Bu..aku sangat senang bisa mengenal Sofiya dan ibu, aku tidak punya siapa-siapa lagi, bahkan sebentar lagi suamiku akan menceraikanku, suamiku itu selalu menuruti kemauan ibunya."



"Astagfirullah, kenapa suamimu seperti itu, kamu yang sabar ya nak, nanti pasti ada jalan keluarnya," tambah ibu mencoba menguatkan Ira yang terlihat rapuh itu.



"Iya bu..Ira sudah pasrah saja dengan ketentuan Tuhan. Andai Ira bisa menemukan mertua seperti ibu, imIraa akan sangat senang sekali," ucap Ira lagi.



Ira sengaja memasukkan pujian itu kepada ibu mertua Sofiya, dia sekarang mulai memasuki hati ibu mertua Sofiya tersebut.



"Kamu bisa kok Ra, menganggap Ibu ini sebagai ibu kamu juga. Kamu orang yang baik, ibu suka dengan perilakumu ini, dan kamu sanggup menjaga aib-aib suami mmu, hebat kamu Ra," puji ibu kembali.



"Terima kasih bu, Ira senang melihat Sofiya hari ini sudah membaik, jadi di lain waktu Ira bisa mengajak Sofiya pergi jalan-jalan lagi, tapi Ira takut nanti ibu tidak mengijinkannya, karena baru pertama kali Sofiya pergi dengan Ira, Sofiya sudah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan."


"Itu semua karena salah Ira bu," tambahnya.


Ira pura-pura menyesal, dihadapan mereka berdua dia tertunduk begitu seolah merasa sangat bersalah.



"Hus...jangan ngomong begitu Ra, aku gak apa-apa kok, dan ini bukan salahmu, tapi salahku yang tidak hati-hati."



"Tenang saja, jika aku sehat, aku mau kok menemanimu kemanapun!! kamu tahu kan ibu mertuaku ini sangat baik hati," ucap Sofiya lagi.


Sofiya tersenyum hangat kepada ibu mertuanya itu, seolah diantara mereka benar- benar tidak ada penghalang saat ini.


"Iyaa..Ra itu benar. Ibu pasti mengizinkanmu untuk pergi bersama Sofiya, kamu orang baik, ibu tahu itu," ucap ibu.


"Terima kasih banyak bu, tapi...bagaimana dengan suami Sofiya?" tanya Ira.


Ira mencoba melempar pancingan, pasalnya dia ingin tahu apa saja yang dilakukan Zaid selama ini.


"Suamiku?? Oh..dia juga baik kok, tapi saat ini dia memang sangat sibuk. Jadi tidak ada di rumah, dan dia pun jika ibu merestuiku untuk pergi, suamiku pun begitu juga, yakan bu??" tanya Sofiya kepada ibu.


"Iya..nak, apa yang di katakan Sofiya itu benar, jika ibu setuju, Zaid juga setuju."

__ADS_1



"Zaid?? Oh..nama suamimu Zaid ya KA?? tanya Ira pura-pura tidak tahu.



Ira pura-pura tidak tahu padahal, dia sengaja melakukan penyamaran ini, hanya untuk membuntuti Zaid, dan menghancurkan rumah tangga mereka.



"Iya...namanya Zaid, tapi aku biasanya memanggil dia Kanda," ucap Sofiya tulus.



"Hehehe Kanda, romantis sekali kalian, wah suami mu seorang yang romantis ya," ucap Ira.



Dalam hati Ira, dia sangat muak mendengar cerita bahagia Sofiya dengan Zaid, tapi dia mencoba pura-pura suka mendengar nya.



"Begitulah..Ra, dia sangat romantis, dan dia penuh perhatian," ucapnya.



Saat mereka tengah asyik-asyik mengobrol tiba-tiba bu Laras datang membawa tiga cangkir minuman untuk Sofiya ibu dan tamu mereka yaitu Ira, sambil meletakkan minuman di hadapan Ira, bu Laras tersenyum licik kepada Ira.




