
Pagi itu sangat cerah. Zaid masih begitu lelapnya setelah melaksanakan sholat subuh bersama istri tercintanya itu. Sofiya pula setelah sholat subuh dia langsung turun ke bawah, untuk memasak sarapan suaminya tersebut.
Sedangkan ibu, ucap sudah terlihat berada di halaman rumah untuk menghirup udara segar dari tumbuhannya yang berada di halaman itu.
Sofiya dengan lihainya memasak sarapan untuk suami dan Heru beserta ibu mertuanya tersebut. Para pembantu rumah masih mulai mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Bi Sumi yang melihat Sofiya kembali ke dapur sepagi ini lagi, langsung mendekat ke arah Sofiya dan mengatakan kekagumannya tersebut.
"Non, kok udah masak aja sepagi ini, luar biasa non sebagai istri den Zaid," ucap Bi Sumi.
"Hehe, selamat pagi bi Sumi. Semalam saya tidak sempat untuk memasak, dan pagu ini saya balas dendam memasak," ucap Sofiya disertai tawa kecil.
Sofiya kali ini memasak mie kukus sayuran. Mengingat masakan itu mudah dan lezat, Sofiya pun segera memasak dan memotong sayuran yang telah di belinya semalam bersama Ira.
"Wah.. mau masak apa hari ini non??" tanya bi Sumi lagi.
"Masak mie kukus sayuran bi," ucap Sofiya.
"Apa aja tuh non bahannya, nanti kalau sudah masak bibi mau ya non, ini bibi bantu potong sayurannya ya," ucap bi Sumi.
"Iya bi, pasti semua kedapatan kok," ucap Sofiya.
"Nah ini bi, bahan-bahannya dan cara membuatnya, jika nanti, bibi ingin membuat sudah tahu deh takarannya," ucap Sofiya.
Ambil 200 gram mi kering, seduh dengan air mendidih dan tiriskan dahulu ya bi, lalu ambil 1 butir telur ayam, kocok lepas dan sampai menyatu.
Lalu masukkan 300 ml santan juga bi, serta jangan lupa tambahkan 1 sendok teh (sdt) garam. Setelah itu jangan lupa juga, bumbu yang di siapkan harus di haluskan terlebih dahulu, jelas Sofiya.
"Apa saja tu non??" tanya bi Sumi penarasan.
"Iya bi, ada empat buah cabai merah besar, tambahkan juga tiga butir bawang merah kedalamnya. Serta jangan lupa satu siung bawang putih juga ya bi, ini akan membuat aroma makin sedap," jelas Sofiya.
"Sudah itu saja non??" tanya bi sumi kembali.
"Eits!! ada satu sdt minyak sayur juga, terus jangan lupa daging sapinya dua ratus gram di cincang bi, kalau bi Sumi gak suka daging sapi, boleh di ganti ayam atau pun isinya dengan ikan tenggiri. Pokoknya sesuai selera ya bi," ucap Sofiya.
__ADS_1
"Iya non, bibi gak bisa makan daging, nanti kolestrol bibi naik, tapi kalau sedikit ya gak apa, Hehheh," ucap bi sumi lagi.
"Hahaha, iya bener itu bi, lagian juga ini kan dicampur sayuran juga bi. Ada wortel, ada daun bawang juga, oh iya tolong bibi ambilkan saus tiram juga ya bi," ucap Sofiya.
"Oh.. baik non, hanya saus tiram kan??" tanya bi Sumi sambil membuka kulkas.
"Oh iya bi, tolong santan juga ya bi," ucap Sofiya lagi.
"Oke non, semua bahan sudah tersedia disini, cara membuatnya tolong ajarin bibi ya Non," pinta bi Sumi.
"oke bi," ucap Sofiya.
"Tunggu non, bibi ambil kertas bibi dulu, bibi mau catat aja biar ingat!!" ucap bi sumi.
"Yasudah oke saya tunggu bi," ucap Sofiya.
Bi Sumi pun mengambil kertasnya yang tersimpan di lemari gantung dekat dapur tersebut. Dia sudah terbiasa menyimpan buku kecil dan pulpen disana.
