ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
AKU TAK MENGENALMU!


__ADS_3

Lelah ibu mertua Sofiya tersebut mencari dirinya di setiap sudut rumah, namun menantunya itu tidak juga ditemukannya. Bertanya kepada salah satu pembantu rumahnya tersebut, yaitu Santi.



Santi mengatakan Sofiya dijemput oleh seorang pria, dan anehnya Santi mengatakan sikap pria itu pun begitu mesra, ibu mertua Sofiya itu tidak ingin mempercayai perkataan pembantunya tersebut dengan begitu saja, tanpa ada bukti sedikit pun.



Sofiya yang sudah pergi meninggalkan kediamannya tersebut bersama Ira yang mengajaknya, katanya pergi berbelanja ke Mall. Untuk membeli perlengkapan dapur Ira, awalnya Sofiya memang sudah meminta izin kepada suaminya lewat ponselnya itu.



Zaid pun memberi izin kepada Sofiya, namun memang demikian Sofiya tidak sempat meminta izin kepada mertuanya, karena mertuanya sedang tidur begitu lelap, dan pintu kamar mertuanya tersebut ketika Sofiya ingin meminta izin untuk pergi, pintu kamarnya di kunci dengan begitu rapatnya.



Sofiya yang pergi dengan Ira tanpa meminta izin kepada mertuanya tersebut, Ira yang meyakinkan kepada Sofiya, bahwa ibu mertuanya itu akan menyetujui Sofiya meskipun Sofiya tidak meminta izin terlebih dahulu.



Ira juga berkata kepada Sofiya, bahwa ibu mertuanya kan sudah mengenal Ira juga, dengan perkataan Ira tersebut Sofiya menjadi tidak khawatir lagi, apa yang dikatakan Ira itu sangat masuk akal dan memang terlihat benar, pikir Sofiya.



Ibu mertuanya itu memang sudah mengenali Ira, dan ibu mertuanya itu memang menyukai sosok Ira tersebut, pikir Sofiya.



Ira hanya mengajak Sofiya berbelanja peralatan dapur biasa saja, Sofiya pun sangat berfikir positif terhadap Ira, itu teman barunya yang ia temui sewaktu ia membeli sayur di tukang sayur keliling.



Ira dan Sofiya pun sudah sampai di mall, mereka berbelanja peralatan rumah tangga, dalam mall tersebut pun ada seperti pasar yang menjual bahan-bahan makanan segar, hampir 1 jam Sudah mereka berkeliling di mall tersebut.



Dan beberapa barang belanjaan Ira sudah hampir terlengkap dan penuh di dalam trolonya. Lalu Ira mengajak Sofiya untuk nongkrong sebentar di dalam cafe yang ada di mall tersebut.



Sudah satu jam lebih mereka berada di situ, Sofiya yang mengingat suaminya akan pulang pada pukul tiga sore nanti sudah sampai di Bandara Kalimantan Utara tersebut.



Sofiya pun mencoba mengajak Ira jika sudah selesai berbelanja Sofiya ingin segera pulang saja, Sofiya tidak ingin nongkrong di dalam mobil tersebut, pasalnya Sofiya pun sedikit khawatir kepada ibu mertuanya.



"Fiya...kita nongkrong dulu deh, pliss..aku bosen banget di rumah, kamu tahu kan mertuaku itu membosankan!!" ucap Ira.



" Hmm..gimana ya Ra, ini sudah pukul 12 lebih, aku takut nanti gak sempat memasak untuk suamiku, dia kan pulang pukul 3 sore ini," ucap Sofiya.



"Plishh..aku lapar Fiya, kita makan dulu ya! nanti baru kita pulang," pinta Ira.

__ADS_1



"Mmm, yasudah deh, aku juga sedikit lapar memang," jawab Sofiya.



Ira pun memanggil waiters ke arah meja mereka, lalu Ira dan Sofiya memesan makanan untuk mereka berdua, mengingat hari pun sudah siang, sudah jadual makan siang.



Maka mereka berhenti nongkrong di cafe sejenak yang ada di dalam mall tersebut untuk makan siang sejenak, pikir Sofiya. Namun sebenarnya Ira mempunyai rencana lain mengajak Sofiya nongkrong di cafe itu tersebut.