Pasalnya lagi, dia baru saja membangun pertemanan baik ini dengan Ira dan ibu mertuanya pun sangat menyukai Ira, dia yakin Ira adalah teman yang baik untuknya.



Firasat Sofiya sudah pun benar, namun lagi-lagi karena dia seorang yang tulus dan tidak ingin berpikir negatif, dia pun menjauhkan pikirannya tersebut kepada Ira.



Walau tampak sudah sedikit celah antara bu Laras dan Ira sedang bermain api di belakang Sofiya, namun ketulusan seorang Sofiya hanya mampu berpikir positif saja.



Saat ini, keduanya telah dalam perangkap Ira dan bu Laras. Mereka sudah bekerja sama, tampaknya kemarin memberikan kartu nama tersebut hanya untuk bersekongkol.



Karena keduanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu sama-sama ingin menghancurkan pernikahan Sofiya Mutia tersebut.



Begitu lah rumah tangga, jika kita selalu romantis dan penuh kehangatan ada saja duri yang menghambat nya. Tapi suami mau lun istri yang benar-benar menyimpan cinta sejati di hatinya tidak akan takut dengan duri mau pun jeruji.

__ADS_1



Rumah tangga Sofiya Mutia, memang tidak terbilang lama. Jika di bandingkan dengan percintaan Zaid dan Jasmis yang mengaku Ira tersebut, lebih lama hubungan mereka lagi.



Tapi, namanya sudah menjadi mantan kekasih, tidak ada hak untuk merusak hubungan orang lain, apa lagi sekarang Zaid sudah pun menikah dan hidup tentram bahagia.



Sekarang, Zaid sudah benar-benar tidak menginginkan lagi seorsng Jasmin Adira. Mantan kekasih yang tidak tahu diri ini sekarang malah bersekongkol dengan pembantu rumah Zaid tersebut.



Sofiya yang di tinggal oleh Zaid beberapa hari ini, terbilang dalam keadaan bahaya dan terancam. Hanya saja ibu masih menjaga Sofiya dengan baik.



Namun, lambat laun ibu telah temakan pujian Ira tersebut. Dan Ira akan segera membuat rencana jahat lainnya. Sofiya juga, tidak menolak jika nanti Ira akan mengajaknya keluar kembali



Curhatan mantan kekasih Zaid Fahlevi itu, membuat Sofiya dan ibu mertuanya sangat iba dan kasihan, padahal itu adalah pura-pura semata saja.



Tidak menunggu lama lagi, Ira akan menjalankan misi jahatnya bersama bu Laras dan Santi. Santi dan Ira memiliki tujuan yang sama, yaitu sama-sama menginginkan Zaid Fahlevi .



Namun, Santi mau pun bu Laras, tidak tahu bahwasannya Ira adalah Jasmin mantan Zaid yang masih terobsesi dengan suami Sofiya tersebut.



Bu Laras berpikir, bahwa Ira benar-benar akan membantu mereka mendapatkan Zaid untuk di jadikan suami Santi, namun ituvtidak mudah karena keduanya menginginkan suami orang.



Mereka berdua seolah benar-benar akan bisa mendapatkan Zaid Fahlevi . Sedangkan Zaid sekarang ini hanya menyukai dan mencintai istrinya seorang, yaitu Sofiya Mutia.



Dia tidak pernah berpikir mencri lain, atau pun kembali dengam mantan kekasih. Walau Jasmin sudah pernah memujuknya untuk kembali, namun tetap di tolak mentah-mentah.



Itu lah yang membuat Jasmin sanggup datang dari Jakarta ke Kalimantan Utara, hanya untuk merusak rumah tangga Zaid Fahlevi .



Cinta membuat orang buta, bahkan cinta yang terobsesi membuat orang melakukan segala cara apa pun itu. Cinta yang merusak seperti ini, adalah cinta yang datang dari gawa nafsu bukan hati.


__ADS_1


Cinta dari hati, rela berkorban dan memberikan bahagia apa pun itu. Karena jika kita melihat orang yang kita cintai bahagia, kita akan merasakan hal yang sama, itu lah cinta sejati yang berasal dari hati.


*******


__ADS_2