"Oke bi, ucap catat baik-baik ya!!"
Campurkan mi, telur, santan, dan garam hingga rata kemudian sisihkan.
Selanjutnya bibi bisa membuat isi dari mi kukus satu ini. Pertama panaskan, minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daging cincang dan saus tiram, masak hingga berubah warna.
Kemudian tambahkan wortel, buncis, daun bawang, gula, dan garam. Aduk hingga tercampur rata, dan angkat.
Siapkan loyang yang ukuran 10 x 20 cm, beri adonan mi di dasar loyang, kemudian tuang adonan isi di atasnya. Lalu tutup dengan adonan mi lagi di atasnya.
__ADS_1
Kukus dalam dandang selama 30 menit, jika sudah angkat. Tunggu hingga dingin, lalu potong-potong setebal 2 cm.
Sofiya sambil menjelaskan sambil membuat kukusan untuk mi sayurannya tersebut. Terlihat api sudah dinyalakan, dan kukusan sudah terletak, tinggal menunggu mi sayuran tersebut masak.
"Wah... sangat mudah sepertinya non, terima kasih banyak," ucap bi sumi.
"Iya bi, sama-sama."
Sofiya dan bi Sumi sama-sama memebereskan dapur tersebut, sambil menunggu masakan itu masak mereka juga mencoba menata meja makan.
Kali ini, Sofiya juga membuat minuman hangat dari olahan jahe untuk di minum suaminya. Mengingat tadi malam mereka bergadang di bawah selimut yang lembut sampai mata mereka terpejam hingga menjelang subuh.
Mengingat tadi malam, senyum Sofiya begitu terkembang lebar pagi ini. Ibu yang mencium aroma sedap hingga di luar halaman, mencoba mencari dari mana datangnya bau sedap masakan itu.
Sofiya pula sudah mencoba membuka kukusan tersebut, dan itu lah aromanya semakin keluar kemana-mana saat itu juga.
"Wah.. menantu ibu, pagi-pagi sudah membuat hidung ibu penasaran," ucap ibu berkata kepada Sofiya.
"Hehe ibu sudah bangun ternyata," jawab Sofiya.
"Masak apa kamu hari nak??" tanya ibu masih begitu hangat kepada Sofiya.
"Masak mi sayuran bu," ucap Sofiya lagi.
"Wah, dari baunya sangat enak itu," ucap ibu lagi.
"Iya, ini sudah masak bu, dan ini juga wedang jahe sudah siap," ucap Alqia lagi.
"Kamu memang istri idaman Sofiya," ucap ibu mertuanya itu.
"Terima kasih bu," tambah Sofiya.
Ibu pun membantu Sofiya dan bi Sumi mengangakat makanan yang sudah jadi tersebut. Sedang Santi dan bu Laras menatap sinis kearah mereka semua.
Bu Laras dan Santi bingung, mengapa sikap ibu mertua Sofiya pagi ini tidak berubah sama sekali. Bahkan Sofiya tampak segar dan tersenyum lebar.
"Bu, apa rencana kita gagal??" tanya Santi.
"Tidak tahu nak, apa nona Ira belum mengirim foto itu??" tanya ibu kembali ke pada Santi.
"Kata non Ira sudah bu, dia sudah mengirimkan foto itu kepada Zaid," ucap Santi.
"Yasudah, kita tunggu saja Zaid bangun, dan kita lihat ekspresinya nanti!!" ucap Bu Laras.
Mereka berdua sedang berpura-pura mengambil cucian kotor di kamar ibu, dan mereka sengaja melihat keadaan mereka semua saat itu.
Sofiya yang sudah menyiapkan sarapan tersebut, minta izin kepada ibu mertuanya untuk membangunkan suaminya tersebut.
Sofiya menaiki anak tangga, hari ini dia berharap kejadian beberapa hari lalu tidak terulang kembali.
Sofiya pun membuka pintu kamarnya tersebut, Dia melihat suaminya masih sangat terlelap. Sofiya membuka tirai agar sinar matahari masuk ke kamar mereka.
"Kanda.. bangun," ucap Sofiya lembut di telinga sang suami.
*****
__ADS_1