Tujuan Ira mengajak Sofiya pergi ke mall ini pun memang sudah ia rencanakan sejak jauh-jauh hari. Inilah saatnya akan terjadi kepada Sofiya tersebut, pasalnya Ira tidak ingin membiarkan Sofiya bahagia dengan mantan kekasihnya itu.



Jadi Ira mencoba segala cara apapun yang bisa membuat Sofiya dan Zaid menjadi cerai-berai nantinya.



Tiga puluh menit kemudian..



"Nah..sudah siap soto Banjar, ini punyamu dan ini punyaku," ucap Ira.



Mereka berdua memesan menu yang sama yaitu, soto banjar dan meminum es teh manis dingin. Mengingat siang itu begitu panas Sofiya dan Ira merasa begitu dahaga, mereka pun melahap pesanan mereka yaitu soto banjar dan es teh manis dingin tersebut.


Santapan ini cukup untuk mengganjal perut Sofiya dan Ira yang lapar karena berkeliling hampir satu jam lebih di dalam mall tersebut, hanya untuk mencari belanjaan rumah tangga mereka.



Sambil melahap makanan tersebut mereka berdua berbicara santai, ketika mereka berbicara Ira berpamitan untuk ke toilet sebentar.



Dan Ira menyuruh Sofiya menunggunya di cafe itu. lalu Ira pergi, tak lama kemudian ada seorang lelaki yang menghampiri Sofiya. Sofiya pun merasa bingung, memang ia tidak pernah mengenal lelaki tersebut.



Tiba-tiba lelaki itu tanpa di izinkan Sofiya, sudah duduk di kursi yang di duduki Ira sebelumnya. Awalnya Sofiya merasa bingung Kenapa lelaki ini tiba-tiba datang dan duduk di tempat yang diduduki oleh Ira.



Kerana kursi itu kosong, Sofiya pun menjadi bingung untuk mengatakan kepada lelaki itu, lelaki itu memang tidak melakukan apapun kepada Sofiya, Sofiya sedikit bingung Sofiya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada lelaki itu apa tujuannya duduk di meja yang Sofiya duduki tersebut.



"Maaf kenapa anda duduk disini??" tanya Sofiya.



"Ha..bukannya anda mengundangku disini??" jawab lelaki tak di kenal itu.

__ADS_1



"Mengundang?? aku bahkan tidak mengenalmu!!" jawab Sofiya heran.



"Benarkah?? hei..lihat wajahmu.." lelaki itu mencoba mengelabui Sofiya.



"Wajahku..kenapa??" tanya Sofiya bingung.



"Ini...ada sedikit kuah soto tertinggal di pipimu," ucap lelaki itu.



Lelaki itu mengambil tisu lalu membersihkan wajah Sofiya yang terkena kuah soto itu, ini adalah kesengajaan yang dibuat oleh Ira.



"Ha..eh..apa-apaan kamu, jangan begitu!! aku ini sudah bersuami!! bentak Sofiya menepis tangan lelaki itu.



"Upss..maaf! aku hanya membantumu."



"Jadi, bukankah kamu yang mengundangku??" tanya lelaki itu sedikit basa-basi.



"Bukan..aku tidak mengenalmu!!" ucap Sofiya dingin dan sedikit marah.



"Oh..baik lah nona, kalau begitu aku yang salah, aku permisi dulu," ucap lelaki itu.



Sofiya pun sangat kesal dengan perbuatan lancang lelaki tersebut, pasalnya Sofiya juga tidak mengenal lelaki itu, namun tiba-tiba entah mengapa laki-laki itu membersihkan noda di wajahnya lalu pergi begitu saja.



Kuah soto yang melekat di pipi Sofiya dengan secara tiba-tiba, Sofiya sangat merasa lelaki tersebut tidak sopan kepada dirinya. Ketika lelaki itu pamit dari meja Sofiya tersebut, Sofiya juga tidak menggubris nya lagi.



Bahkan Sofiya membuat wajah yang begitu datar, sebelum lelaki itu pergi, momen lelaki yang membersihkan wajah Sofiya itu sudah pun ditangkap kamera Ira dengan secara diam-diam.



Lelaki ini adalah orang suruhan Ira, kali ini Ira akan membuat fitnah untuk Sofiya. Ira sengaja membiarkan Sofiya menunggu lama dirinya di toilet.


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2